Menuju konten utama

Merogoh Kantong Lebih Dalam untuk Tarif Tol Trans Jawa

Kegiatan mudik menggunakan jalur Tol Trans Jawa membutuhkan biaya yang tak sedikit demi merasakan sensasi infrastruktur penghubung Jakarta-Surabaya ini.

Merogoh Kantong Lebih Dalam untuk Tarif Tol Trans Jawa
Foto aerial simpang susun Adiwerna ruas Tol Pejagan-Pemalang di Tegal, Jawa Tengah, Jumat (18/5/2018). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

tirto.id - “Untuk tol saja harus siapkan setidaknya uang Rp500 ribu”

Agung, 40 tahun, warga Curug, Depok, Jawa Barat punya ancar-ancar uang yang akan ia rogoh untuk sampai di Surabaya saat mudik nanti. Ia berencana akan melintasi ruas-ruas Tol Trans Jawa. Jelang musim mudik tahun ini beberapa ruas tol Trans Jawa sudah selesai dibangun sebagian lagi masih belum tuntas tapi tetap digunakan untuk arus mudik sebagai tol fungsional.

Kondisi ruas tol yang belum tuntas 100 persen, memunculkan spekulasi soal berapa biaya yang dibutuhkan untuk melintasi Jakarta-Surabaya? Beberapa proyeksi tarif bermunculan di media sosial, sehingga memancing operator tol untuk melakukan klarifikasi.

Pada 18 Mei 2018 lalu misalnya, Jasa Marga, operator tol BUMN ini mengeluarkan daftar tarif resmi dari Jakarta-Surabaya. Menurut Jasa Marga, pemudik dengan kendaraan golongan I yang dari Jakarta dengan melewati jalan tol, setidaknya harus menyiapkan saldo uang elektronik minimal Rp351.500.

"Perhitungan tarif tersebut mulai dari Jalan Tol Jakarta-Cikampek hingga Jalan Tol Surabaya-Gempol dan Kejapanan-Gempol," kata AVP Corporate Communication PT Jasa Marga (Persero) Tbk Dwimawan Heru.

Jauh sebelum Jasa Marga mengeluarkan perhitungan daftar tarif tol Trans Jawa. Kementerian PU melalui Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) sudah mengeluarkan daftar tarif di ruas ini, angkanya memang berbeda dari yang dikeluarkan Jasa Marga karena berbeda perhitungan pintu keluar di Surabaya. Versi BPJT pintu keluar hanya sampai Waru dengan total Rp344.000.

Selain persoalan tarif, hal yang perlu diperhatikan adalah soal lokasi gerbang tol (GT) pembayaran atau menempel kartu uang elektronik. Tarif Tol Jakarta-Cikampek memang dipatok Rp15.000 - Tol Cikampek-Palimanan Rp102.000 - Tol Palimanan-Kanci Rp12.000 - Tol Kanci-Pejagan Rp 24.000 - Tol Pejagan-Pemalang (sampai Brebes Timur) Rp20.000.

Namun perlu diingat pembayaran ruas-ruas tol itu sudah tak lagi per setiap ruas tol. Sejak Juni 2016 sudah ada pemberlakuan integrasi tol Jakarta-Cikampek-Brebes Timur. Artinya untuk mencapai Brebes Timur dari Jakarta, kegiatan di GT utama seperti menempel kartu atau juga pembayaran hanya terjadi di GT Cikarang Utama, GT Palimanan, dan GT Brebes Timur.

Bagaimana bila tak keluar di GT Brebes Timur?

Lokasi GT Brebes Timur berada di sisi utara jalur Tol Pejagan-Pemalang. Artinya pemudik yang akan keluar ini GT ini harus mengambil kiri jalan atau tak lurus.

Nah, Khusus pada musim mudik 2018, untuk memfasilitasi transaksi pembayaran tol bagi pemudik dari Tol Cikampek melewati ruas Brebes Timur (Tol Pejagan Pemalang) dan melanjutkan ke Semarang, pihak pengelola tol telah membangun GT sementara di daerah Sewaka, Pemalang, di sekitar KM 294 Tol Pejagan-Pemalang.

Musim mudik ini, ruas tol dari Brebes Timur ke Pemalang 37 km dalam kondisi siap operasi, tapi masih difungsionalkan alias gratis.

"Kalau dari Cikampek ke Semarang tidak akan keluar di Brebes akan bayarnya di Sewaka dan setelah itu gratis dari Brebes Timur hingga Semarang untuk mudik Lebaran," kata Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono.

Setelah ruas Pejagan-Pemalang 57 Km, pemudik akan melintasi ruas tol fungsional Pemalang-Batang 39 km, dan Batang Semarang 75 km, kedua ruas ini sama-sama fungsional atau tak dipungut biaya sampai Tol Semarang.

Setelah itu, saat memasuki Semarang bisa mengambil sisi selatan menuju GT Manyaran, di sini tarif berlaku Rp2.500. Perjalanan berlanjut hingga GT Tembalang membayar Rp2.500. Bagi pengendara yang menuju Solo, setelah GT Tambalang akan melintasi Unggaran, Bawen hingga akhirnya di ujung tol operasional GT Salatiga, di sini biaya yang harus dikeluarkan Rp32.000.

Setelah GT Salatiga, pengendara akan memasuki ruas tol fungsional melintas Boyolali hingga Solo tepat di GT Colomadu atau Kertasura. Sampai di sini, pengguna jalan tak dipungut biaya alias gratis.

Ruas selanjutnya, kendaraan akan dimanjakan oleh kondisi jalan tol layak fungsi yang siap dioperasikan pada ruas Solo-Ngawi 90 km yang mencakup GT Kertasura, GT Bandara, GT Ngemplak, GT Karanganyar, GT Sragen. Pada ruas tol ini juga akan digratiskan selama musim mudik.

Setelah itu, menjelang Ngawi akan ada gerbang tol sementara untuk melayani pemudik yang akan masuk tol operasional. Pemudik harus menempelkan kartu e-money memasuk tol operasi hingga wilayah Wilangan, sampai di sini biaya yang harus ditanggung pengguna Rp52.000. Setelah Wilangan, pemudik akan menghadapi jalur fungsional hingga Kertosono sepanjang 38 km, dengan tanpa dipungut biaya.

Setelah melewati tol fungsional, pemudik akan masuk kembali ke tol operasional jelang Kertosono. Di Kertosono akan ada GT Bandar, pemudik bisa menempel kartu hingga GT Mojokerto. Biaya yang harus dikeluarkan sebesar Rp46.000. Setelah ruas Kertosono-Mojokerto sepanjang 40,5 km, pengendara bisa langsung menyambung tol operasional lainnya yaitu Mojokerto-Surabaya (Warugunung) dengan membayar Rp36.000.

Baca juga artikel terkait MUDIK LEBARAN 2018 atau tulisan lainnya dari Suhendra

tirto.id - Ekonomi
Penulis: Suhendra
Editor: Suhendra