Menuju konten utama

Pemerintah Dorong Pengembangan Ekonomi Digital

Pemerintah Indonesia mendorong pengembangan ekonomi digital berbasis industri dan e-commerce untuk persiapan menuju era Industry 4.0.

Pemerintah Dorong Pengembangan Ekonomi Digital
Ilustrasi E-commerce. Getty Images/iStockphoto

tirto.id - Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah akan mendorong pengembangan ekonomi digital melalui basis industri dan perdagangan elektronik (e-commerce). Untuk menyukseskan pelaksanaannya, perlu kemampuan untuk menguasai teknologi dan komunikasi (information and communication technologies/ICT).

“Pemerintah telah membangun infrastruktur dalam bentuk jaringan fiber optik, proyek Palapa Ring, dan kapasitas bandwidth yang dibesarkan,” ungkap Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto melalui keterangannya di Jakarta, Jumat (22/9/2017).

Menurut Airlangga, banyaknya jumlah penggunaan ponsel pintar atau smartphone di Tanah Air dapat mendorong penerapan ekonomi digital menjadi semakin kuat dan cepat.

“Jumlah smartphone yang beredar sekarang lebih dari 130 juta unit. Sisanya perangkat 3G yang tengah bermigrasi ke 4G. Kalau sudah 4G semua, jumlahnya bisa mencapai 230 juta unit. Setiap tahun penjualannya sekitar 60 juta unit,” jelasnya seperti dikutip dari Antara.

Hal tersebut menjadi nilai tambah dalam pengembangan ekonomi digital yang berbasis industri, Kementerian Perindustrian mempersiapkan langkah untuk menghadapi era Industry 4.0.

“Kami sudah melihat pusat inovasi di Singapura, Cina dan negara lain yang akan menjadi tiang inovasi di Indonesia,” kata Airlangga.

Kemenprin terus mengajak para pelaku industri nasional segera menangkap peluang dalam pengembangan teknologi digital terkini seperti artificial intelligent, robotic,dan 3D printing.

Tujuannya, agar lebih efisien dan meningkatkan produktivitas. Sejumlah manufaktur besar yang telah siap memasuki era Industry 4.0., diantaranya industri semen, petrokimia, otomotif, serta makanan dan minuman.

Menurut Menperin, daya saing manufaktur serta potensi ekonomi digital yang ada di Indonesia harus diimbangi dengan inovasi teknologi. Hal ini perlu dibutuhkan pusat-pusat inovasi industri untuk menunjang peningkatan SDM, kemajuan teknologi dan penumbuhan wirausaha baru.

“Kami komitmen untuk memajukan pusat inovasi industri seperti yang ada di Bali, Batam, Bandung, dan Suragaya,” tambahnya.

Pembangunan Nongsa Digital Park (NDP) di Batam merupakan salah satu bentuk nyatanya. Kawasan tersebut akan menjadi basis sejumlah pelaku industri kreatif di bidang digital seperti pengembangan startup, web, aplikasi, program-program digital, film, dan animasi.

Sedangkan, yang berbasis platform e-commerce, pemerintah mulai memfasilitasi dalam proses logistik, kemudahan impor dan tujuan ekspor, serta pembiayaan.

“Kami telah melakukan harmonisasi regulasi, termasuk perpajakan, cukai, payment gateway, sehingga bisa membuat produk lokal bisa beredar di pasar ASEAN,” lanjutnya.

Sejalan dengan hal tersebut, Kemenprin memacu perluasan pasar bagi industri kecil dan menengah (IKM) melalui pembangunan sistem e-Smart IKM.

“Kami memformulasikan digital environment untuk meningkatkan pertumbuhan IKM di dalam negeri. Kami juga mengidentifikasi beberapa IKM yang sudah memanfaatkan market place, seperti sektor makanan dan minuman, perhiasan, kosmetik, fesyen serta kerajinan,” tutupnya.

Baca juga artikel terkait E-COMMERCE atau tulisan lainnya dari Dipna Videlia Putsanra

tirto.id - Ekonomi
Reporter: Dipna Videlia Putsanra
Penulis: Dipna Videlia Putsanra
Editor: Dipna Videlia Putsanra