Menuju konten utama

Pembangunan 6.220 Huntap di Aceh Dimulai September 2026

Pemerintah merencanakan pembangunan 7.952 unit huntap di tiga provinsi dengan alokasi anggaran Rp2,2 triliun. Sebanyak 6.220 unit huntap berada di Aceh.

Pembangunan 6.220 Huntap di Aceh Dimulai September 2026
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dalam konferensi pers Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Bencana Sumatera di Kantor Kemendagri, Jakarta, Selasa (21/7/2026). tirto.id/ M Fajar Nur.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Pemerintah menargetkan pembangunan hunian tetap (huntap) bagi masyarakat terdampak bencana di Aceh mulai berlangsung secara masif pada September 2026.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menegaskan proses tender telah berjalan dan pemerintah kini berfokus pada penyelesaian lahan agar pembangunan tidak mengalami hambatan.

"Proses tender sudah berjalan, kita siap membangun bulan September. Mudah-mudahan tidak terlalu lama lagi September kita sudah mulai pembangunan secara masif di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara," katanya.

Menurutnya, salah satu perhatian utama pemerintah adalah memastikan seluruh lahan yang akan digunakan telah berstatus jelas sebelum proyek dimulai. Ia mengingatkan agar penyelesaian administrasi lahan tidak tertinggal setelah proses tender selesai.

Selain itu, Maruarar menekankan lokasi huntap harus dipastikan aman dari potensi bencana serta memiliki akses yang memadai terhadap fasilitas umum. Hal tersebut dinilai penting agar masyarakat bersedia menempati hunian yang dibangun.

"Lahan yang disiapkan harus benar-benar aman. Jangan kita memindahkan masyarakat yang terkena bencana ke daerah yang tidak aman juga. Selain itu akses ke sekolah, pasar, rumah sakit, dan tempat ibadah juga jangan terlalu jauh," ujarnya.

Khusus di Aceh, pemerintah merencanakan pembangunan 6.220 unit huntap sebagai bagian dari program pembangunan 7.952 unit di tiga provinsi dengan total anggaran mencapai Rp2,2 triliun. Selain di Aceh, pembangunan juga mencakup 919 unit di Sumatera Utara dan 813 unit di Sumatera Barat.

Maruarar menjelaskan huntap yang dibangun melalui anggaran tersebut berbentuk kawasan atau kompleks hunian terpadu. Sementara pembangunan rumah permanen secara individual akan menjadi tanggung jawab Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Di luar program yang dibiayai APBN, pembangunan huntap melalui skema gotong royong juga terus berjalan. Hingga saat ini, sekitar 500 unit huntap telah rampung dibangun dari target 2.603 unit di tiga provinsi terdampak.

Pemerintah berharap pembangunan huntap di Aceh dapat segera dimulai sesuai jadwal pada September mendatang sehingga masyarakat terdampak bencana dapat memperoleh hunian permanen yang aman, layak, dan dekat dengan pusat aktivitas sehari-hari.

tirto.id merupakan salah satu media di Indonesia yang telah tersertifikasi IFCN (International Fact Checking Network).

(INFO KINI)

Penulis: Tim Media Servis