Menuju konten utama

1 Jenazah Korban ATR 42-500 Tiba di Posko DVI untuk Identifikasi

Sementara itu, jasad korban pertama yang berjenis kelamin pria masih dalam proses evakuasi dari kaki Gunung Bulusaraung.

1 Jenazah Korban ATR 42-500 Tiba di Posko DVI untuk Identifikasi
Karo Dokpol Pusdokkes Polri Brigjen dr. A. Nyoman Edy Purnama Sp.FM, saat memberikan keterangan pers di Kantor Biddokkes, Jl Kumala, Makassar. Tirto.id/MN Abdurrahman
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Satu dari dua jenazah korban pesawat ATR 42-500 yang dibawa mobil ambulans milik Kodam XIV/Hasanuddin tiba di Posko DVI Polda Sulawesi Selatan, Jalan Kumala, Makassar, untuk diidentifikasi. Korban diketahui berjenis kelamin perempuan, diberangkatkan dari Posko SAR Desa Tompobulu, Kec. Balocci, Kabupaten Pangkep, sekitar 17.30 WITA dan tiba di Posko DVI pukul 22.40 WITA, Selasa (20/1/2026).

Menurut Dirops Basarnas Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo, pihaknya melakukan serah terima jasad korban ke Tim DVI Polda Sulsel guna proses identifikasi korban sebelum diserahkan kepada keluarga korban.

"Ini korban kedua yang ditemukan di jurang kedalaman 500 meter, butuh waktu dua hari untuk mengangkat korban ke puncak, kondisi medan ekstrem, sejak ditemukan sampai tadi siang hujan deras, setelah reda baru bisa dievakuasi ke posko Tompobulu sekitar pukul 16.30 WITA,” ungkap Yudhi.

Sementara itu, Karo Dokpol Pusdokkes Polri, Brigjen dr. A. Nyoman Edy Purnama Sp.FM, mengatakan setelah serah terima korban, timnya yang terdiri dari dokter spesialis forensik, dokter gigi forensik, dan ahli DNA, langsung bekerja melakukan pemeriksaan pada jasad korban untuk proses identifikasi.

"Sesuai prosedur standar, kami mengumpulkan ciri-ciri post mortem pada korban dan sebelumnya sudah dikumpulkan data ante mortem, lalu dilakukan rekonsiliasi (pencocokan). Kecepatan bukan prioritas kami, yang utama hasilnya tepat," pungkas Nyoman.

Dalam musibah jatuhnya pesawat milik maskapai Indonesia Air Transport ini, 2 dari 10 korban berjenis kelamin perempuan, yaitu Florencia Lolita dan Esther Aprilita yang bertugas sebagai pramugari.

Sementara itu, jasad korban pertama yang berjenis kelamin pria saat ini masih dalam proses evakuasi dari kaki Gunung Bulusaraung, di Kampung Baru, Desa Limapoccoe, Kecamatan Cenrana, Kabupaten Maros. Mobil jenazah yang mengangkut korban diperkirakan tiba pada Rabu (21/1/2026) pagi.

Baca juga artikel terkait PESAWAT HILANG KONTAK atau tulisan lainnya dari MN Abdurrahman

tirto.id - Flash News
Reporter: MN Abdurrahman
Penulis: MN Abdurrahman
Editor: Fadrik Aziz Firdausi