Menuju konten utama
Utang Kereta Cepat

Menkeu soal Negosiasi ke Cina: Saya Belum Tahu Dibawa Apa Enggak

Menurutnya, keterlibatan dirinya dalam negosiasi masih menunggu keputusan final dari Danantara.

Menkeu soal Negosiasi ke Cina: Saya Belum Tahu Dibawa Apa Enggak
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (kiri) beserta jajaran memberikan keterangan kepada media dalam konferensi pers APBN KiTa Edisi November 2025 di Jakarta, Kamis (20/11/2025). ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/tom.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, merespons ihwal rencana pembahasan ulang skema pendanaan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung dengan pemerintah Cina. Menurutnya, keterlibatan dirinya dalam negosiasi masih menunggu keputusan final dari Danantara.

“Saya belum tahu dibawa apa nggak. Tapi kelihatannya kalau emang kita harus terlibat, saya mau lihat term-nya seperti apa. Jadi mengamankan term buat kita juga, buat pemerintah Indonesia,” ujar Purbaya di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta Pusat, Rabu (26/11/2025).

Purbaya menyinggung bahwa skema penugasan layanan publik (Public Service Obligation/PSO) dalam proyek KCJB berpotensi melibatkan Badan Pengelola Investasi Nasional (Danantara). Namun, ia menekankan bahwa pembagian tanggung jawab antara pemerintah dan pihak Cina masih harus dilihat dari hasil perundingan nanti.

“Skema PSO kan ada Danantara. Kita sih pokoknya kalau nggak salah itu yang bagian infrastrukturnya pemerintah. Tapi kita masih lihat juga dengan Cina seperti apa hasil negosiasinya nanti,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa belum ada keputusan final mengenai struktur pendanaan maupun bauran tanggung jawab. Karena itu, pemerintah menunggu perkembangan negosiasi sebelum menetapkan posisi resmi.

“Jadi belum putus. Makanya mau ke sana, ke Cina. Katanya Rosan mau bawa saya, katanya. Saya belum dikasih," jelas dia.

Sebelumnya, CEO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan P. Roeslani; Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, beserta stakeholder terkait lainnya akan bertolak ke Cina untuk membahas penyelesaian utang Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB), Whoosh pada Desember 2025.

Namun, sebelumnya Danantara bersama kementerian/lembaga (K/L) terkait, Rosan mengaku masih duduk bersama untuk menyusun proposal upaya penyelesaian utang Whoosh.

“Kita komunikasi terus dengan beliau, dengan Pak Purbaya. Kita duduk dan kita sedang ini juga untuk memastikan bahwa nanti kita ke Cina-nya, kita sudah matang proposalnya. Kita tentunya akan kirim tim advance dulu untuk bicara dengan tim dari Cina, itu sudah berjalan. Tapi nanti gongnya mungkin saya dengan Pak Purbaya,” ungkap Rosan, di sela PLN CEO Forum, di ICE BSD, Tangerang, Banten, Rabu (26/11/2025).

Baca juga artikel terkait UTANG KERETA CEPAT WHOOSH atau tulisan lainnya dari Dwi Aditya Putra

tirto.id - Insider
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Dwi Aditya Putra