tirto.id - Operasional Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai akan dihentikan sementara pada Kamis (19/3/2026) karena bertepatan dengan Hari Raya Nyepi. Pihak manajemen Bandara Ngurah Rai telah menerbitkan Notice to Airmen (NOTAM) terkait penghentian operasional bandara selama Nyepi.
"Nyepi akan dimulai dari tanggal 19 pukul 06.00 WITA sampai tanggal 20 pukul 06.00 WITA selama 24 jam. Diprediksi memang kurang lebih akan ada 440 movement atau pesawat yang berhenti beroperasi selama kegiatan Nyepi," terang Airport Operation and Security Services Bandara I Gusti Ngurah Rai, Goentoro, di Bandara Ngurah Rai, Senin (09/03/2026).
Meskipun akan dihentikan sementara pada Nyepi, Bandara Ngurah Rai memprediksi terjadi pertumbuhan pergerakan penumpang sebesar 1 persen dibandingkan tahun sebelumnya selama periode libur Lebaran 2026. Angka tersebut setara dengan 1.130.436 penumpang dengan 6.700 pergerakan pesawat.
Goentoro mengatakan optimisme tersebut disebabkan karena jangka waktu kegiatan work from anywhere (WFA) dan libur sekolah yang cukup panjang, yakni 16–27 Maret 2026. Selain itu, terdapat permintaan penerbangan tambahan (extra flight) dari maskapai penerbangan.
"Sudah ada 4 maskapai penerbangan yang sudah mengajukan, mulai dari Citilink, Lion Air, Air Asia, dan Pelita Air. Untuk penambahan rute, yakni rute Cengkareng, Surabaya, Labuan Bajo, dan Balikpapan. Inilah yang menambah optimisme kami bahwa ada pertumbuhan meskipun hanya 1 persen," ungkapnya.
Puncak arus mudik diprediksi terjadi pada tanggal 18 Maret atau satu hari sebelum Nyepi dengan 71.000 orang penumpang, sementara puncak arus balik diperkirakan terjadi pada 27–28 Maret.
Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang tersebut, Bandara Ngurah Rai menyiapkan dua lokasi posko, yakni di Terminal Kedatangan Domestik dan posko lalu lintas di perlintasan dekat pintu masuk Bandara Ngurah Rai.
"Kami mengerahkan kurang lebih 2.900 personel untuk membantu selama periode Lebaran dan menyiapkan segala prosedur, memastikan kesiapan fasilitas dari sisi udara, terminal, dan landscape. Termasuk memastikan keterpenuhan jam operasi bandara. Kita akan beroperasi 24 jam dengan kolaborasi dan koordinasi antara pemangku kepentingan," pungkas Goentoro.
Penulis: Sandra Gisela
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama
Masuk tirto.id

































