Menuju konten utama

Pemerintah Antisipasi Dampak Konflik AS-Iran ke Ekonomi RI

Budi mengakui, penutupan Selat Hormuz akan berdampak pada kenaikan energi yang berimbas pada barang produksi hingga harga barang konsumsi RI.

Pemerintah Antisipasi Dampak Konflik AS-Iran ke Ekonomi RI
Menteri Perdagangan Budi Santoso (tengah) didampingi Inspektur Jenderal Kementerian Perdagangan Komjen Pol Putu Jayan Danu Putra (kedua kanan) dan Ditjen Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Fajarini Puntodewi (kiri) melihat salah satu produk UMKM saat menghadiri pembukaan Pekan Pengembangan Ekspor Tahun 2025 di Batam, Kepulauan Riau, Kamis (14/8/2025). ANTARA FOTO/Teguh Prihatna/bar
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso, menegaskan pemerintah telah menyiapkan sejumlah langkah antisipatif untuk meredam dampak ekonomi global akibat eskalasi serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran.

Budi mengklaim pengalaman konflik sebelumnya antara Iran dan Israel tidak berdampak signifikan terhadap perekonomian Indonesia. Akan tetapi, apabila terjadi eskalasi hingga penutupan Selat Hormuz, maka harga minyak dunia berpotensi melonjak. Kenaikan harga energi akan berdampak langsung pada biaya produksi, transportasi, hingga harga barang konsumsi.

"Pasti ya, nanti minyak atau bahan bakunya jadi naik ya, tapi kan gini, pertumbuhan ekonomi kita kan banyak ditopang oleh konsumsi dalam negeri, konsumsi domestik. Jadi ya kita harus memberdayakan itu, tetap menjaga itu," ujar Budi di kantor Kementerian Perdagangan (Kemendag), Jakarta, Senin (2/3/2026) sebagaimana dikutip Antara.

Ia menyebut sektor manufaktur dan ekspor akan menjadi yang paling terdampak karena adanya peningkatan biaya produksi dan logistik. Namun, hal ini tidak hanya berlaku bagi Indonesia saja, tetapi bersifat global.

Oleh karena itu, strategi kedua pemerintah adalah mendorong ekspor ke pasar-pasar yang relatif tidak terdampak konflik. Diversifikasi tujuan ekspor dinilai penting untuk menjaga momentum perdagangan di tengah ketidakpastian global.

Pemerintah, lanjutnya, akan memaksimalkan berbagai stimulus yang telah disiapkan khususnya menjelang momentum Lebaran, serta mendorong kolaborasi dengan sektor swasta untuk menjaga perputaran ekonomi domestik.

"Kita antisipasi itu dulu, kita jaga momentum yang bagus itu. Apalagi ini mau Lebaran, saya pikir banyak ya stimulus yang telah diberikan oleh pemerintah. Dan kita akan terus melakukan gerakan-gerakan bersama swasta, ya untuk meningkatkan daya beli kita, untuk meningkatkan daya beli kita di pasar domestik," jelasnya.

Baca juga artikel terkait KONFLIK AS-IRAN

tirto.id - Flash News
Sumber: Antara
Editor: Andrian Pratama Taher