Menuju konten utama

Mensos Tinjau Operasi Katarak Gratis Bagi 10 Ribu Warga NTB

Kemensos targetkan 10 ribu operasi katarak gratis pada 2026, dengan 500 penerima di NTB melalui kolaborasi pemerintah dan filantropi.

Mensos Tinjau Operasi Katarak Gratis Bagi 10 Ribu Warga NTB
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) saat meninjau pelaksanaan bakti sosial operasi katarak di RS Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (17/4/2026). .foto/Dok. Kemensos

tirto.id - Menteri Sosial Saifullah Yusuf meninjau pelaksanaan operasi katarak gratis di RS Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Jumat (17/4/2026). Program ini menjadi bagian dari upaya perluasan akses layanan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu.

Kementerian Sosial menggandeng pemerintah daerah dan lembaga filantropi untuk menekan biaya operasi sekaligus memperluas jangkauan penerima manfaat. Intervensi ini diarahkan untuk mengatasi gangguan penglihatan yang kerap menghambat produktivitas masyarakat.

“Ini bagian dari program Kementerian Sosial bekerja sama dengan pemerintah daerah dan juga filantropi untuk memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujar Saifullah Yusuf dalam siaran pers yang diterima tirto ada Jum'at (17/4/2026).

Pada 2026, Kemensos menargetkan 10 ribu penerima manfaat operasi katarak secara nasional. Di NTB, program ini menyasar 500 orang yang tersebar di Kabupaten Bima dan Kota Bima sebanyak 165 orang, Lombok Tengah 100 orang, serta Lombok Timur, Lombok Utara, dan Lombok Barat sebanyak 235 orang.

Tahap awal di Lombok Tengah mencakup 100 warga yang telah menjalani proses screening dan siap dioperasi. Pelaksanaan lanjutan dijadwalkan berlangsung pada 9 Mei 2026 di RS Mandalika dan 25 Mei 2026 di Kota Bima.

Saifullah Yusuf menilai kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan program ini, terutama dalam menekan biaya layanan. Ia menyebut keterlibatan tenaga medis, rumah sakit, dan donatur memungkinkan layanan diberikan secara gratis.

“Semua berkontribusi, dari dokter, rumah sakit, hingga para donatur. Inilah gotong royong yang membuat layanan ini bisa dinikmati masyarakat secara gratis,” katanya.

Selain meninjau pelaksanaan, Mensos juga menyerahkan penghargaan kepada pihak yang terlibat, termasuk pemerintah daerah dan organisasi profesi dokter mata. Apresiasi diberikan atas dukungan dalam memperluas akses layanan kesehatan berbasis kolaborasi.

Salah satu penerima manfaat, Lalu Mustafa (60), mengaku terbantu dengan program tersebut setelah mengalami gangguan penglihatan selama satu tahun terakhir. Ia berharap operasi yang dijalani dapat memulihkan fungsi penglihatannya.

“Prosesnya cepat, sekitar satu jam dari screening sampai operasi. Mudah-mudahan setelah ini penglihatan saya bisa terang,” ujar Mustafa.

(INFO KINI)

Penulis: Tim Media Servis