Menuju konten utama

PDIP Nilai Gagasan Partai Super Tbk Jokowi Bentuk Kritik ke PSI

Guntur Romli menuding Jokowi hendak melindungi Kaesang agar memiliki otoritas dan tambahan kekuatan dalam menjadi ketua umum di PSI.

PDIP Nilai Gagasan Partai Super Tbk Jokowi Bentuk Kritik ke PSI
Ketua Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep (kiri) memasangkan jaket PSI kepada Ketua Umum Partai Gerindra yang juga calon presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto (kedua kanan) dan disaksikan Sekjen PSI Raja Juli Antoni (kanan) pada puncak perayaan HUT ke-9 PSI di Stadion Jatidiri, Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (9/12/2023).ANTARA FOTO/Makna Zaezar/YU

tirto.id - Juru Bicara PDIP, Guntur Romli, menafsirkan bahwa keinginan Presiden RI ke-7, Joko Widodo (Jokowi), untuk membentuk partai Super Tbk merupakan bentuk kritik kepada otoritarianisme Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang ketua umumnya saat ini dijabat oleh, Kaesang Panagrep, putra bungsu Jokowi.

Guntur Romli berpendapat bahwa PSI adalah bentuk partai otoritarian di Indonesia. Hal ini karena kekuasaan mutlaknya ada di tangan Dewan Pembina yang saat ini diketuai oleh Jeffrie Geovanie dan sekretarisnya, Raja Juli Antoni.

"Dan Jeffrie Geovanie adalah pemilik sesungguhnya PSI. Bukan Kaesang Pangarep, anak Jokowi, meskipun menjabat sebagai Ketua Umum PSI," kata Guntur dalam keterangan pers, Jumat (7/3/2025).

Guntur Romli, yang pernah menjadi kader PSI, mengutip Pasal 16 dalam AD/ART PSI yang menjelaskan jika Dewan Pembina memiliki kewenangan yang absolut dan tak terbatas.

Bahkan dalam ayat 6 disebutkan jika "Dewan Pembina memiliki wewenang untuk memutuskan, menyetujui, membatalkan seluruh kebijakan Partai di semua jenjang struktur Partai."

"Karena itu jabatan Kaesang Pangarep sebagai Ketua Umum di PSI tidak punya arti apa-apa karena di bawah bayang-bayang dan di bawah kendali Dewan Pembina PSI," kata Guntur.

Oleh karenanya, Guntur berprasangka jika ide Jokowi soal partai Super Tbk ditujukan terhadap struktur kepemimpinan dan kepemilikan yang ada di PSI, bahwa partai tersebut dikuasai dan dimiliki oleh Dewan Pembina, tidak dipimpin oleh ketua umum.

Oleh karenanya, Guntur menuding Jokowi hendak melindungi Kaesang agar memiliki otoritas dan tambahan kekuatan dalam menjadi ketua umum di PSI.

"Usulan Jokowi soal "Super Tbk" adalah upaya untuk melindungi dan mendukung anaknya Kaesang Pangarep yang menjabat Ketua Umum PSI tapi masih dalam bayang-bayang dan kendali Dewan Pembina PSI," kata dia.

Guntur menyebut cara pandang Jokowi terhadap partai politik menggunakan kacamata perusahaan. Oleh karenanya dia mempertanyakan siapa investornya jika partai Super TBK jadi terealisasi.

"Kalau mau menjadi Super Tbk siapa investor yang akan memiliki saham mayoritas di PSI nanti? Apakah Jokowi dan Kaesang?" katanya.

Baca juga artikel terkait PARTAI SOLIDARITAS INDONESIA atau tulisan lainnya dari Irfan Amin

tirto.id - Politik
Reporter: Irfan Amin
Penulis: Irfan Amin
Editor: Bayu Septianto