Menuju konten utama

Pemerintah Alokasi Rp127 M untuk Pembangunan Jalan Wisata Mandeh

Alokasi sebesar Rp127,78 miliar dengan rincian masing-masing sebesar Rp59,9 miliar, Rp12,7 miliar dan Rp55,18 miliar.

Pemerintah Alokasi Rp127 M untuk Pembangunan Jalan Wisata Mandeh
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuldjono meninjau pembangunan ruas Tol Bogor, Cianjur dan SUkabumi (Bocimi) seksi I di Cigombong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (7/6/2018). ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya

tirto.id - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengalokasikan anggaran sebesar Rp127,78 miliar untuk melanjutkan pembangunan jalan akses ke Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Mandeh yang berada di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat.

Dalam rilis yang terima Tirto, Jumat (22/6/2018), jalan akses ke destinasi wisata Mandeh sepanjang 41,18 km ditargetkan selesai pada akhir tahun 2018. Sementara pada tahun 2017, pemerintah telah menyelesaikan pengaspalan jalan sepanjang 16 km dengan lebar 6 meter.

“Akses jalan yang semakin baik akan menunjang pengembangan kawasan wisata Mandeh yang dikenal dengan pulau-pulaunya yang eksotis dan wisata baharinya,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.

Untuk melanjutkan proyek tersebut, Kementerian PUPR melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) III Sumatera Barat telah menandatangani dua kontrak dengan penyedia jasa di Kantor Kementerian PUPR Jakarta, Kamis (21/6).

Kontrak pertama senilai Rp 59,9 miliar untuk Paket Pekerjaan Pembangunan Jalan Akses Wisata Mandeh Lanjutan sepanjang 12,05 Km yang digarap kontraktor PT. Lubuk Minturum Konstruksi Persada.

Sementara kontrak kedua senilai Rp 12,7 miliar untuk Paket Pekerjaan Penggantian, Rehabilitasi dan Pemeiliharaan Berkala Jembatan Ruas Jalan Akses Wisata Mandeh untuk 12 jembatan dengan total panjang 245 meter yang dikerjakan oleh kontraktor PT. Pilar Prima Mandiri.

Tanda tangan kontrak itu disaksikan oleh Direktur Jenderal Bina Marga Arie Setiadi Moerwanto, Direktur Pengembangan Jaringan Jalan Rahman Arief, Direktur Jembatan Iwan Zarkasi dan Direktur Jalan Bebas Hambatan, Perkotaan dan Fasilitasi Jalan Daerah Sugiyartanto.

Dirjen Bina Marga Arie Setiadi Moerwanto mengatakan, sebagai pengguna barang/jasa, pihak Kementerian PUPR harus kompak dengan penyedia jasa.

“Penyedia jasa harus bekerja dengan sungguh-sungguh dan menyelesaikan pekerjaan sesuai rencana. Kalau tidak performed, akan dikenakan pinalti (denda). Patut diingat bahwa masyarakat sangat kritis atas pekerjaan yang kita lakukan,” kata Dirjen Bina Marga Arie Setiadi.

Pada 2 Mei 2018 lalu, kontrak untuk Paket Pekerjaan Jalan Akses Wisata Mandeh sepanjang 13,03 Km dengan nilai Rp 55,18 miliar telah ditandatangani dengan kontraktor PT. Statika Mitrasarana.

Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) III Sumatera Barat, Syaiful Anwar mengatakan, jalan akses Wisata Mandeh menghubungkan Teluk Kabung-Sungai Pisang-Sungai Nyalo-Mandeh-Carocok-Tarusan. Pembangunan jalan tersebut bertujuan untuk mendukung destinasi wisata yang telah dimulai sejak tahun 2016.

“Kami harap PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) dan Satker (Satuan Kerja) bekerja keras di lapangan, karena waktunya singkat, ditargetkan selesai akhir tahun 2018 namun pekerjaannya cukup banyak,” kata Syaiful.

Baca juga artikel terkait PARIWISATA atau tulisan lainnya dari Alexander Haryanto

tirto.id - Ekonomi
Penulis: Alexander Haryanto
Editor: Alexander Haryanto