Menuju konten utama

Nasdem Dukung Komite Percepatan Reformasi Polri Bentukan Prabowo

Surya Paloh berharap komite yang dipimpin oleh Jimly Asshiddiqie tersebut dapat bekerja secara maksimal dalam membenahi kinerja bhayangkara.

Nasdem Dukung Komite Percepatan Reformasi Polri Bentukan Prabowo
Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh berpidato saat Rapat Koordinasi Wantim Nasdem se-Indonesia di Jakarta, Jumat (14/2/2025). ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/tom.

tirto.id - Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh, mengharapkan kehadiran Komite Percepatan Reformasi Polri dapat memperkuat institusi aparat penegak hukum di Indonesia. Dirinya ingin komite yang dipimpin oleh Jimly Asshiddiqie tersebut dapat bekerja secara maksimal dalam membenahi kinerja bhayangkara.

"Agar ada kemajuan yang lebih baik dalam memperkuat institusi Polri itu sendiri, saya pikir," kata Surya Paloh seusai membuka acara Fun Walk menjelang HUT ke-14 Partai Nasdem di Nasdem Tower, Jakarta Pusat, Minggu (9/11/2025).

Surya Paloh menuturkan bahwa pembentukan Komite Reformasi Polri merupakan hasil buah pikir dari Presiden Prabowo Subianto, setelah sebelumnya ada desakan dari masyarakat mengenai perbaikan kinerja kepolisian.

"Saya pikir itu sebuah kebijakan yang memang pasti telah dipikirkan terlebih dahulu oleh presiden," ujarnya.

Seusai dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto, Komite Percepatan Reformasi Polri akan menggelar rapat perdana pada Senin, 10 November 2025 di Mabes Polri, Jakarta.

Ketua Komite Percepatan Reformasi Polri, Jimly Asshiddiqie, menjelaskan seluruh anggota Komite, yang berjumlah 10 orang akan berembuk untuk menyusun rencana kerja dalam jangka pendek, termasuk untuk mendengar langsung dari internal Polri mengenai langkah-langkah perbaikan dan reformasi yang telah mereka jalankan.

"Insyaallah hari Senin, jam 1 [siang], kami akan mengadakan rapat pertama di Kantor Polri, Kantor Kapolri. Nah, komisi ini diharapkan bekerja tentu secepatnya, tetapi Bapak Presiden tidak memberi batasan waktu. Minimal 3 bulan itu sudah ada laporan, walaupun itu bisa berkembang sesuai kebutuhan," kata Jimly di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (7/11/2025) malam, dikutip dari Antara.

Jimly melanjutkan, Komite Percepatan Reformasi Polri ingin mendengar berbagai masukan dari masyarakat, kelompok akademisi dan praktisi, organisasi masyarakat sipil baik dalam forum-forum yang dibuat secara khusus maupun dari kanal-kanal sosial media. Oleh karena itu, dalam rapat perdana Komite pada Senin minggu depan itu, anggota-anggota bakal bertukar pikiran salah satunya mengenai cara terbaik menyerap aspirasi masyarakat.

"Jadi, ide-ide untuk perubahan, perbaikan apa saja itu nanti bilamana perlu itu terpaksa mengubah undang-undang. Jadi tim ini, tim hebat ini. Jadi, bukan tim biasa sehingga kami ingin menghimpun pendapat yang mungkin saja berakibat harus mengubah undang-undang. Nah itu kita juga harus siap, tetapi belum pasti ya, belum pasti," terangnya.

Baca juga artikel terkait SURYA PALOH atau tulisan lainnya dari Irfan Amin

tirto.id - Flash News
Reporter: Irfan Amin
Penulis: Irfan Amin
Editor: Anggun P Situmorang