Menuju konten utama

Trump Pertimbangkan Kerahkan Pasukan Darat ke Iran

Presiden Donald Trump menekankan bahwa dirinya tak pernah berkomitmen seperti presiden terdahulu untuk tidak mengerahkan pasukan darat.

Trump Pertimbangkan Kerahkan Pasukan Darat ke Iran
Presiden AS Donald Trump mengangkat salinan Laporan Estimasi Perdagangan Nasional 2025 saat ia berpidato dalam acara pengumuman perdagangan “Make America Wealthy Again” di Rose Garden, Gedung Putih pada 2 April 2025 di Washington, DC. Trump yang menyebut acara tersebut sebagai “Hari Pembebasan” diperkirakan akan mengumumkan tarif tambahan yang menargetkan barang-barang yang diimpor ke AS. Chip Somodevilla/Getty Images/AFP (Foto oleh CHIP SOMODEVILLA / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP)
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, menyatakan tidak menutup kemungkinan untuk mengerahkan pasukan darat ke Iran, di tengah operasi militer gabungan AS dan Israel yang telah memasuki hari ketiga.

Trump pun menyinggung pernyataan presiden terdahulu yang mengatakan tak akan ada pengiriman pasukan darat. Ia menekankan bahwa dirinya tak pernah menyatakan hal serupa.

“Saya tidak ragu-ragu untuk mengerahkan pasukan darat, seperti yang dikatakan setiap presiden, ‘Tidak akan ada pasukan darat.’ Saya tidak mengatakannya,” kata Trump sebagaimana dikutip dari kantor berita Turki Anadolu Agency, Selasa (3/3/2026).

Trump pun menambahkan bahwa ia akan mempertimbangkan serangan darat jika diperlukan. Secara terpisah kepada CNN, Trump menyebut jalannya operasi militer saat ini berlangsung positif, namun ia mengisyaratkan bahwa eskalasi yang lebih besar masih akan terjadi. Ia menyatakan operasi berjalan dengan baik. Namun, dia memperingatkan bahwa serangan terberat kepada Iran belum terjadi.

“Kita bahkan belum mulai menyerang mereka (Iran) dengan keras. Gelombang besar bahkan belum terjadi. Gelombang besar akan segera datang,” kata Trump.

Trump juga mengungkapkan bahwa hal paling mengejutkan baginya sejauh ini adalah serangan balasan Iran terhadap sejumlah negara tetangga Arab, yakni Bahrain, Yordania, Kuwait, Qatar, dan Uni Emirat Arab (UEA). Menurutnya, negara-negara tersebut sebelumnya tidak sepenuhnya terlibat.

“Kami memberi tahu mereka, ‘Kami akan mengatasi ini,’ dan sekarang mereka ingin melawan. Mereka awalnya akan sedikit terlibat dan sekarang mereka bersikeras untuk terlibat,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Trump turut merevisi pernyataannya terkait jumlah korban di pihak Iran. Jika sebelumnya ia menyebut 48 pemimpin Iran tewas, kini ia menaikkan angka tersebut menjadi 49 orang.

Ia juga mengklaim bahwa pemerintah AS berupaya membantu warga Iran di luar operasi militer, termasuk dengan mengimbau masyarakat sipil agar tetap berada di dalam rumah demi keselamatan.

Baca juga artikel terkait KONFLIK AS-IRAN atau tulisan lainnya dari Nabila Ramadhanty

tirto.id - Flash News
Reporter: Nabila Ramadhanty
Penulis: Nabila Ramadhanty
Editor: Farida Susanty