Menuju konten utama

Pemerintah AS Desak Warganya Tinggalkan Negara di Timur Tengah

Departemen Luar Negeri AS dalam beberapa hari terakhir memperbarui imbauan perjalanan kepada warganya tidak bepergian ke kawasan Timur Tengah.

Pemerintah AS Desak Warganya Tinggalkan Negara di Timur Tengah
Foto yang dirilis oleh situs web resmi Korps Garda Revolusi Iran (IRGC), Sepanews, pada 17 Februari 2026 ini menunjukkan sebuah roket yang ditembakkan selama latihan militer oleh anggota IRGC dan angkatan laut di Selat Hormuz.AFP/ SEPAH NEWS

tirto.id - Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) mendesak seluruh warganya untuk segera meninggalkan belasan negara di Timur Tengah, seperti Arab Saudi dan Qatar, di tengah meningkatnya serangan AS dan Israel terhadap Iran.

Peringatan yang dikeluarkan pada Senin (2/3/2026) tersebut muncul setelah Departemen Luar Negeri AS dalam beberapa hari terakhir memperbarui imbauan perjalanan untuk sejumlah negara di kawasan Timur Tengah, dengan merekomendasikan agar warga tidak bepergian ke sana.

Imbauan terbaru itu berlaku untuk Bahrain, Mesir, Iran, Irak, Israel, Tepi Barat dan Gaza, Yordania, Kuwait, Lebanon, Oman, Qatar, Arab Saudi, Suriah, Uni Emirat Arab, serta Yaman.

Dalam sebuah pernyataan yang diunggah di media sosial X, Asisten Menteri Luar Negeri AS untuk Urusan Konsuler, Mora Namdar, mengatakan warga negara AS harus pulang sekarang.

"Warga Amerika yang membutuhkan bantuan Departemen Luar Negeri untuk mengatur keberangkatan melalui jalur komersial, hubungi kami 24/7 di +1-202-501-4444 (dari luar negeri) dan +1-888-407-4747 (dari AS dan Kanada). Daftar di step.state.gov untuk mendapatkan pembaruan keamanan terbaru dari kedutaan atau konsulat AS terdekat," tulis Mora dalam unggahannya.

Kedutaan Besar AS di Amman, Yordania, sebelumnya pada Senin juga mengumumkan bahwa para personelnya telah meninggalkan lokasi diplomatik tersebut karena adanya ancaman.

Sebagai informai, kebakaran dilaporkan terjadi di Kedutaan Amerika Serikat di Riyadh, ibu kota Arab Saudi, pada Selasa (3/3/2026) ini.

Dilansir dari Al Jazeera, Otoritas Arab Saudi mengatakan kedutaan besar AS di Riyadh terbakar setelah dihantam oleh dua drone. Akibatnya, Kedutaan AS mengalami kerusakan material ringan.

“Kedutaan Besar AS di Riyadh menjadi sasaran serangan dua drone menurut perkiraan awal, yang mengakibatkan kebakaran terbatas dan kerusakan material ringan pada bangunan,” kata juru bicara Kementerian Pertahanan Arab Saudi, dilansir dari Al Jazeera, Selasa (3/3/2026).

Sehari sebelumnya, Kedutaan Besar Amerika Serikat di Kuwait lebih dulu menjadi sasaran serangan yang dilancarkan militer Iran, pada Senin (2/3/2026).

Pihak Kedubes tidak mengumumkan gedung mereka terkena serangan. Namun, mereka mengeluarkan peringatan keamanan yang mengimbau masyarakat untuk menjauh dari wilayah Kedubes.

"Ada ancaman berkelanjutan berupa serangan rudal dan UAV di wilayah Kuwait. Jangan datang ke kedutaan," kata Kedubes dalam pernyataannya, dikutip dari AFP.

Baca juga artikel terkait KONFLIK AS-IRAN atau tulisan lainnya dari Naufal Majid

tirto.id - Flash News
Reporter: Naufal Majid
Penulis: Naufal Majid
Editor: Bayu Septianto