Menuju konten utama

Pasokan Pangan Indonesia Diklaim Aman 324 Hari ke Depan

Mentan merinci, saat ini produksi beras nasional antara 2,6-5,7 juta ton per bulan, di atas konsumsi rata-rata nasional yang mencapai 2,59 juta ton.

Pasokan Pangan Indonesia Diklaim Aman 324 Hari ke Depan
Menteri Pertanian Amran Sulaiman memberikan keterangan pers usai mengikuti rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (20/11/2025). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/bar
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, menyebut pasokan pangan nasional berada dalam kondisi aman dan terkendali. Berdasarkan data terbaru per Maret 2026, ketersediaan pangan, khususnya beras, dinilai mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam jangka panjang, mencapai 324 hari ke depan atau sekitar 10,8 bulan.

“Kalau kita lihat data hari ini, ketersediaan pangan kita sangat aman. Total stok beras nasional cukup untuk 324 hari ke depan atau sekitar 10,8 bulan, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir,” ujarnya dalam konferensi pers di Kantor Pusat Kementan, Jumat (6/3/2026).

Amran merinci, saat ini produksi beras nasional antara 2,6-5,7 juta ton per bulan, di atas konsumsi rata-rata nasional yang mencapai 2,59 juta ton per bulan. Sementara, total ketersediaan beras nasional saat ini mencapai 27,99 juta ton, yang terdiri dari stok Perum Bulog sebesar 3,76 juta ton, stok masyarakat sekitar 12,50 juta ton, serta standing crop atau padi siap panen sebesar 11,73 juta ton.

"Di luar produksi yang terus berlangsung, stok yang ada tersebut diperkirakan mampu mencukupi kebutuhan untuk hampir setahun ke depan," lanjutnya.

Bahkan, stok beras pemerintah yang dikelola Bulog juga terus meningkat. Diperkirakan, dalam dua bulan ke depan, stok beras Bulog dapat menembus 5 juta ton, seiring dengan masuknya hasil panen raya di berbagai daerah.

Sejalan dengan peningkatan stok, produksi beras nasional juga menunjukkan tren yang positif. Pada periode Januari hingga Mei 2026, produksi beras tercatat mencapai sekitar 16,92 juta ton, dengan rata-rata produksi bulanan berkisar antara 2,6 hingga 5,7 juta ton.

Menurut Amran, tingginya produksi beras menjadi bukti bahwa sektor pertanian nasional tetap kuat meskipun dihadapkan pada berbagai tantangan global.

“Produksi kita tetap terjaga. Bahkan dalam beberapa bulan produksi bisa mencapai 5,7 juta ton, sehingga pasokan domestik sangat kuat,” katanya.

Ketersediaan pasokan pangan ini berbanding terbalik dengan kapasitas penyimpanan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang hanya mampu mencapai 21-25 hari. Karena itu, kini Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama Dewan Energi Nasional (DEN) tengah mengupayakan agar kapasitas penyimpanan BBM Indonesia bisa lebih dari 25 hari.

"Bukan karena kita tidak bisa menyiapkan lebih dari 23 hari. Karena memang daya tampungnya nggak ada. Nah sekarang ini pemerintah dibawah arahan Bapak Presiden Prabowo, memerintahkan kepada kami untuk segera membangun storage, supaya ketahanan energi kita ada," jelas Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (4/3/2026).

Baca juga artikel terkait CADANGAN PANGAN atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Flash News
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Farida Susanty