Menuju konten utama

3 Naskah Drama Paskah Singkat: Teladan dan Kisah Sengsara Yesus

Naskah drama Paskah singkat bisa menjadi inspirasi bagi umat Kristiani untuk merayakan peringatan tersebut. Berikut ini 3 contoh naskah drama Paskah.

3 Naskah Drama Paskah Singkat: Teladan dan Kisah Sengsara Yesus
Ilustrasi Paskah. Adapun naskah drama Paskah singkat dapat menjadi referensi bagi seluruh umat Kristiani saat peringatan terkait. FOTO/iStockphoto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Umat Kristiani di seluruh dunia memperingati perayaan Paskah setiap tahunnya. Untuk memeriahkan suasana, umat dapat mempersiapkan naskah drama Paskah singkat tertentu.

Selain menghadiri ibadah di gereja, banyak komunitas yang mengadakan acara pendukung selama Paskah. Contohnya adalah menggelar pentas drama.

Pentas drama dalam Paskah dapat mengajarkan penonton terhadap makna peringatan tersebut. Dari contoh naskah drama Paskah singkat di dalam artikel ini, umat Kristiani bisa mengubahnya sesuai kebutuhan.

3 Naskah Drama Paskah Singkat

Ada banyak kisah yang bisa menjadi dasar penulisan naskah drama Paskah singkat. Berikut ini 3 inspirasi naskah drama Paskah yang dapat menjadi referensi.

1. Teladan Yesus

Referensi dari drama Paskah ini adalah Injil Yohanes 13: 34-35, yaitu "Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi. Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku , yaitu jikalau kamu saling mengasihi”.

Instrumen: SAD ROMANCE VIOLIN-4.37

Narator (Pria): Bergulirnya waktu menyambut Hari Raya Paskah semakin dekat. Yesus dan dua belas murid yang sangat dikasihi-Nya bersama-sama dalam suatu perjamuan malam.

Sementara itu, Yesus telah tahu bahwa saatnya sudah tiba untuk beralih dari dunia ini kepada Bapa-Nya. Hati Yesus diliputi oleh perasaan haru yang mendalam karena kasih-Nya begitu besar kepada para murid-Nya.

Yesus: “Aku sangat rindu makan Paskah ini bersama-sama dengan kamu, sebelum Aku menderita. Karena Aku tidak akan memakannya lagi hingga kegenapan di dalam Kerajaan Allah.”

Narator: Segala sesuatu telah diserahkan kepada Yesus, dan Yesus menggunakannya untuk menggenapi misi dari Allah. Yesus datang karena Dia mengasihi dunia yang berdosa. Dan Ia ingin memberikan keselamatan kepada orang-orang yang percaya kepada-Nya.

Ia memilih murid-murid-Nya untuk melayani bersama-sama dengan-Nya. Kasih Yesus kepada murid-murid-Nya tidak berkesudahan. Ia terus mengasihi mereka meskipun Dia tidak ada lagi bersama-sama dengan mereka. Lalu bangunlah Yesus dan menanggalkan jubah-Nya. Ia mengambil sehelai kain lenan dan mengikatkannya pada pinggang-Nya.

Kemudian Ia menuangkan air ke dalam sebuah basi. Para murid dalam posisi duduk bercakap-cakap satu sama lain dan makan jamuan malam (buah-buahan). Kemudian Yesus membasuh kaki murid-murid-Nya lalu menyekanya dengan kain yang terikat pada pinggang-Nya itu.

Murid yg pertama dan kedua menurut untuk dibasuh kakinya meskipun mereka tampak bingung. Dan sekarang sampai giliran Petrus.

Instrumen: AVE Maria–2.48

Petrus: ”Apa yang Kau lakukan Tuhan, masa Engkau hendak membasuh kakiku?"

Yesus: "Petrus, apa yang Aku perbuat, engkau tidak tahu sekarang, tetapi suatu saat engkau akan mengerti."

Petrus: "Tidak! Engkau tidak boleh membasuh kakiku sampai kapan pun."

Yesus: "Jika Aku tidak membasuh engkau, engkau tidak mendapat bagian dalam Aku."

Petrus: "Baiklah kalau memang harus begitu, jangan hanya kakiku saja, tetapi juga tangan dan kepalaku!"

Yesus: "Petrus, orang yang telah mandi, ia tidak usah membasuh dirinya lagi cukup bersihkan kakinya saja. Kalian memang telah bersih, tapi tidak semuanya.”

