tirto.id - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, mengaku telah menerima usulan nama pahlawan nasional dari Kementerian Sosial (Kemensos). Di antara usulan nama itu tercantum nama Presiden ke-2 Soeharto.
Menurut Prasetyo, Presiden Prabowo Subianto tengah mempelajari usulan nama-nama tersebut untuk dijadikan pahlawan nasional.
"Nama pahlawan kami sudah menerima secara resmi dari Kemensos, hasil dari Dewan Gelar dan Tanda Jasa. Sedang dipelajari oleh Bapak Presiden karena memang cukup banyak nama-nama yang diajukan," ucapnya di Jakarta Pusat, Kamis (30/10/2025).
Kata Prasetyo, Prabowo bakal mengumumkan nama yang akan menjadi pahlawan nasional. Di satu sisi, ia mengonfirmasi Soeharto termasuk dalam nama yang diusulkan.
Prasetyo mengatakan, Pemerintah Pusat tidak menentukan berapa nama yang akan ditetapkan sebagai pahlawan nasional. Rencananya, Pemerintah Pusat bakal mengumumkan nama yang menjadi pahlawan nasional pada Hari Pahlawan yang jatuh pada 10 November 2025.
"Mohon waktu, nanti kalau sudah waktunya dan Bapak Presiden sudah mengambil keputusan, nanti akan kami umumkan. [Soeharto] termasuk yang diusulkan," tuturnya.
"Tidak ada angka yang baku mengatur harus berapanya [nama yang akan menjadi pahlawan nasional]. Kita upayakan seperti itu [diumumkan 10 November 2025]," sambung Prasetyo.
Sebagai informasi, warganet (netizen) menolak Soeharto menjadi pahlawan nasional. Netizen X/Twitter kompak membuat tagar #SoehartoBukanPahlawan.
Mayoritas netizen X mengingatkan sejumlah aksi kekerasan yang terjadi era Soeharto. Misalnya, Petrus 1984, penculikan aktivitas 1997, Tanjung Priok 1984, serta Kudatuli 1996.
Rentetan aksi tersebut tak cuma menimbulkan korban luka-luka, tetapi juga korban meninggal dari masyarakat sipil.
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id





























