tirto.id - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkapkan bahwa pendanaan untuk pembangunan gedung Majelis Ulama Indonesia (MUI) di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI) berpotensi menggunakan anggaran dari Kementerian Agama (Kemenag).
Prasetyo menjelaskan bahwa pemerintah masih mengkaji mekanisme terbaik untuk mengalokasikan anggaran pembangunan gedung baru bagi para ulama tersebut.
"Kalau itu kan masalah cara menyalurkan saja ya. Bisa dari lewat Kemenag, bisa enggak lewat Kemenag juga," ujar Prasetyo kepada awak media di kawasan Gambir, Jakarta, Selasa (10/2/2026).
Saat ini, kata Prasetyo, rencana proyek tersebut masih dalam tahap finalisasi desain.
Meskipun anggarannya tengah dibahas, Prasetyo memastikan fisik gedung tersebut belum ada.
Ia membenarkan pernyataan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid sebelumnya bahwa lokasi pembangunan akan memanfaatkan lahan bekas Kedutaan Besar Inggris di jantung ibu kota.
"Tanahnya itu [eks Kedutaan Inggris]. Iya [pembangunan dimulai dari nol]." imbuhnya singkat.
Pembangunan gedung ini merupakan bagian dari janji Presiden Prabowo Subianto untuk memberikan fasilitas yang representatif bagi MUI.
Prabowo sebelumnya merencanakan gedung tersebut akan dibangun setinggi 40 lantai sebagai simbol penghormatan dan penguatan peran ulama dalam pembangunan bangsa di Indonesia.
"Saya sebagai Presiden Indonesia, saya telah menyediakan lahan di depan Bundaran HI, sebesar kurang lebih 4.000 [meter] untuk gedung bagi MUI, dan bagi badan-badan umat Islam seperti badan zakat nasional dan lembaga-lembaga lain, termasuk ormas-ormas Islam yang membutuhkan ruangan, kita akan bangun gedung," ujar Prabowo di acara pengukuhan pengurus MUI di Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu (7/2/2026).
Prabowo menyebutkan, ide pembangunan gedung tinggi tersebut juga merupakan respons atas permintaan dari Imam Besar Masjid Istiqlal sekaligus Menteri Agama, Nasaruddin Umar.
"Ini permintaan Imam Besar Istiqlal Prof Nasaruddin, kepada saya berapa bulan yang lalu. Permintaan beliau juga sebagai Menteri Agama menyampaikan Pak kantor MUI sekarang enggak jelas di mana," tuturnya.
Penulis: Mochammad Fajar Nur
Editor: Farida Susanty
Masuk tirto.id

