(Yesus melanjutkan tindakan-Nya dan sesudah selesai, Ia mengenakan pakaian-Nya dan kembali ke tempat- Nya)

Instrumen: SAD INSTRUMENT CELLO MUSIK–3.20

Narator: Pernyataan kasih Yesus yang begitu besar, ditunjukkan-Nya dengan membasuh kaki murid-murid-Nya. Di tanggalkan jubah ke-Allahan dan mengambil tempat terendah untuk melayani manusia yang berdosa. Yesus telah memilih apa yang tidak dipilih oleh banyak orang.

Dengan membasuh kaki murid-murid-Nya, Dia menunjukkan keagungan nilai yang hakiki bahwa hidup dimaknai bukan dari sekedar melayani dan merendahkan diri, namun juga pada penyucian hati atas dosa, atas kekotoran, atas kebencian yang hanya dapat dilakukan oleh kasih Yesus sendiri melalui darah-Nya yang mengalir di kalvari.

Yesus: "Mengertikah kamu apa yang telah Ku perbuat padamu? Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan dan memang Aku Guru dan Tuhan. Aku telah membasuh kakimu, maka kamu pun wajib saling membasuh kakimu.

Aku memberimu teladan supaya kamu berbuat seperti apa yang telah Ku lakukan. Aku tahu siapa yang telah Ku pilih, tetapi firman ini tetap harus digenapi: orang yang makan roti-Ku, telah mengangkat tumitnya terhadap Aku. Seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku.”

(Murid-murid itu memandang seorang kepada yang lain, mereka ragu-ragu siapa yang dimaksudkan-Nya)

Matius: “Bukan aku kan, Tuhan?"

Petrus: “Tanyalah siapa yang dimaksudkan-Nya!"

Yohanes: “Tuhan, siapakah yang Kau maksud itu?”

Yesus: “Dialah orang yang akan Ku berikan roti setelah Aku mencelupkannya.”

(Sesudah berkata demikian Ia mengambil roti. Kemudian mencelupkan dan memberikannya kepada Yudas, anak Simon Iskariot)

Yudas: “Bukan aku, ya Rabbi?"

Yesus: “Engkau telah mengatakannya. Apa yang akan kau perbuat, perbuatlah dengan segera.”

(Yudas menerima roti itu lalu segera pergi)

Instrumen: MERPATI–1.00 (BACKGROUND BURUNG MERPATI)

Yesus: “Sekarang Anak Manusia dipermuliakan dan Allah dipermuliakan di dalam Dia.” Anak-anak-KU, tinggal sesaat lagi Aku ada di antara kamu, sekarang Aku memberikan perintah baru bagimu hiduplah dengan saling mengasihi!

Yesus menyanyikan lagu "PERINTAH BARU–NEW COMMANDEMENT".

Perintah baru Kuberi padamu, agar di antara kamu saling mengasihi sama seperti Aku mengasihimu. Sehingga orang akan tahu engkau murid-Ku, jikalau saling mengasihi.

Instrumen: KITARO SERENIDADE HD-PROSESI NINGGALIN PANGGUNG

BACKGROUND PANGGUNG: PROSESI PENYALIBAN Yesus

Instrumen: OOSHIMA MICHIRU–2.5

Narator (Wanita): Yesus memberikan perintah yang "baru" pada saat malam terakhir dari masa hidup-Nya sebagai manusia di bumi ini. Melalui ajaran dan teladan-Nya, Ia telah menunjukkan kepada murid-murid-Nya bahwa tindakan melakukan perintah-perintah-Nya itu, tidak lain adalah tindakan kasih.

“Kasih yang diamanatkan-Nya bagi kita begitu agung, mulia, dan sempurna. Namun dosa telah merusak citra kasih itu dan meninggalkan banyak luka dan kekecewaaan di sekitar kita. Manusia mencintai dirinya sendiri dan tidak lagi memedulikan sesamanya. Uang menjadi ukuran segala-galanya.

Mereka membual, menyombongkan diri, memfitnah, memberontak kepada orang tua dan tidak tahu berterima kasih. Mereka memandang rendah perintah agama yang mengajarkan kebenaran dan kebaikan. Kasih menjadi dingin, bahkan manusia tidak tahu lagi bagaimana mengasihi. Mereka tidak mau berdamai, mencela kekurangan sesama, bersikap kasar dan berbuat kejahatan semata-mata.

