Menuju konten utama

Menpora Erick Thohir Dorong Pencak Silat Jadi Cabor di Olimpiade

Kemenpora akan menjadikan olahraga asli Indonesia diakui secara internasional dan resmi dipertandingkan di Olimpiade.

Menpora Erick Thohir Dorong Pencak Silat Jadi Cabor di Olimpiade
Pesilat putra Indonesia Khoirudin Mustakim (kanan) melancarkan tendangan ke pesilat Singapura Andika Bin Rizali Dhani pada nomor tanding putra -45 kg SEA Games 2025 Impact Arena Muang Thong Thani, Pak Kret, Nothanburi, Bangkok, Thailand, Rabu (17/12/2025).ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/bar
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Erick Thohir, membeberkan pihaknya akan mendorong pencak silat road to world stage. Kemenpora akan menjadikan olahraga asli Indonesia, yakni pencak silat, diakui secara internasional dan resmi dipertandingkan dalam ajang Olimpiade.

Erick bilang, sebanyak 20 cabang olahraga (cabor) unggulan Indonesia dipersiapkan secara khusus untuk bersaing di pentas dunia. Sementara pencak silat secara khusus disiapkan untuk menuju panggung dunia dengan harapan dapat berkembang menjadi cabor Olimpiade.

“Ini 21 cabor yang kita akan fokus di mana 20 cabor untuk menuju olimpiade dan satu cabor road to world stage. Ini seperti juga bangsa-bangsa lain mempromosikan olahraganya. Taekwondo [Korea], karate [Jepang] dan lain-lain. Nah, kita nanti mendorong pencak silat menjadi satu yang untuk world stage,” ujar Erick saat Rapat Kerja Komisi X dengan Kemenpora RI, Selasa (27/1/2026).

Sebanyak 21 cabang olahraga tersebut disiapkan sebagai bagian dari program pembinaan menuju Olimpiade 2028 di Los Angeles, dengan target antara lain SEA Games 2025 di Thailand, Asian Games 2026 di Jepang, dan SEA Games 2027 di Malaysia. Terhadap 21 cabang olahraga tersebut, akan diterapkan sistem promosi dan degradasi berdasarkan capaian prestasi, terutama pada Olimpiade 2028.

Sebanyak 21 cabang olahraga yang menjadi fokus pembinaan tersebut meliputi atletik, senam, akuatik, bulutangkis, angkat besi, panjat tebing, panahan, sepak bola, menembak, judo, tinju, taekwondo, balap sepeda, voli pantai (2x2), bola basket (3x3), dayung (rowing dan canoe), tenis, anggar, gulat, pencak silat, serta equestrian.

Erick kemudian menambahkan, sepak bola ditargetkan secara khusus untuk dapat menembus keikutsertaan Piala Dunia 2030.

Selain memaparkan fokus pembinaan cabang olahraga, Erick juga menyampaikan bahwa saat ini tengah berlangsung proses di Kemenpora bersama Sekretariat Negara untuk penertiban Peraturan Presiden tentang Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) sebagai pengganti Perpres Nomor 86 Tahun 2021. Perpres DBON yang baru akan menyesuaikan cakupan cabor dari 14 menjadi 21, disertai mekanisme promosi dan degradasi yang lebih jelas.

“Supaya cabor-cabor ini ketika sudah ditentukan ini jangan juga jumawa mereka tidak bisa turun ketika mereka tidak mencapai target-targetnya di Olimpiade 2028 dan 2032,” ujar Erick.

Dalam kesempatan yang sama, Erick juga mengumumkan bahwa Kemenpora memperoleh kuota 100 beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dari Kementerian Keuangan untuk jenjang sarjana. Beasiswa tersebut dialokasikan bagi atlet, tenaga kepelatihan, serta manajemen keolahragaansebagai bagian dari upaya peningkatan prestasi.

“Alhamdulillah responsnya luar biasa. Ini bagian dari roadmap membentuk atlet. Kita dorong untuk mereka diedukasi,” katanya.

Baca juga artikel terkait OLAHRAGA PENCAK SILAT atau tulisan lainnya dari Alfitra Akbar

tirto.id - Flash News
Reporter: Alfitra Akbar
Penulis: Alfitra Akbar
Editor: Siti Fatimah