tirto.id - Majelis Pekerja Buruh Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (MPBI DIY) secara resmi menarik dukungan politiknya terhadap Partai Buruh. Langkah ini diambil menyusul perbedaan pandangan mendasar mengenai orientasi, strategi, dan posisi gerakan buruh dalam dinamika politik nasional.
Meskipun sebelumnya MPBI DIY memandang Partai Buruh sebagai sarana strategis untuk memperjuangkan aspirasi pekerja, terutama dalam merespons persoalan ketenagakerjaan dan penolakan terhadap UU Cipta Kerja,perbedaan visi ke depan dinilai telah mencederai efektivitas perjuangan.
"Penarikan dukungan ini bukan bentuk permusuhan terhadap Partai Buruh maupun individu yang tetap memilih berjuang melalui partai tersebut. MPBI DIY menghormati pilihan dan strategi politik setiap organisasi maupun individu," tulis MPBI DIY dalam pernyataannya, Minggu (27/6/2026).
Keputusan ini, diambil untuk menjaga independensi gerakan buruh serta konsistensi terhadap mandat perjuangan pekerja yang selama ini diusung.
MPBI DIY menilai bahwa persoalan buruh saat ini masih sangat besar, mencakup perlindungan kerja, kepastian kerja, kebebasan berserikat, jaminan sosial, perlindungan pekerja perempuan, pekerja informal, pekerja kontrak, serta dampak perubahan ekonomi dan teknologi.
Ke depan, MPBI DIY akan memfokuskan diri pada penguatan konsolidasi internal dan menggandeng elemen masyarakat sipil. Secara khusus, mereka akan mengawal pembentukan UU Ketenagakerjaan baru yang lebih berpihak dan mendorong kebijakan partisipatif, demokratis, serta berlandaskan HAM.
"Dalam jangka pendek dan sangat mendesak ini, MPBI DIY membuka kerja sama seluas-luasnya dengan serikat buruh, organisasi rakyat, akademisi, pegiat HAM, mahasiswa, dan berbagai elemen masyarakat sipil," ujarnya.
MPBI DIY menegaskan bahwa perjuangan buruh adalah perjuangan jangka panjang yang tidak bergantung pada satu organisasi, satu partai, atau satu periode politik tertentu, melainkan untuk mewujudkan keadilan sosial, demokrasi, dan penghormatan terhadap hak asasi manusia.
Penulis: Nanda Aria
Editor: Rina Nurjanah
Masuk tirto.id

































