tirto.id - Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi korban kedua kecelakaan pesawat ATR 42-500 rute Yogyakarta-Makassar di Maros–Pangkep, Sulawesi Selatan, Selasa (20/1/2026).
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar selaku SAR Mission Coordinator (SMC), Muhammad Arif Anwar, menceritakan upaya penemuan jenazah tersebut. Ia mengatakan, korban itu dievakuasi dari jurang kedalaman 350 meter dengan medan yang sulit.
“Sore ini, tim SAR gabungan fokus melanjutkan pencarian dan evakuasi di beberapa sektor dengan membagi kekuatan menjadi enam Search and Rescue Unit (SRU), termasuk SRU darat dan vertical rescue. Dan akhirnya, korban kedua berjenis kelamin perempuan berhasil dievakuasi dari kedalaman sekitar 350 meter dengan kondisi medan yang sangat ekstrem,” ujar Arif dalam keterangannya, dikutip Rabu (21/1/2026).
Arif menceritakan, proses evakuasi dilakukan secara bertahap karena kondisi geografis yang tak menentu. Adanya lembah curam, tebing terjal, serta jarak pandang terbatas akibat hujan dan kabut juga menjadi tantangan dalam upaya evakuasi jenazah tersebut.
“Evakuasi korban membutuhkan teknik vertical rescue dan koordinasi lintas unsur yang sangat ketat. Tim bekerja dari lembah menuju puncak dengan peralatan khusus, dan saat ini sementara menuju ke Posko Tompobulu, untuk kemudian diserahkan ke tim DVI,” katanya.
Operasi ini, kata Arif, melibatkan total 1.075 personel dari berbagai unsur, termasuk Basarnas, TNI, Polri, pemerintah daerah, relawan, komunitas pecinta alam, hingga unsur medis. Dukungan alutsista darat dan udara, seperti helikopter, pesawat intai, dan drone thermal, turut dikerahkan untuk mempercepat pencarian.
“Kami mengapresiasi dedikasi seluruh unsur yang terlibat. Operasi ini adalah wujud nyata sinergi dan kemanusiaan. Fokus kami tetap pada pencarian seluruh korban dengan mengutamakan keselamatan tim di lapangan,” katanya.
Hingga saat ini, operasi SAR masih terus berjalan dan akan disesuaikan dengan perkembangan situasi serta kondisi cuaca di lapangan.
Penulis: Rahma Dwi Safitri
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id

































