Menuju konten utama

Mentan Pastikan Stok Beras Aman Sampai Akhir Tahun

Dengan waktu yang masih tersisa sekitar dua bulan lagi dari Oktober, produksi beras diperkirakan akan mencapai 34 juta ton hingga akhir tahun 2025.

Mentan Pastikan Stok Beras Aman Sampai Akhir Tahun
Pekerja menata beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di Gudang Bulog Samarinda, Kalimantan Timur, Kamis (28/8/2025). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/rwa.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, memastikan stok beras nasional dalam kondisi aman seiring dengan peningkatan produksi beras nasional.

Keyakinan ini didukung oleh data Badan Pusat Statistik (BPS) yang memproyeksikan produksi beras hingga Oktober mencapai 31,04 juta ton, melampaui konsumsi nasional yang diperkirakan 27,3 juta ton sehingga surplus mencapai 3,7 juta ton.

Dengan waktu yang masih tersisa sekitar dua bulan lagi dari Oktober, produksi beras diperkirakan akan mencapai 34 juta ton hingga akhir tahun 2025.

“Tahun lalu itu produksi hanya 30 juta ton. Padahal masih ada 2 bulan nih (November dan Desember). Estimasi kita itu 34 juta ton, estimasi badan pangan dunia (FAO). Bahkan ada yang (memperkirakan) 35 juta ton produksi,” katanya di kompleks DPR RI, dikutip Kamis (4/9/2025).

Amran juga bilang bahwa Indonesia berhasil untuk tidak impor beras sepanjang tahun ini, berbeda dengan kondisi 2024 yang masih mengimpor tiga hingga empat juta ton.

"Sampai hari ini, tidak ada impor. Tahun lalu 3-4 juta ton. Itu yang terpenting. Kita harus bangga atas gagasan besar Bapak Presiden," ujarnya.

Lebih lanjut, Amran menyampaikan capaian peningkatan produksi beras tersebut merupakan hasil kerja keras petani dan berbagai program strategis yang dijalankan pemerintah.

"Hasil operasi lahan (oplah), cetak sawah, perbaikan irigasi, dan lainnya sudah membuahkan hasil. Sampai hari ini, ada peningkatan (surplus) 3,7 juta ton, itu sesuai BPS," tuturnya.

Baca juga artikel terkait STOK BERAS atau tulisan lainnya dari Nanda Aria

tirto.id - Insider
Reporter: Nanda Aria
Penulis: Nanda Aria
Editor: Dwi Aditya Putra