Menuju konten utama

Mensesneg Sebut Posisi Said Iqbal di Kabinet Sedang Didiskusikan

Said Iqbal mengaku telah menerima pemberitahuan dari Istana Kepresidenan terkait rencana penunjukannya, tetapi meminta publik menunggu pengumuman istana.

Mensesneg Sebut Posisi Said Iqbal di Kabinet Sedang Didiskusikan
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi saat memberikan keteranan kepada awak media di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (4/6/2026). tirto.id/Qonita Azzahra

tirto.id - Pemerintah hingga saat ini masih membahas peluang bergabungnya Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, ke dalam jajaran Kabinet Merah Putih. Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menyebutkan bahwa pemerintah masih menggodok posisi yang tepat untuk sosok tersebut.

“Sedang didiskusikan, sedang didiskusikan,” kata Prasetyo di gedung Dewan Perwakilan Rakyat, Jakarta, Sabtu, (6/6/2026).

Prasetyo mengungkapkan, jabatan yang disiapkan kemungkinan besar berkaitan dengan rekam jejak Said Iqbal di bidang ketenagakerjaan.

Meski begitu, politikus Partai Gerindra ini enggan merinci posisi spesifik yang akan diberikan kepada pria yang juga Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) tersebut.

Di sisi lain, Said Iqbal mengaku telah menerima pemberitahuan dari Istana Kepresidenan terkait rencana penunjukannya.

Namun, ia tidak bersedia mengungkapkan kapan pemberitahuan itu diterima maupun pihak dari Istana yang menghubunginya.

“Kita tunggu saja pengumuman resmi dari Mensesneg atas nama presiden. Kemungkinan sekitar isu ketenagakerjaan,” ujar Said, Jumat (5/6/2026).

Terkait isu bahwa penunjukannya bertujuan meredam aksi protes buruh, Said menepis anggapan tersebut.

Ia menegaskan bahwa rencana masuknya ia ke pemerintahan merupakan langkah untuk memperkuat perjuangan kesejahteraan buruh dari dalam sistem.

Di sisi lain, Presiden Prabowo Subianto telah lebih dulu menarik tokoh serikat buruh lainnya, Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Jumhur Hidayat, ke dalam kabinet.

Jumhur dilantik sebagai Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup pada reshuffle kabinet, Senin, 27 April 2026.

Sejak masa pemerintahan Prabowo, hubungan antara pemerintah dan organisasi buruh, termasuk KSPI dan KSPSI, terlihat semakin erat.

Hal ini tampak dari perayaan Hari Buruh Internasional tahun 2025 dan 2026 yang digelar bersama pemerintah di Monumen Nasional (Monas).

Sementara itu, Wakil Ketua Umum KSPI, Arnod Sihite, menyambut baik rencana Presiden Prabowo.

Arnod menilai langkah ini sebagai keputusan strategis di tengah tantangan ekonomi dan sosial nasional.

“Dengan terpilihnya sahabat kami, Said Iqbal, kami mengapresiasi keputusan strategis ini. Penunjukan Said Iqbal sangat tepat di tengah begitu banyak tantangan yang dihadapi bangsa. Kehadiran tokoh-tokoh buruh dalam pemerintahan dapat menjadi kekuatan tambahan untuk membantu Presiden mencari solusi atas berbagai persoalan nasional,” ujar Arnod dalam keterangan tertulis di Jakarta, seperti dilansir Antara.

Ia menambahkan, saat ini buruh tidak lagi dapat dipandang hanya sebagai kelompok pekerja yang memahami persoalan hubungan industrial semata.

Baca juga artikel terkait PEMERINTAHAN PRABOWO-GIBRAN atau tulisan lainnya dari Mochammad Fajar Nur

tirto.id - Flash News
Reporter: Mochammad Fajar Nur
Penulis: Mochammad Fajar Nur
Editor: Andrian Pratama Taher