Menuju konten utama

Mentan Bongkar 25 Merek Beras Fortifikasi Palsu Dijual Mahal

Kementan rilis 25 merek beras fortifikasi palsu dijual hingga Rp57 ribu per kg. Penipuan ini sasar kelompok rentan, picu kerugian hingga Rp89 triliun.

Mentan Bongkar 25 Merek Beras Fortifikasi Palsu Dijual Mahal
Menteri Pertanian Amran Sulaiman memberikan keterangan pers usai bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (18/6/2026). ANTARA FOTO/Galih Pradipta/wsj.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Kementerian Pertanian (Kementan) menarik peredaran dan mencabut izin 25 produk beras fortifikasi yang terbukti tidak sesuai kandungan label. Langkah ini diambil setelah hasil uji laboratorium menunjukkan adanya manipulasi produk, di mana beras premium biasa dikemas ulang dan dilabeli sebagai beras fortifikasi khusus stunting demi meraup keuntungan sepihak.

Mentan Andi Amran Sulaiman berujar, dugaan masalah pada beras fortifikasi muncul usai pemerintah sempat menindak persoalan pada beras premium.

"Beras fortifikasi bukan untuk menggantikan beras premium. Perhatikan, ini terjadi pergeseran. Premium dulu ditindak, sekarang muncul fortifikasi. Ada 25 [merek beras fortifikasi tak sesuai kandungan]," ucapnya saat konferensi pers di kantor Kementan, Jakarta Selatan, Selasa (15/9/2026).

Sasar Program Stunting dan Orang Miskin

Amran mengatakan, beras fortifikasi ditujukan bagi kelompok rentan, termasuk masyarakat miskin, ibu hamil, ibu menyusui, balita, dan penderita stunting.

Namun, setelah diperiksa, beras yang dijual dengan cap fortifikasi tersebut justru merupakan beras biasa.

Berdasar hasil pemeriksaan, harga beras yang diduga bukan fortifikasi itu juga jauh lebih tinggi dibandingkan harga yang seharusnya, yakni mencapai Rp57.000 per kilogram.

Sedangkan, harga beras yang seharusnya sekitar Rp13.000 per kilogram.

"Padahal, fortifikasi ini adalah untuk stunting, orang miskin, ibu hamil, menyusui, balita, bukan untuk penipuan oleh pemburu rente. Ini harus tegas [ditindak]," ujar Amran.

"Beras fortifikasi dijual tertinggi Rp57.000. Mana bisa orang miskin membeli harga Rp57.000? Padahal begitu dicek, seharusnya harganya Rp13.000, karena beras biasa," imbuh dia.

Amran turut menghitung, terdapat selisih hingga Rp44.000 per kilogram antara harga tertinggi yang ditemukan dengan harga yang seharusnya.

Sementara itu, tambahan biaya untuk memproduksi beras fortifikasi padahal hanya sekitar Rp1.000 per kilogram.

Dalam kesempatan tersebut, Amran menyampaikan, dugaan praktik penipuan pada beras fortifikasi itu mencapai sekitar Rp89 triliun. Angka tersebut masih merupakan estimasi berdasar perhitungan pemerintah.

"Nah, ini kerugian, bayangkan kalau tadi Rp89 triliun [kerugian], dan ini keuntungan ditarik dari orang kecil," sebutnya.

Ia menambahkan, Kementan telah mengambil sejumlah langkah terhadap sejumlah merk beras tersebut, yakni penarikan dari peredaran, pencabutan izin, dan dilaporkan kepada aparat penegak hukum.

"Yang pertama, kami sudah perintahkan, tarik [beras dari peredaran]. Yang kedua, cabut izinnya. Yang ketiga, diproses," ujar Amran.

Daftar 25 Merek Beras Fortifikasi yang Diduga Tak Sesuai Label

Berikut merupakan 25 merek beras fortifikasi yang ditemukan Kementan diduga tidak sesuai dengan kandungan pada labelnya:

1. Idola Fortifikasi

2. Idola High Quality Whole Grain Rice

3. Idola Long Grain Rice

4. Ikan Mas Cupang

5. AAA Wijaya Kusuma

6. Cantik Manis

7. Penari Bangkok

8. Topi Koki Short Grain

9. Topi Koki Setra Royale

10. Topi Koki Long Grain Crystal

11. HOK-1 Gohan

12. Maknyuss Pulen Gizi

13. Anak Raja Fortifikasi

14. Anak Raja Nusantara

15. Top Anak Raja

16. PMS Induk Ayam

17. Sumo

18. Rasvit

19. FS Nutri Rice

20. Pelikan

21. Rice Rojolele

22. Super Kepala Beras Premium 111

23. 111 Golden Number

24. Putri Koki

25. Wellfarm Beras Diabet

Baca juga artikel terkait KASUS PENIPUAN atau tulisan lainnya dari Muhammad Naufal

tirto.id - Flash News
Reporter: Muhammad Naufal
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Siti Fatimah