Menuju konten utama

Pemerintah Akan Salurkan 10.000 Ton Beras untuk Warga Palestina

Bantuan beras ini akan dikirimkan secepat-cepatnya pada Juni ini.

Pemerintah Akan Salurkan 10.000 Ton Beras untuk Warga Palestina
Buruh pelabuhan membongkar beras impor dari kapal kargo berbendera Vietnam di Pelabuhan Malahayati, Krueng Raya, Kabupaten Aceh Besar, Aceh, Rabu (11/10/2023). ANTARA FOTO/Ampelsa/tom.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Pemerintah memutuskan untuk mengirimkan bantuan kemanusiaan berupa beras sebanyak 10.000 ton untuk warga Palestina.

Pasalnya, krisis kemanusiaan yang melanda negara tersebut belum usai hingga hari ini. Warga Palestina masih hidup di bawah blokade Israel.

“Bantuan Palestina 10 ribu ton nanti Insyaallah akan disalurkan oleh TNI kita. Mereka akan kirim beras 10 ribu ton ke Palestina,” kata Menko Pangan Zulkifli Hasan, Kamis (12/6/2025).

Zulhas, panggilan akrabnya, mengatakan akan mengirimkan bantuan beras tersebut secepat-cepatnya dalam bulan Juni ini.

“Keputusan tadi 10 ribu ton. Kapan? Secepat-cepatnya. Ya, mudah-mudahan dalam bulan ini sudah bisa berangkat,” ujarnya.

Namun demikian, dia belum dapat memastikan bahwa bantuan kemanusiaan tersebut akan disalurkan lewat negara mana. Pasalnya, Israel masih membatasi masuknya segala bentuk bantuan ke negara Palestina.

“TNI belayar ke sana, ke mana? Ke Jordania atau ke Palestina,” tuturnya.

Sebagai informasi saja, stok beras di gudang Perum Bulog menembus 4 juta ton. Dari jumlah itu 2,4 juta ton di antaranya berasal dari serapan gabah/beras produksi domestik.

Sedangkan sisanya adalah sisa stok beras akhir tahun lalu, yang sebagian besar berasal dari impor. Stok di gudang BULOG ini masih akan bertambah karena pengadaan masih digenjot hingga mencapai target 3 juta ton.

Di satu sisi, jumlah 4 juta ton beras ini tercatat sebagai stok terbesar sepanjang sejarah BULOG berdiri. Di sisi lain, stok yang besar juga menyisakan sejumlah pekerjaan rumah (PR) tidak mudah.

PR ini muncul terutama karena pada dasarnya beras adalah barang yang tidak tahan lama. Sebaik apapun perawatan dilakukan, risiko turun mutu tidak dapat dihilangkan sama sekali karena yang disimpan barang mudah rusak.

Baca juga artikel terkait BERAS atau tulisan lainnya dari Nanda Aria

tirto.id - Insider
Reporter: Nanda Aria
Penulis: Nanda Aria
Editor: Dwi Aditya Putra