Betapa sedih hati Tuhan melihat dunia. Tidak seorang pun melakukan kebenaran di hadapan-Nya. Namun karena kasih-Nya, Dia relakan Anak Tunggal-Nya untuk menebus manusia menjadi umat kesayangan-Nya yang berharga di mata-Nya."

2. Kisah Sengsara Yesus

(Terdengar suara teriakan, tangisan, dan bunyi cambukkan kurang lebih 1 menit.)

Narator: "Ketika mereka telah puas menyiksa-Nya, mereka membawa Dia ke Bukit Tengkorak yang disebut Golgota."

(Para prajurit membawa Yesus dan masuk lagi dari arah yang berbeda diikuti oleh orang banyak.)

Narator: "Di sana mereka melepas pakaian-Nya dan menyalibkan Dia."

(Para prajurit melepas jubah ungu Yesus dan jubah luar-Nya dan membaringkan Dia di sebuah palang dan memaku tangan-Nya dengan palu. Yesus mengerang, para pengikut-Nya sedih dan meratap. Para prajurit meletakkan tulisan di atas-Nya.)

Narator: "Di atas kepala Yesus mereka meletakkan sebuah tulisan 'Inilah Yesus Raja Orang Yahudi'."

(Isak tangis terus berlanjut.)

Narator: "Di kaki salib Yesus ada Maria ibu Yesus, Maria istri Kleopas, Yohanes, dan Maria Magdalena. Para prajurit membaca tulisan di salib Yesus. Pilatus menuliskannya dalam bahasa Latin, Ibrani, dan Yunani."

Prajurit 1: "Selamatkanlah diri-Mu sendiri jika Kamu adalah Raja orang Yahudi!"

Prajurit 2: "Ya, turunlah dari salib itu jika Kamu memang pembuat mukjizat!"

Yesus: "Bapa, ampunilah mereka; mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat."

(Para prajurit menyalibkan penjahat 1, lalu ketika penjahat 1 berbicara prajurit menyalibkan penjahat 2.)

Narator: "Bersama dengan Dia, mereka juga menyalibkan dua penjahat, satu di sebelah kiri-Nya dan satu di sebelah kanan-Nya."

Penjahat 1: "Kata-Mu Kamu adalah Mesias! Selamatkanlah diri-Mu sendiri dan kami!"

Penjahat 2: "Apakah engkau tidak takut pada Tuhan? Dia sekarat seperti kita. Kita adalah penjahat, tetapi Dia tidak melakukan kejahatan apa pun. Yesus, ingatlah aku ketika Engkau sampai di Kerajaan-Mu."

Yesus: "Hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus."

Narator: "Yesus melihat ibu-Nya di kaki salib-Nya. Di sampingnya berdirilah salah satu murid-Nya."

Yesus: "Ibu, inilah Anakmu," (kepada Maria, pelan dan menahan sakit).

(Berhenti sebentar dan memandang dalam-dalam murid-Nya.)

Yesus: "Dia sekarang adalah ibumu."

(Isak tangis terdengar lebih keras dan berangsur-angsur menghilang.)

Narator: "Para prajurit membagi jubah-Nya dan mengundi untuk mendapatkan jubah itu."

(Para prajurit mengundi dan bertaruh dengan suara pelan.)

Narator: "Mereka yang lewat di tempat itu menggelengkan kepala dan mengolok-olok Yesus."

(Orang 1 dan 2 masuk.)

Orang 1: "Kata-Mu, Engkau akan merubuhkan Bait Allah dan akan membangunnya kembali dalam tiga hari."

Orang 2: "Selamatkanlah diri-Mu sendiri jika Engkau adalah Anak Allah! Turunlah dari salib itu!"

Yesus: "Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?"

Yohanes: "Ia memuji Allah dengan ucapan seperti yang tertulis dalam Kitab Suci."

Orang 1: "Dia memanggil Elia."

Yesus: "Aku haus."

Orang 2: "Tunggu dulu! Janganlah kita menyembuhkan kesakitan-Nya dengan anggur yang murah. Kita lihat saja apakah Elia akan datang untuk menyelamatkan Dia."

Yesus: "Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku."

(Berhenti sejenak)

Yesus: "Sudah selesai."

(Orang 1 dan 2 keluar, isak tangis terdengar lebih keras dan berangsur-angsur menghilang.)

Narator: "Karena hari itu sudah hampir petang dan hari itu adalah persiapan salah satu hari Sabat terkudus dalam kalender orang Yahudi, para prajurit mematahkan kaki salah satu penjahat supaya dia mati dan kemudian kaki penjahat yang lainnya."

