Menuju konten utama

Mentan Klaim Stok Pangan Aman untuk Hadapi Godzilla El Nino

Amran mengatakan, Pemerintah Pusat telah berpengalaman dalam menyesuaikan jumlah stok pangan saat fenomena serupa, El Nino, melanda Tanah Air.

Mentan Klaim Stok Pangan Aman untuk Hadapi Godzilla El Nino
Menteri Pertanian Amran Sulaiman memberikan keterangan pers usai mengikuti rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (20/11/2025). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/bar
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mengeklaim stok pangan cenderung aman menjelang fenomena Godzilla El Nino. Adapun fenomena tersebut diprediksi akan membuat sejumlah wilayah di Tanah Air semakin panas dalam beberapa bulan ke depan.

Menurut Amran, Pemerintah Pusat telah menyiapkan stok untuk sejumlah komoditas pangan. Salah satunya adalah beras yang disebut stoknya telah mencapai 4,3 juta ton di Perum Bulog.

"Cadangan kita, cadangan Bulog 4,3 juta ton sekarang. Kemudian, standing crop itu ada [stok] kurang lebih 11 juta. Ini cukup untuk 10 bulan ke depan," tuturnya di kantor Kementerian Koordinator Pangan, Jakarta Pusat, Senin (30/3/2026).

Selain itu, stok pangan untuk sektor hotel, restoran, dan katering (horeka) disebut telah mencapai 12,5 juta ton. Dengan demikian, total stok pangan sementara ini mencapai sekitar 17–18 juta ton.

Amran mengatakan, Pemerintah Pusat telah berpengalaman dalam menyesuaikan jumlah stok pangan saat fenomena serupa, El Nino, melanda Tanah Air. Pada kejadian sebelumnya, stok pangan yang dibutuhkan sekitar 12 juta ton.

"Kalau kemarin pengalaman kita el nino, itu produksi minimal 2 juta ton beras. Artinya kalau kali enam ke depan, kan enam bulan nih [godzilla el nino], berarti 12 juta. Artinya apa? Sampai tahun depan panen puncak Maret, beras kita cukup, lebih dari cukup," tuturnya.

Di sisi lain, Amran menyatakan Kementerian Pertanian tetap mengupayakan percepatan panen oleh petani. Salah satu langkah yang dilakukan adalah penyaluran benih dengan masa tanam yang lebih pendek.

"Yang kedua adalah kita tanam pada daerah-daerah irigasi dan oplah. Oplah itu adalah rawa yang kita bangun. Nah, yang ketiga adalah pompa, air pump, irigasi pompa sekarang kita anggarkan kurang lebih Rp3-4 triliun, ini kita tanami," urainya.

Baca juga artikel terkait PANGAN atau tulisan lainnya dari Muhammad Naufal

tirto.id - Flash News
Reporter: Muhammad Naufal
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Hendra Friana