Nusron Wahid Ingatkan Cak Imin Jangan Sombong

Reporter: Fransiskus Adryanto Pratama, tirto.id - 30 Nov 2023 15:48 WIB
Nusron Wahid meminta setiap pemimpin bangsa tak boleh memiliki sifat sombong, seperti yang ditunjukkan Muhaimin Iskandar.
tirto.id - Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, Nusron Wahid, mengingatkan cawapres nomor urut 1, Muhaimin Iskandar alias Cak Imin, tak boleh sombong.

Hal itu disampaikan Nusron merespons pernyataan Cak Imin yang menyatakan Indonesia bisa bahaya bila Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar tak menang pada Pilpres 2024.

Pernyataan Cak Imin itu disampaikan dalam konsolidasi pemenangan Anies-Muhaimin (Amin) untuk seluruh anggota DPR-RI, DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) seluruh Indonesia.

“Masyaallah, jangan sombong," kata Nusron kepada wartawan di Jakarta, Kamis (30/11/2023).

Nusron lantas mengutip pernyataan ulama Imam Ghazali yang mengatakan baik buruknya manusia, hancur atau kokohnya manusia karena keangkuhannya.

"Seharusnya pemimpin itu optimistis ya, mengajak untuk membangun bersama Indonesia yang kita cintai. Bukan malah seperti itu," ucap Nusron.

Menurut politikus Partai Golkar itu, sifat sombong harus dihindari oleh pemimpin bangsa ini.

“Allah tidak akan menciptakan kehancuran suatu bangsa selama umat manusia yang menjadi penghuninya tidak sombong, siapa pun yang menjadi pemimpinnya," tutur Nusron.

Menurut Nusron, peserta capres-cawapres saat ini, orang-orang pilihan, sehingga siapa pun yang menjadi pemenang dalam Pilpres 2024 nanti adalah pilihan terbaik yang jauh dari sifat sombong dan angkuh.

“Langit yang ditugaskan untuk menjaga kedamaian dan menjaga jagat dari kehancuran. Semoga Allah meridhoi, dan semoga kita semua, pemimpin dan rakyat Indonesia dijauhkan dari kesombongan.” pungkas Nusron Wahid.


Baca juga artikel terkait PILPRES 2024 atau tulisan menarik lainnya Fransiskus Adryanto Pratama
(tirto.id - Politik)

Reporter: Fransiskus Adryanto Pratama
Penulis: Fransiskus Adryanto Pratama
Editor: Bayu Septianto

DarkLight