(Suara kayu yang dipukulkan pada kayu atau suara erangan sebanyak tiga kali.)

Narator: "Namun, ketika mereka sampai pada Yesus, mereka melihat Dia sudah mati dan mereka tidak mematahkan kaki-Nya. Namun, salah satu prajurit menikamkan tombak ke lambung-Nya. Yusuf, orang kaya dari Arimatea, menghadap Pilatus dan meminta izin untuk menguburkan mayat Yesus."

(Yusuf masuk dengan membawa kain. Dia dan Yohanes memindahkan Yesus dari panggung diikuti oleh Maria, sementara para prajurit memindahkan penjahat.)

Narator: "Dia mengambil mayat Yesus dan membungkus-Nya dengan kain lenan yang baru. Dengan para pengikut Yesus lainnya, dia membawa mayat itu dan menguburkannya di sebuah kuburan baru yang digali dari bukit karang. Mereka menutup pintu masuknya dengan sebuah batu besar ketika Maria Magdalena dan Maria ibu Yusuf melihatnya."

Narator: Dan setelah kejadian itu. Tuhan Yesus berulang-ulang kali menampakkan diri kepada murid-muridnya. Walaupun murid-Nya tidak mempercayai itu Dia.

(Lalu Tuhan Yesus membawa mereka keluar kota. Di situlah ia mengangkat tangan dan memberkati mereka.)

Yesus: “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa, Anak, dan Roh Kudus, serta ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai akhir zaman.”

(Semua orang berlutut dan menghadap wajah ke arah Tuhan Yesus).

*Setelah itu, masuk lagu CALVARY-HILLSONG.

3. The Story of The Empty Tomb (Kisah Makam Kosong)

Narator: Yesus telah wafat di kayu salib beberapa hari sebelumnya. Seluruh keluarga dan teman-Nya berduka. Setelah wafat, Ia dimakamkan di dalam sebuah makam. Keluarga dan teman-teman-Nya sangat merindukan-Nya!

Pada pagi hari pertama minggu itu, ketika masih gelap, Maria Magdalena dan beberapa perempuan lain pergi ke makam dan melihat bahwa batu penutupnya telah terguling!

Maria berdiri di luar makam sambil menangis. Sambil menangis, ia membungkuk untuk melihat ke dalam makam dan melihat dua malaikat berpakaian putih, duduk di tempat jenazah Yesus berada, satu di bagian kepala dan yang lain di bagian kaki.

Mereka bertanya kepadanya, “Perempuan, mengapa engkau menangis?”

Para Malaikat: Perempuan, mengapa engkau menangis?

Maria: Tuhanku telah dibawa pergi dan aku tidak tahu di mana mereka menaruh Dia.

Narator: Mendengar itu, ia berbalik dan melihat Yesus berdiri di sana, tetapi ia tidak menyadari bahwa itu adalah Yesus. Ia bertanya kepadanya, “Perempuan, mengapa engkau menangis? Siapakah yang engkau cari?”

Yesus: Perempuan, mengapa engkau menangis? Siapakah yang engkau cari?

Narator: Karena mengira Ia adalah tukang kebun, ia berkata, “Tuan, jika engkau telah membawa Dia pergi, beritahukan kepadaku di mana engkau menaruh Dia, dan aku akan mengambilnya”.

Maria: "Tuan, jika engkau telah membawa Dia pergi, beritahukan kepadaku di mana engkau menaruh Dia dan aku akan mengambilnya."

Narator: Yesus berkata kepadanya, “Maria”.

Yesus: "Maria."

Narator: Sekarang Maria mengenali-Nya. Itu Yesus! Dia hidup! Maria Magdalena berlari untuk memberi tahu para murid kabar baik itu.

Maria: "Aku telah melihat Tuhan!"

Narator: Sekarang semua teman dan keluarga Yesus bergembira!

Semua orang: "Yesus Hidup! Selamat Paskah!"

Pentas ditutup dengan lagu sukacita atau pujian.

*Naskah ini merupakan tulisan Sharon Kay Chatwell yang dibagikan melalui Sunday School Center.

Pastikan pula untuk membaca artikel terbaru dan menarik lainnya seputar Paskah di laman berikut ini.

Informasi Paskah Terbaru

Baca juga artikel terkait PASKAH atau tulisan lainnya dari Lita Candra

tirto.id - Edusains
Kontributor: Lita Candra
Penulis: Lita Candra
Editor: Beni Jo
Penyelaras: Yuda Prinada