Menuju konten utama

Nadiem akan Datang Lebih Awal dalam Pemeriksaan Kejagung Besok

Kejagung akan memeriksa Nadiem Makarim dalam rangka mengonfirmasi hasil penggeledahan dan penyitaan barang bukti elektronik beberapa waktu lalu.

Nadiem akan Datang Lebih Awal dalam Pemeriksaan Kejagung Besok
Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim (kiri) usai menjalani pemeriksaan di Gedung Jampidsus Kejaksaan Agung, Jakarta, Senin (23/6/2025). ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/tom.

tirto.id - Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Makarim, akan kembali menjalani pemeriksaan di Kejaksaan Agung (Kejagung) besok (15/7/2025). Dia bahkan akan datang lebih awal dari jadwal pemeriksaan penyidik, yakni 09.00 WIB.

“(Pukul) 08.00 WIB (akan hadir),” ungkap Hotman Paris Hutapea selaku kuasa hukum Nadiem Makarim saat dikonfirmasi wartawan, Senin (14/7/2025).

Di sisi lain, Kejagung mengungkap alasan diperiksanya Nadiem Makarim untuk kedua kalinya. Diketahui, pemeriksaan ini berkaitan dengan kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook di Kemendikbudristek periode 2019-2022.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Harli Siregar, mengatakan bahwa penyidik sudah mengantongi sejumlah bukti penting dari hasil penggeledahan dan penyitaan barang elektronik yang dilakukan di kantor GoTo. Bukti itu yang akan dikonfirmasi langsung ke Nadiem Makarim, besok.

"Ya saya kira semua materi terkait apa yang sudah diperoleh penyidik selama ini baik berdasarkan dokumen-dokumen berdasarkan hasil penggeledahan dan penyitaan maupun dari barang bukti elektronik yang tentu penyidik sudah membaca, mengkaji, menilai ya semua itu akan menjadi bahan konfirmasi, bahan pemeriksaan kepada yang bersangkutan bahkan kepada pihak manapun misalnya jika itu terkait dengan peran-peran pihak itu," kata Harli.

Harli menegaskan, langkah penyidik dilakukan berdasarkan urgensi dan penilaian objektif terhadap data yang telah diperoleh. Namun, dia belum bisa menjelaskan rinci apa hubungan GoTo dengan proyek Chromebook.

"Kan itu yang kita sampaikan, saya meyakini bahwa tentu ada urgensi, ada hal-hal keterkaitan bahwa apa yang dilakukan penyidik dengan yang bersangkutan sehingga penyidik sesuai kewenangannya merasa perlu harus melakukan itu dan itu menjadi bahan konfirmasi kepada yang bersangkutan atau kepada pihak manapun," tutur dia.

Untuk diketahui, pada pemeriksaan pertama, Nadiem Makarim dicecar 31 pertanyaan terkait kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook periode 2019-2022. Saat itu, dia menjabat sebagai Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek).

Harli mengungkap, salah satu yang dipertanyakan oleh penyidik adalah berkaitan dengan rapat membahas mengenai proyek Chromebook. Berdasarkan informasi, rapat pertama diselenggarakan pada 9 Mei 2020.

"Kaitan dengan rapat pada bulan Mei 2020, karena kita tahu bahwa sebenarnya kajian teknisi itu kan sudah dilakukan sejak bulan April. Lalu, pada akhirnya dirubah di bulan, kalau saya enggak salah di bulan Juni atau Juli," kata Harli di Kompleks Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Senin (23/6/2025).

Baca juga artikel terkait CHROMEBOOK atau tulisan lainnya dari Ayu Mumpuni

tirto.id - Flash News
Reporter: Ayu Mumpuni
Penulis: Ayu Mumpuni
Editor: Andrian Pratama Taher