Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google
tirto.id - Ketua Forum Konservasi Gajah Indonesia (FKGI), Doni Gunaryadi, menilai perlindungan habitat gajah perlu diintegrasikan sejak tahap perencanaan di setiap proyek infrastruktur. Ia lantas mendukung upaya Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni yang memperkuat konservasi gajah melalui Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2026.
Ia menilai, upaya itu membuka ruang bagi pembangunan nasional yang lebih ramah terhadap satwa liar.
"Di sisi pembangunan infrastruktur nasional, FKGI memandang bahwa setiap pembangunan jalan, jalan tol, jaringan energi, bendungan, maupun infrastruktur strategis lainnya yang melintasi atau berdekatan dengan habitat gajah perlu sejak tahap perencanaan mengakomodasi prinsip konektivitas ekologis,” kata Doni dalam keterangannya, Jumat (17/7/2026).
Dia mengatakan pembangunan jalan, bendungan, jaringan energi, hingga infrastruktur strategis lainnya harus memperhatikan konektivitas habitat gajah agar pembangunan dan konservasi dapat berjalan beriringan.
“Penyediaan koridor satwa liar, lintasan satwa atau wildlife crossing, zona perlindungan koridor, pengaturan kecepatan, sistem peringatan dini, serta berbagai bentuk mitigasi lainnya harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perencanaan pembangunan,” ujarnya.
Menurut Doni, tantangan implementasi kebijakan akan semakin besar karena sebagian besar kantong populasi gajah saat ini telah berhimpitan dengan berbagai aktivitas pembangunan.
Dia menambahkan, koordinasi lintas sektor menjadi kunci agar pembangunan nasional tetap berjalan tanpa mengorbankan kelestarian habitat gajah.
"Akan ada tantangan yang besar dikarenakan kondisi kantong-kanotng gajah saat ini sudah berhimpitan dengan sektor-sektor pembangunan lain. Tantangan menciptakan ruang dan koridor satwa yang cukup dan tetap menjamin pembangunan akan membutuhkan koordinasi yang intensif dan saling menghargai antar kepentingan,” urainya.
Baca juga artikel terkait GAJAH atau tulisan lainnya dari Muhammad Naufal
tirto.id - Sosial Budaya
Reporter: Muhammad Naufal
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Bayu Septianto
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Bayu Septianto
Masuk tirto.id


































