Menuju konten utama

Mentan Ungkap Penyebab Harga Beras Mahal meski Stok Surplus

Meski data stok beras menunjukkan peningkatan, realita di lapangan menunjukkan harga beras tetap tinggi di berbagai daerah.

Mentan Ungkap Penyebab Harga Beras Mahal meski Stok Surplus
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (kanan) menyampaikan paparan pada Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi IV DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (4/12/2024). ANTARA FOTO/Fauzan/YU
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, mengakui adanya anomali di sektor pangan, di mana stok beras nasional mengalami surplus namun harga komoditas tersebut tetap tinggi di pasaran.

Berdasarkan data BPS, produksi beras hingga Oktober 2025 mencapai 31,04 juta ton, surplus 3,7 juta ton dibanding periode sama tahun sebelumnya yang produksinya hanya 28 juta ton.

"Artinya produksi di atas surplus 3,7 juta ton dibanding tahun lalu. Dan yang menarik adalah 31 juta ton itu sampai Oktober. Tahun lalu produksi hanya 30 juta ton,” kata Amran di kompleks DPR RI, dikutip Kamis (4/9/2025).

Meski data stok beras menunjukkan peningkatan, realita di lapangan menunjukkan harga beras tetap tinggi di berbagai daerah.

Di Jakarta Pusat misalnya, berdasarkan pantauan infopangan.jakarta.go.id, harga beras premium per hari ini sebesar Rp17.125/kg. Lebih tinggi dibandingkan harga eceran tertinggi (HET) beras premium yang sebesar Rp16.800/kg.

Amran menyebut fenomena ini sebagai anomali yang tidak hanya terjadi pada beras tetapi juga komoditas lain seperti minyak goreng, ayam, dan telur.

"Minyak goreng adalah kita produksi terbesar dunia. Kenapa naik? Ayam, telur kenapa naik? Kita sudah swasembada, kita ekspor. Artinya ini ada anomali," ungkapnya.

Untuk mengatasi ketidaksesuaian antara ketersediaan dan harga ini, pemerintah melakukan operasi pasar besar-besaran. Amran menginstruksikan fokus penanganan pada daerah-daerah dengan harga tertinggi.

"Anomali ini kita perbaiki bersama. Caranya memperbaiki kalau khusus beras, itu kita operasi pasar besar-besaran. Kemudian kita fokus pada daerah yang harganya tinggi. Itu dilakukan oleh Bulog, Kementerian Perdagangan dan Kementerian Pertanian," ujarnya.

Dia mengungkapkan, operasi pasar telah dilaksanakan melalui 4.000 titik di seluruh Indonesia yang mencakup 7.282 kecamatan. Pemerintah menyiapkan 1,3 juta ton beras untuk program Stabilisasi Harga dan Pasokan (SPHP), termasuk untuk varian premium yang harganya masih tinggi.

“Seluruh Indonesia. Sehingga alhamdulillah ini sudah ada penurunan harga. Tetapi kita ingin lebih rendah lagi,” tuturnya.

Baca juga artikel terkait STOK BERAS atau tulisan lainnya dari Nanda Aria

tirto.id - Insider
Reporter: Nanda Aria
Penulis: Nanda Aria
Editor: Dwi Aditya Putra