tirto.id - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud Ristek) Periode 2019-2024, Nadiem Anwar Makarim, berpesan agar generasi muda Indonesia yang menjadi diaspora bisa pulang kembali dan mengabdi ke tanah air.
Nadiem berharap diaspora Indonesia tak putus asa dan tetap percaya bahwa masih ada banyak harapan dan orang baik di Indonesia.
Hal itu disampaikan Nadiem di sela-sela persidangan lanjutan kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook dan Chrome Device Management (CDM) di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (23/2/2026). Dalam kasus itu, Nadiem berstatus sebagai terdakwa.
“Saya ingin berbicara kepada anak-anak muda di Indonesia, mungkin yang di luar negeri sekarang, atau lagi belajar, mohonlah kembali ke Indonesia. Jangan putus asa dengan negara kita, masih banyak harapan, masih banyak orang baik di sini,” kata Nadiem di hadapan awak media.
Nadiem menjadikan dirinya sebagai contoh bagi anak-anak muda yang ingin mengabdi kepada negara. Setelah selesai studi S2 di Amerika Serikat (AS), Nadiem menyebut dirinya tetap kembali ke Indonesia dan membangun perusahaan Gojek.
“Saat itu ide Gojek itu datang pada waktu saya masih S2 di Amerika. Dan saya memutuskan untuk kembali ke Indonesia untuk membangun Gojek,” tuturnya.
Sejak membangun Gojek, Nadiem mengaku selalu fokus untuk bisa mengabdi kepada negara. Menurutnya, bentuk pengabdian itu salah satunya adalah dengan menjabat sebagai Mendikbud Ristek.
Bahkan setelah dipenjara dan menjalani persidangan, ia mengaku semangat untuk mengabdi tersebut tetap terjaga.
“Saya saja kembali ke Indonesia membangun Gojek, menciptakan jutaan pekerjaan, saya setelah itu mengabdi kepada generasi penerus bangsa, menjadi Menteri Pendidikan, sampai saya dipenjarai pun saya masih mengabdi untuk negara,” pungkasnya.
Penulis: Naufal Majid
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id

































