tirto.id - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) menyatakan bahwa evaluasi makan bergizi gratis (MBG) akan dilakukan setelah adanya peristiwa keracunan. Evaluasi ini dilakukan guna guna mencegah terulangnya keracunan saat mengonsumsi MBG.
"'Sekarang sedang dievaluasi nampaknya," kata Menteri PPPA, Arifah Fauzi, di TMII, Jakarta, Kamis (31/7/2025).
Arifah Fauzi menerangkan, nantinya akan ada perbaikan-perbaikan untuk mencegah terulangnya keracunan tersebut. Oleh karena itu, program MBG tetap akan berjalan.
"Ini kan evaluasi ya. Mungkin ada yang perlu diperbaiki," ungkap Arifah.
Sebelumnya, kasus dugaan siswa keracunan massal setelah menyantap makanan program MBG juga terjadi di beberapa wilayah seperti: 40 siswa di SD Negeri Dukuh 03, Kabupaten Sukoharjo; delapan siswa SD di Kabupaten Empat Lawang; 60 siswa dari sejumlah sekolah di Kabupaten Batang; 78 siswa dari MAN 1 Cianjur dan SMP PGRI 1 Cianjur; 342 siswa di SMP Negeri 35 Kota Bandung; dan 25 pelajar SD dan SMP di Kabupaten Tasikmalaya.
Presiden Prabowo Subianto baru-baru ini juga mengomentari soal dugaan siswa sakit akibat keracunan makanan dalam program MBG. Saat sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin (5/5/2025), Prabowo menyatakan bahwa orang yang sakit karena MBG tidak mencapai 200 peserta. Sementara, jumlah penerima MBG mencapai tiga juta orang. Artinya, menurut kepala negara, keberhasilan program MBG sudah mencapai 99,99 persen.
“Di mana ada usaha manusia, di mana di bidang pekerjaan apapun, kalau 99,99 persen keberhasilan, oke dong?” ungkap Prabowo.
Prabowo sempat menyinggung bahwa pihak katering makanan yang mahal saja bisa berpotensi membuat makanan beracun. Oleh karena itu, ia mewajarkan sejumlah siswa ada yang diduga keracunan usai menikmati program MBG.
Presiden menduga kasus keracunan MBG karena siswa tidak menggunakan sendok ketika menyantap makanan. Selain itu, siswa diduga belum mencuci tangan dengan bersih ketika makan.
Penulis: Ayu Mumpuni
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id

































