Menuju konten utama

Panduan Cara Sinkronisasi Dapodik 2026 dengan Cepat

Aplikasi Dapodik versi terbaru, Dapodik 2026.a, memerlukan sinkronisasi. Simak langkah-langkah sinkronisasi dan cara mengatasi jika terjadi gagal sinkron.

Panduan Cara Sinkronisasi Dapodik 2026 dengan Cepat
Ilustrasi orang menggunakan laptop. FOTO/iStockphoto

tirto.id - Kemendikdasmen mengumumkan informasi rilis aplikasi Dapodik versi 2026.a dalam rangka penyesuaian dan perbaikan di beberapa fitur aplikasi Dapodik semester gasal tahun ajaran 2025/2026. Simak panduan sinkronisasi Dapodik versi 2026.a dengan cepat.

Melalui surat edaran bertanggal 12 Agustus 2025 lalu, Dapodik versi terbaru, yakni 2026.a, resmi dirilis. Aplikasi Data Pokok Pendidikan (Dapodik) terbaru itu dirilis dalam bentuk patch.

Terdapat beberapa perbaikan aplikasi Dapodik 2026.a dari versi sebelumnya. Salah satunya yakni perbaikan validasi lokal setelah proses mutasi keluar GTK.

Untuk memenuhi pembaruan data dalam Dapodik, perlu adanya sinkronisasi Dapodik versi 2026.a. Sinkronisasi disebut juga proses kirim data aplikasi Dapodik.

Sinkronisasi aplikasi Dapodik merupakan sebuah fitur yang berfungsi untuk melakukan pengiriman data. Di antaranya meliputi data sekolah, data sarana-prasarana (sarpras), data peserta didik, data guru dan tenaga kependidikan, data rombel, data anggota rombel, data pembelajaran, data nilai, serta data jadwal.

Perlu diketahui, saat pengisian dan perbaikan data dan perbaikan data dilakukan, meskipun kondisi komputer/laptop terkoneksi jaringan internet, bukan berarti data secara otomatis terkirim ke server. Data terkirim ke server pusat pada saat melakukan sinkronisasi aplikasi Dapodik.

Adapun metode pengiriman data dengan sinkronisasi merupakan pengiriman data secara dua arah. Pertama, dari lokal ke server, lalu pada waktu yang bersamaan dari server ke lokal.

1. Lokal ke server

Proses sinkronisasi untuk mengirimkan pengubahan data dari aplikasi Dapodik di sekolah ke server pusat di Kemendikdasmen secara langsung.

2. Server ke lokal

Proses sinkronisasi untuk mengirimkan pengubahan data dari Manajemen Dapodik, Validasi Pusat, VervalSP, VervalPD, VervalPTK, dan Referensi di server pusat Kemendikdasmen ke aplikasi Dapodik di sekolah secara langsung.

Jika sekolah melakukan proses tarik data PTK, tarik data peserta didik, untuk memindahkan data pengubahan di Manajemen Dapodik diperlukan sinkronisasi aplikasi Dapodik.

Lalu, bagaimana cara sinkronisasi Dapodik 2026.a dan juga cara mengatasi jika gagal?

Cara Sinkronisasi Dapodik 2026.a

Terdapat serangkaian langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk sinkronisasi Dapodik versi 2026.a. Berikut ini cara sinkronisasi Dapodik 2026.a:

  • Untuk melakukan sinkronisasi, lakukan proses validasi pada menu validasi lokal, cek semua tabel dan pastikan semua data bebas dari data invalid.
  • Pilih menu “Sinkronisasi” setelah proses validasi selesai. Di dalamnya terdapat sebuah notifikasi persetujuan pengiriman data yang menerangkan pernyataan kepala sekolah terkait kepentingan kebenaran dan integritas data. Kepala sekolah harus melakukan persetujuan pengiriman dengan mengklik tombol setuju pada notifikasi pernyataan pengiriman data yang muncul.
  • Setelah masuk pada menu “Sinkronisasi”, terdapat tabel daftar pengubahan yang sudah dilakukan oleh petugas pendataan.
  • Kondisi status koneksi harus menjadi “Online” untuk bisa melakukan sinkronisasi
  • Bila kondisi sudah terhubung internet, klik tombol “Sinkronisasi” untuk mengirimkan data aplikasi Dapodik.
  • Saat proses sinkronisasi berlangsung, progress dalam bentuk persentase akan ditampilkan.
  • Jika sinkronisasi sudah selesai, akan tampil beberapa informasi, seperti waktu, status, tautan pengecekan hasil sinkronisasi, dan informasi terbaru lainnya.

Cara Mengatasi Gagal Sinkron Dapodik 2026.a

Sewaktu melakukan sinkronisasi, sangat mungkin terjadi gagal sinkron Dapodik 2026.a. Hal ini karena proses sinkronisasinya bisa memakan waktu lebih dari 2 jam.

Untuk mengatasinya, pengguna perlu menonaktifkan “Screen and sleep” pada menu pengaturan “Power and battery” di laptop/komputer masing-masing. Ini dapat membantu pengguna agar tidak mengalami gagal sinkron aplikasi Dapodik 2026.a karena sewaktu-waktu perangkat mati daya.

Hal yang perlu dilakukan adalah memilih “Never” pada pengaturan menu-menu pada “Screen and sleep”. Di antaranya, yakni:

  • “On battery power, turn off my screen after”, pilih “Never”
  • “When plugged in, turn off my screen after”, pilih “Never”
  • “On battery power, put my device to sleep after", pilih “Never”
  • “When plugged in, put my device to sleep after”, pilih “Never”
Setelah itu, lakukan sinkronisasi sesuai langkah-langkah. Karena membutuhkan waktu banyak, proses sinkronisasi dapat ditinggal, sementara laptop/komputer tetap menyala setelah diatur dengan pengaturan tersebut.

Untuk menghemat waktu, terdapat tips lain. Pengguna dapat menghindari membuka tab lain dalam perangkat yang sama. Usahakan saat melakukan sinkronisasi hanya fokus pada aplikasi Dapodik 2026.a dan tidak sedang membuka halaman lain agar prosesnya tidak memakan waktu terlalu lama.

Pembaca yang ingin membaca artikel sejenis terkait informasi pendidikan dapat mengakses tautan berikut ini.

Link Artikel tentang Pendidikan

Baca juga artikel terkait DAPODIK atau tulisan lainnya dari Umu Hana Amini

tirto.id - Edusains
Kontributor: Umu Hana Amini
Penulis: Umu Hana Amini
Editor: Wisnu Amri Hidayat