Menuju konten utama

Menyusuri Jejak Hidup Saudagar Medan, Tjong A Fie di Tanah Deli

Museum Tjong A Fie Mansion, menjadi saksi bisu perjalanan hidup sang saudagar legendaris asal Tionghoa, Tjong A Fie.

Menyusuri Jejak Hidup Saudagar Medan, Tjong A Fie di Tanah Deli
Bangunan cagar budaya milik saudagar asal China, Tjong A Fie, Tjong A Fie Mansion, di Medan, Sumatra Utara, Kamis (14/4/2026). tirto.id/ Muhammad Naufal
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Pagar hitam berornamen emas itu berdiri kokoh di Jalan Ahmad Yani, Medan, Sumatra Utara. Pagar itu layaknya menjadi pembatas antara hiruk-pikuk kota modern dengan sisa-sisa kejayaan masa lalu di jantung Kota Medan tersebut.

Di balik gerbang setinggi 2,5 meter yang dijaga sepasang patung macan abu-abu, terbentang lahan seluas 6.000 meter persegi yang menjadi saksi bisu perjalanan hidup sang saudagar legendaris asal Tionghoa, Tjong A Fie.

Memasuki kediamannya, Museum Tjong A Fie Mansion, tak sekadar kunjungan wisata, tetapi sebuah perjalanan melintasi lorong waktu menuju era keemasan Tanah Deli.

Di sisi depan Tjong A Fie Mansion, taman kecil dengan sejumlah jenis bunga siap menyambut pengunjung. Loket kecil terletak tepat di ujung pintu masuk bangunan itu. Terdapat poster yang ditempel di meja loket bertuliskan harga tiket masuk, Rp35 ribu, serta jam operasional 09.00 WIB-17.00 WIB.

Tiga orang berseragam kuning menjaga loket Tjong A Fie Mansion. Salah satunya bernama Mirza, yang juga merangkap tour guide. Ia kebetulan mendampingi tim Tirto dan rombongan PT BCA Tbk (Persero) saat mengunjungi Tjong A Fie Mansion, Kamis (14/4/2026).

cagar budaya Tjong A Fie

Bangunan cagar budaya milik saudagar asal China, Tjong A Fie, Tjong A Fie Mansion, di Medan, Sumatera Utara, Kamis (14/4/2026). tirto.id/Muhammad Naufal

Memasuki bangunan itu, terdapat lobi yang menyimpan sejumlah barang antik, termasuk foto hitam putih keluarga Tjong A Fie, sang istri, anak hingga cucu mereka. Menyesuaikan rute tur, ruang pertama yang dimasuki adalah ruang pertemuan naratama (VIP). Ada meja dengan sejumlah kursi di tengah-tengah ruang pertemuan VIP.

Dinding ruang itu ditutupi kain kuning. Untuk menghormati Kesultanan Deli, katanya. Ke ruang berikutnya, terdapat ruang pertemuan biasa. Kursi dan meja terletak di tengah ruang yang menyambung dengan lobi.

Terdapat sekat kayu di antara ruang pertemuan biasa ke bagian tengah Tjong A Fie Mansion. Sekat kayu itu berasal dari Cina. Mirza kemudian menunjukkan ruang kerja Tjong A Fie.

Letaknya di sisi kanan ruang pertemuan biasa atau berseberangan dengan ruang pertemuan naratama. Ruangannya luas, berbentuk persegi panjang. Meja dan dua kursi terletak di pojok salah satu sisi ruang itu.

Tjong A Fie disebut melakukan pertemuan dengan rekan kerja di ruang tersebut. Sejumlah barang milik Tjong A Fie dipamerkan di ruang kerja. Salah satu yang menonjol, yakni tas punggung berbentuk kotak terbuat dari kayu berwarna cokelat.

Cantolan tas itu berupa dua kain tipis yang dipilin, menyerupai rambut dikepang. Menumpuk dua koper kerja Tjong A Fie di seberang meja kerja dia. Satu berwarna merah, satu berwarna cokelat.

cagar budaya Tjong A Fie

Bangunan cagar budaya milik saudagar asal China, Tjong A Fie, Tjong A Fie Mansion, di Medan, Sumatera Utara, Kamis (14/4/2026). tirto.id/Muhammad Naufal

Tertempel di belakang meja kerja Tjong A Fie, sebuah sertifikat dari Deli Bank. Sertifikat itu menandakan uang Tjong A Fie senilai 3 juta gulden (Rp25 miliar kala itu) yang disimpan di Deli Bank.

