tirto.id - Gubernur Banten, Andra Soni, meresmikan Sekolah Rakyat 33 Tangerang Selatan (Tangsel) pada Jumat (15/8/2025). Meski begitu operasional sekolah ini masih menghadapi kendala, yakni belum punya lahan tetap hingga mengakibatkan peresmian sempat mundur satu bulan.
Dalam sambutannya, Andra meminta kepala sekolah dan para guru Sekolah Rakyat 33 Tangsel untuk membuktikan diri sebagai tenaga pendidik yang berdedikasi tinggi.
“Ini kesempatan untuk menunjukkan kinerja terbaik. Saya yakin guru-guru di Sekolah Rakyat memiliki niat tulus untuk berbakti kepada bangsa melalui jalur pendidikan,” ujar Andra saat peresmian.
Ia juga memberi motivasi kepada siswa agar tekun belajar karena pendidikan diyakini sebagai instrumen penting dalam mengubah masa depan. “Saya percaya, dari Sekolah Rakyat 33 Tangsel akan lahir generasi unggul. Insya Allah ada yang kelak jadi kapolres, dandim, wali kota, bahkan gubernur,” ucapnya.
Dengan diresmikannya Sekolah Rakyat 33 Tangsel, Pemerintah Provinsi Banten berharap sekolah ini menjadi wadah pendidikan berkualitas bagi keluarga kurang mampu.
“Jangan ragu, anak-anak akan sekolah dengan layak di tempat ini. Guru-guru yang mendampingi kalian adalah orang-orang yang punya niat tulus berbakti kepada negara,” tegas Andra.
Sebelumnya, Wakil Gubernur Banten, Achmad Dimyati Natakusumah, menegaskan Sekolah Rakyat 33 Tangsel bersifat sementara karena belum memiliki lahan tetap.
“Sekarang masih menggunakan gedung Balai Latihan Kerja (BLK) milik Pemprov Banten melalui skema pinjam pakai. Untuk membangun sekolah permanen dibutuhkan lahan minimal tujuh hektare, dan itu sulit di Tangsel,” jelas Dimyati, Selasa (29/7/2025).
Ia menambahkan, lahan seluas itu sulit diperoleh di kawasan perkotaan tanpa intervensi pemerintah pusat atau kerja sama dengan pengembang. Karena itu, status sekolah masih darurat sambil menunggu lahan yang memadai.
Selain masalah lahan, jadwal pembukaan Sekolah Rakyat 33 Tangsel sempat molor. Sekolah yang awalnya dijadwalkan beroperasi pada 30 Juli, baru resmi dibuka pada 15 Agustus 2025.
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten, Deden Apriandhi, menjelaskan keterlambatan itu dipicu renovasi gedung yang belum rampung. “Awalnya direncanakan 30 Juli, tapi karena masih banyak perbaikan, akhirnya diundur ke 15 Agustus. Insyaallah semua sudah siap,” kata Deden.
Meski ada penundaan, Deden memastikan seluruh persiapan berjalan baik. Lebih dari 30 tenaga pengajar sudah siap mengajar, fasilitas pendukung segera selesai, dan kuota 150 siswa tetap terpenuhi.
“Memang ada beberapa calon siswa yang mundur karena tidak siap tinggal di asrama, tapi semuanya sudah digantikan oleh pendaftar dari berbagai daerah,” ujarnya.
=====
Tangsel_Update adalah akun IG City Info yang merupakan bagian dari #KolaborasiJangkarByTirto.
Penulis: Tangsel_Update
Editor: Siti Fatimah
Masuk tirto.id































