Menuju konten utama

Nilai Perdagangan Bursa Karbon RI hingga 26 April 2024 Rp35,3 M

Sektor keuangan dan manufaktur mendominasi pembeli unit karbon di Indonesia. Di antaranya Bank Central Asia, Bank CIMB Niaga, dan Bank Mandiri.

Nilai Perdagangan Bursa Karbon RI hingga 26 April 2024 Rp35,3 M
Presiden Joko Widodo berpidato saat peresmian bursa karbon Indonesia di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (26/9/2023).ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/tom.

tirto.id - Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik, menyebut nilai perdagangan bursa karbon Indonesia atau IDXCarbon akhir 26 April 2024 sekitar Rp35,30 miliar.

Menurutnya, sejak diluncurkan hingga akhir April kemarin, BEI mencatat transaksi bursa karbon sebesar 572.063 ton setara karbondioksida (tonCO2e). Sementara itu, pengguna jasa karbon dilaporkan hanya 57 perusahaan

Dari catatan Jeffrey, sektor keuangan dan manufaktur mendominasi pembeli unit karbon di Indonesia. Secara rinci, pembeli tersebut yakni PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA), PT Bank DBS Indonesia, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT BNI Sekuritas, dan PT BRI Danareksa Sekuritas.

Potensi bursa karbon saat ini sangat besar seiring masih banyaknya pendaftar yang tercatat di Sistem Registri Nasional Pengendalian Perubahan Iklim (SRN-PPI). IDXCarbon juga memiliki potensi tinggi unit karbon yang ditawarkan.

Selain itu, bursa karbon Indonesia dijamin melalui Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 14 Tahun 2023 tentang Perdagangan Karbon Melalui Bursa Karbon.

Baru-baru ini, PT PLN Nusantara Power (NP), Subholding PT PLN (Persero), mengumumkan akan berperan aktif dalam perdagangan karbon di IDXCarbon sebagai komitmen perusahaan melakukan transisi energi menuju target net zero emission (NZE) pada 2060.

"PLN Nusantara Power akan meningkatkan volume karbon yang siap diperdagangkan hingga dua kali lipat dibandingkan tahun lalu, serta mendorong pembangunan pembangkit berbasis energi baru dan terbarukan (EBT)," kata Direktur Management Human Capital dan Administrasi PLN NP, Karyawan Aji, dikutip dari Antara, (23/4/2024).

Aji menuturkan, pihaknya menargetkan perdagangan emisi karbon setara 2 juta ton setara karbondioksida (tonCO2e) pada 2024.

PT PLN Nusantara Power (NP) juga sedikitnya memiliki 13 pembangkit listrik yang akan terlibat dalam perdagangan karbon tahun ini.

Baca juga artikel terkait BURSA KARBON atau tulisan lainnya dari Faesal Mubarok

tirto.id - Flash news
Reporter: Faesal Mubarok
Penulis: Faesal Mubarok
Editor: Irfan Teguh Pribadi