tirto.id - Narapidana kasus penyerobotan lahan sawit, Surya Darmadi, disebut kerap bolak-balik mengunjungi kantornya di Palma Tower, Jakarta Selatan meski telah berstatus sebagai narapidana di Lapas Sukamiskin.
Hal itu diungkapkan saksi sekaligus anak buah Surya Darmadi yang menjabat sebagai Staff Finance PT Ceria Prima, Yeni Sagita Wijaya saat ditanya jaksa penuntut umum dalam perkara korupsi penyerobotan lahan dengan terdakwa korporasi di Pengadilan Tipikor Jakarta. Diketahui bahwa PT Ceria Prima masih menjadi anak perusahaan dan berada di bawah naungan satu grup PT Duta Palma Nusantara Darmex milik Surya Darmadi.
"Selama ditahan, Surya pernah datang ke Palma Tower," cecar jaksa ke Yeni dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jumat (17/10/2025).
"Pernah," jawab Yeni.
Dalam persidangan, saksi pun mengungkapkan bahwa kunjungan Surya Darmadi ke kantornya menjadi rutinitasnya setiap bulan walaupun berstatus narapidana sejak peninjauan kembalinya ditolak pada 27 September 2024.
"Seingat saya sekali, satu bulan sekali," kata Yeni menjelaskan.
Dalam persidangan pun terungkap bahwa Surya Darmadi mendatangi kantornya tanpa mengenakan borgol dan melenggang bebas tanpa ada pengawalan dari petugas Lapas Sukamiskin sebagaimana aturan yang berlaku.
"Saya tidak lihat," kata Yeni menjawab pertanyaan dari Hakim Andi Saputra.
Yeni juga mengaku bahwa dirinya sempat diminta oleh Surya Darmadi untuk memindahkan sejumlah dokumen dari kantor. Sebagai pegawai di Palma Tower, dia menyebut kegiatan pemindahan dokumen hanya dilakukan sekali saat itu di Oktober 2024.
"Iya ini baru pertama kali," terangnya.
Mendapat kesaksian tersebut, Surya Darmadi langsung berkelit bahwa dirinya selama di Lapas Sukamiskin tidak pernah datang ke kantornya di Duta Palma. Namun, dia berkilah bahwa sedang berobat di rumah sakit Siloam yang tak jauh dari kantornya.
"Saya tidak pernah di Sukamiskin ke kantor. Saya pernah berobat ke Siloam. Mereka datang besuk saya," kata Surya.
Pihak jaksa kembali mencecar Yeni untuk memastikan apakah benar bahwa Surya Darmadi datang untuk berobat. Yeni kemudian menjawab bahwa hal tersebut sangat memungkinkan karena jarak antara Palma Tower dengan rumah sakit Siloam hanya sepelemparan batu. Namun, Yeni menegaskan kesaksiannya bahwa dia pernah bertemu dengan Surya Darmadi di Palma Tower.
"Siloam itu berseberangan dengan kantor jadi dekat, ketemunya saya di kantor," ujar Yeni.
Mendapat tanggapan tersebut, Surya Darmadi kembali membantah bahwa tak mungkin dirinya ke kantor. Dia menegaskan, tangannya tetap diborgol dan mendapat pengawalan ketat dari petugas Lapas Sukamiskin selama proses pengobatan berlangsung.
"Mana mungkin saya ke kantor, saya enggak mungkin bisa ke kantor. Saya berobat ke Siloam, mereka datang besok, ke mana-mana saya diborgol," kata Surya Darmadi membela diri.
Penulis: Irfan Amin
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id

































