Menuju konten utama

Okky Madasari: Kepala Pesantren Mengendalikan Suara Santri

Ia juga memetakan alasan pemilih memilih paslon Prabowo-Gibran, salah satunya arahan dari "atas". 

Okky Madasari: Kepala Pesantren Mengendalikan Suara Santri
Ilustrasi santri pesantren. FOTO/iStockphoto

tirto.id - Penulis dan pendiri Omong-Omong Media, Okky Madasari, dalam penelitiannya menemukan keterlibatan kepala pesantren yang bergerak masif memberikan uang untuk menentukan pilihan para santri pada Pemilu 2024.

Pemantauan Okky dilakukan di enam provinsi, yakni DKI Jakarta dan Jawa Barat (Jabodetabek), Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, dan Sulawesi Selatan.

“Di beberapa pesantren kita menemukan bahwa ada arahan, bujukan berupa pemberian uang langsung dari kepala pesantren terhadap santri, nilainya dari yang ratusan ribu hingga satu juta per orang untuk memilih salah satu paslon,” ujarnya dalam konferensi pers Jaga Pemilu, Jakarta, Sabtu (17/2/2024).

Menurut Okky, insentif pemberian dari kepala pesantren yang ditemukan ternyata menjadi faktor kunci bagi pemilih untuk memutuskan pilihannya.

Dia juga melihat bahwa pola keterpilihan calon presiden dan wakil presiden lebih terstruktur mengarah ke paslon nomor urut 2, Prabowo-Gibran.

“Insentif ini sebagai salah satu faktor kunci bagi pemilih untuk memutuskan pemilihannya, karena di banyak TPS yang kami pantau, paslon 02 memenangkan pilihan,” ucap Okky.

Lebih lanjut, Okky yang tergabung dengan Lembaga Sipil Pemantau Pemilu, memetakan alasan pemilih memilih paslon Prabowo-Gibran. Dalam temuannya, dia melihat bahwa salah satu faktornya lantaran ada arahan dari “atas”.

“Yang kami temukan [alasan memilih Prabowo] karena kasihan sudah berulang kali kalah, karena ingin minum susu gratis, ada arahan dari ‘atas’--saya ilustrasikan seperti kiai, lalu karena takut bansos tidak dilanjutkan, kemudian karena figur gemoy, dan kehadiran anak Jokowi,” ujarnya.

Baca juga artikel terkait PEMILU 2024 atau tulisan lainnya dari Faesal Mubarok

tirto.id - News
Reporter: Faesal Mubarok
Penulis: Faesal Mubarok
Editor: Irfan Teguh Pribadi