Menuju konten utama

Menkomdigi Meutya Dorong Provider Bidik Pasar Internet Murah

Kebijakan pelepasan akses spektrum frekuensi, seperti pita 1,4 GHz, juga diharapkan dapat mendorong perluasan jangkauan layanan internet murah.

Menkomdigi Meutya Dorong Provider Bidik Pasar Internet Murah
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid memberikan sambutan pada RRI Awards 2025 di Jakarta, Kamis (20/11/2025). ANTARA FOTO/Reno Esnir /tom.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Meutya Hafid mendorong penyedia layanan internet (provider) untuk menghadirkan layanan fixed broadband yang lebih terjangkau.

Pasalnya, saat ini terdapat ceruk pasar potensial yang mencapai 34,5 juta rumah tangga di segmen menengah ke bawah yang saat ini belum terhubung internet karena harganya dinilai mahal.

Berdasarkan data yang dipegang Kementerian, selain segmen menengah ke bawah, terdapat pula 2,8 juta rumah tangga di segmen rendah dengan pola belanja telekomunikasi Rp17 ribu hingga Rp180 ribu per bulan.

Meutia menilai, skala pasar ini sangat besar dan dapat menjadi peluang bisnis yang masuk akal bagi industri.

“Artinya ini bisa masuk kalau teman-teman provider bisa menawarkan di angka yang murah atau internet murah untuk masyarakat. Karena harga internet saat ini mahal, rumah-rumah ini tidak terhubung,” katanya dalam acar MyRepublic Rocket Week 2025 yang disaksikan secara daring, Jumat (21/11/2025).

Ia menambahkan, dengan potensi pasar yang besar itu, provider dapat memanfaat peluang di satu sisi, dan mendorong pemerataan pemanfaatan internet di sisi lainnya bagi masyarakat.

“Tapi skalanya besar, jadi kalau kita murahkan dapat kuota yang besar. Nah ini mudah-mudahan juga bisa tidak hanya baik untuk masyarakat tapi buat industri juga masuk akal,” tambahnya.

Kebijakan pelepasan akses spektrum frekuensi, seperti yang baru dilakukan pada pita 1,4 GHz, juga diharapkan dapat mendorong perluasan jangkauan layanan internet murah ini. Prinsip inklusivitas, kata Meutia, menjadi hal yang sangat penting.

Tidak berhenti di situ, pemerintah juga menargetkan untuk melepas spektrum untuk 5G dalam waktu dekat. Meski semula ditargetkan pada tahun ini, proses konsultasi publik yang mendalam membuat target ini mungkin sedikit molor.

“Kita mudah-mudahan dalam waktu dekat. Untuk 5G juga kita akan coba lepas. Miss-miss sedikit tahun depan ya? Karena itu menjadi prioritas kami satu tahun di awal,” jelasnya.

Meutia menegaskan komitmen pemerintah untuk mempercepat pembangunan infrastruktur digital pada 2026, didukung oleh kondisi industri yang telah mengalami konsolidasi. Dengan pelepasan spektrum frekuensi baru, diharapkan daya saing digital Indonesia di kancah global dapat semakin meningkat.

Baca juga artikel terkait KOMDIGI atau tulisan lainnya dari Nanda Aria

tirto.id - Insider
Reporter: Nanda Aria
Penulis: Nanda Aria
Editor: Hendra Friana