Menuju konten utama

Menhub Prediksi Puncak Arus Mudik Nataru pada Rabu 24 Desember

Mayoritas masyarakat diperkirakan memilih keberangkatan pada pagi hari di puncak arus keberangkatan, 24 Desember 2025.

Menhub Prediksi Puncak Arus Mudik Nataru pada Rabu 24 Desember
Foto udara sejumlah kendaraan pemudik melaju perlahan di Gerbang Tol Cikampek Utama, Karawang, Jawa Barat, Minggu (6/4/2025). Berdasarkan data PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) dari H1 hingga puncak arus balik Lebaran H+5 pada pukul 06.15 WIB tercatat sebanyak 388.001 unit kendaraan melintas di Gerbang Tol Cikampek Utama. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/Spt.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menteri Perhubungan (Menhub), Dudy Purwagandhi, memprediksi puncak arus mudik Natal 2025 akan terjadi pada Rabu (24/12/2025). Sementara itu, puncak arus balik diprediksi terjadi pada Jum’at (2/12/2026).

“Puncak perjalanan diperkirakan terjadi pada Rabu, 24 Desember 2025 untuk arus keberangkatan, dan Jumat, 2 Januari 2026 untuk arus balik atau kepulangan,” kata Dudy di dalam Ruang Rapat Komisi V DPR RI, Jakarta, Senin (8/12/2025).

Dudy mengatakan kedua momen itu akan difokuskan untuk melakukan pembatasan lalu lintas (lalin), penambahan layanan, serta pengaturan operasional semua moda transportasi.

Lebih jauh, Dudy membeberkan mayoritas masyarakat diperkirakan memilih keberangkatan pada pagi hari di puncak arus keberangkatan, 24 Desember 2025, begitu juga pada masa arus balik.

“Mayoritas responden memilih jam keberangkatan pada rentang 07.00-09.59. Adapun puncak kepulangan nasional Jumat, 2 Januari, responden memilih jam kepulangan rentang pukul 07.00-09.00,” kata Dudy.

Berdasarkan survei yang dilakukan kementeriannya bersama Kementerian Komunikasi dan Digital, Badan Pusat Statistik (BPS), dan akademisi, moda transportasi paling banyak dipilih masyarakat pada periode liburan akhir tahun adalah mobil pribadi.

“51,12 juta orang atau 42,78 persen dari total responden memilih menggunakan mobil pribadi, diikuti sepeda motor, bus, mobil sewa, travel, serta moda udara dan kereta api,” kata Dudy.

“Preferensi masyarakat terhadap kendaraan pribadi mengindikasikan perlunya manajemen lalu lintas yang intensif, khususnya pada ruas tol dan akses menuju simpul transportasi,” tambahnya.

Kemudian, Dudy menyebut potensi kepadatan arus mudik juga terjadi di beberapa rute pilihan masyarakat, seperti di jalur arteri dan jalan tol. Dudy mengatakan responden memilih melewati jalur arteri dan jalur utama lainnya sebesar 5,84 juta atau 26,54 persen, dengan perkiraan jalur lain yang akan dilintasi berada di Jatim, Mojokerto, Jombang, Madiun, Malang, Sidoarjo.

Sementara itu, pengguna jalan tol diprediksi paling banyak lewat wilayah padat lalu lintas di sekitar Jabodetabek. “Mayoritas responden memilih akan melintasi ruas tol di area Bandung, Cikampek, Bogor, sebanyak 5,79 persen atau 27,50 juta orang,” terang dia.

Selain itu, Dudy juga memprediksi sebanyak 119,5 juta orang akan bepergian selama masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Data ini juga masih berdasarkan survei yang dilakukan kementeriannya bersama Kementerian Komunikasi dan Digital, Badan Pusat Statistik (BPS), dan akademisi.

Dia mengatakan sebagian besar masyarakat diproyeksi melakukan perjalanan pada libur Natal dan Tahun Baru. Hal tersebut, kata Dudy, memicu lonjakan beban layanan pada simpul-simpul transportasi.

Dia puh menyebut pergerakan terbesar berasal dari provinsi dengan populasi padat, yaitu Jawa Barat (Jabar) sebesar 16,96 persen atau 20,26 juta orang, disusul Jawa Timur (Jatim dan Jawa Tengah (Jateng).

Jateng, katanya, menjadi destinasi utama masyarakat yang ingin melaksanakan mudik pada akhir tahun 2025 ini. “Tujuan perjalanan didominasi Provinsi Jawa Tengah sebesar 16,93 persen atau 20,23 juta orang, diikuti Jawa Timur dan Jawa Barat,” ungkap dia.

Untuk tingkat kabupaten/kota, Dudy menyebut perjalanan terbesar berasal dari Kota Jakarta Timur (Jaktim), yakni 3,05 persen atau 3,64 juta orang, diikuti Kabupaten Bekasi dan Kota Makassar.

Kemudian, Yogyakarta menjadi kota dengan destinasi paling digemari masyarakat. Hal ini sebagaimana dari hasil survei yang dilakukan Kementerian Perhubungan untuk periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

“Tujuan favorit adalah Kota Yogyakarta sebesar 4,31 persen atau 5,15 juta orang, diikuti Kabupaten Bandung dan Kabupaten Malang," jelasnya.

Wilayah lain juga diproyeksi menjadi tujuan utama masyarakat, yakni Sumatra Selatan (Sumsel), Bali, NTT, dan Lampung.

“Menjadi wilayah tujuan terbesar di luar Pulau Jawa yang menjadi tujuan favorit nasional dengan 22,75 juta pergerakan,” ucap Dudy.

Baca juga artikel terkait NATARU 2026 atau tulisan lainnya dari Nabila Ramadhanty

tirto.id - Flash News
Reporter: Nabila Ramadhanty
Penulis: Nabila Ramadhanty
Editor: Bayu Septianto