Ke bagian dalam bangunan, ada halaman terbuka yang berhadapan langsung dengan ruang sembahyang keluarga Tjong A Fie. Ruang sembahyang itu masuh digunakan oleh pihak keluarga Tjong A Fie hingga saat ini.

Karena itu, ruang ibadah tak diperkenankan untuk dimasuki pengunjung maupun difoto. Pengunjung lantas digiring ke sisi belalang ruang ibadah, ruang makan yang dilengkapi meja makan dan 6 kursi. Perabot makan milik keturunan Tjong A Fie diatur di meja makan itu.

Ruang selanjutnya, kamar tidur Tjong A Fie, yang boleh dimasuki pengunjung, tetapi tidak boleh difoto. Kamar tidur itu dilengkapi lemari pakaian dan kasur dari eropa. Ukiran dewa mitologi eropa melengkapi lemari pakaian serta kasur.

Ada juga gramofon atau pemutar piringan hitam terletak di pojok kamar tidur itu. Di sebelahnya, ada tiga set replika pakaian Tjong A Fie serta vacuum cleaner asli milik istri Tjong A fie.

Di sisi terjauh dari gramofon, ada meja rias milik istri Tjong A Fie. Brangkas besar berwarna hitam terletak di seberang meja rias. Di antara meja rias dan brangkas, ada pakaian asli istri Tjong A Fie.

Naik ke lantai 2, ada ruang dansa yang hanya bisa diisi 10 pengunjung, mengingat lantai kayunya terlalu rapuh. Mirza bilang, saat pengunjung melangkah di ruang dansa, getarannya dapat dirasakan dari lantai 1.

Pengunjung juga tidak dapat terlalu jauh menjelajahi ruang dansa itu. Ruang itu dilengkapi kursi, meja, lukisan, satu chandelier besar, dan enam chandelier yang lebih kecil.

Di lantai 2 juga ada kamar salah satu anak Tjong A Fie, yakni anak ketujuhnya. Barang-barang di sana, kasur, cermin, lemari, masih merupakan milik anak ketujuh Tjong A Fie dan keturunannya. Ada juga alat pengurus badan di sana. Alatnya dapat memberikan getaran di perut.

Di balik kamar itu ada juga sederet kamar tidur lain. Namun, sisi deretan kamar itu masih dalam tahap renovasi sehingga tidak dapat dikunjungi.

Di salah satu dinding lantai 2, ada pigura berisikan foto, keterangan, hingga tulisan dari pejabat yang pernah mengunjungi Tjong A Fie Mansion. Beberapa di antaranya, eks Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno serta eks Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

Turun lagi ke lantai 1, pengunjung dibawa ke ruang dapur. Sejumlah alat dapur di sana terbilang antik. Ada alat penggiling biji-bijian terbuat dari semen, kompor tanam yang bisa menampung wajan berukuran besar, serta oven jadul. Pengapian kompor tanam itu diarahkan ke cerobong yang mengarah ke bagian atas dapur.

cagar budaya Tjong A Fie

Bangunan cagar budaya milik saudagar asal China, Tjong A Fie, Tjong A Fie Mansion, di Medan, Sumatera Utara, Kamis (14/4/2026). tirto.id/Muhammad Naufal

Tak jauh dari dapur, ada ruang perpusatakan pribadi Tjong A Fie. Dicat merah bata, ruang itu menampilkan buku-buku yang tertata rapi di sejumlah lemari perpustakaan. Buku-bukunya merupakan kolek pribadi Tjong A Fie.

Ada juga foto dan keterangan dari sejumlah tokoh dipamerkan di sana. Salah satunya; adik Presiden Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo.

Di dekat pintu keluar, ada ruang yang dijadikan tempat duduk pengunjung, menyambung dengan ruang buah tangan. Beberapa barang dijual di sana, mulai dari pakaian, gantungan kunci, tas kerajinan tangan, hingga kain batik.

Saat banjir bandang melanda Medan, Tjong A Fie Mansion juga terendam air setinggi betis orang dewasa. Katanya, air itu surut dalam waktu kurang dari sepekan. Imbas kebanjiran, Tjong A Fie Mansion tutup selama tujuh hari.

cagar budaya Tjong A Fie

Bangunan cagar budaya milik saudagar asal China, Tjong A Fie, Tjong A Fie Mansion, di Medan, Sumatera Utara, Kamis (14/4/2026). tirto.id/Muhammad Naufal

Baca juga artikel terkait CAGAR BUDAYA atau tulisan lainnya dari Muhammad Naufal

tirto.id - News Plus
Reporter: Muhammad Naufal
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama