tirto.id - Pernah makan umbi yakon? Umbi manis ini memang bukan makanan asli Indonesia, tapi umbi yakon belakangan ini cukup populer di tengah masyarakat karena menawarkan rasa dan tekstur yang unik saat dimakan.
Umbi yakon memiliki bentuk fisik yang mirip dengan ubi jalar atau ketela rambat. Namun, umbi yakon bisa dimakan secara langsung dan tak perlu direbus atau digoreng lebih dulu seperti ubi jalar.
Umbi yakon sendiri memiliki rasa yang manis sehingga disukai oleh banyak orang. Menariknya, umbi-umbian yang satu ini ternyata memiliki kandungan nutrisi yang sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh, bahkan bisa jadi camilan sehat bagi pengidap diabetes.
Apa Itu Umbi Yakon? Asal-usul dan Karakteristiknya

Yakon (Smallanthus sonchifolius) merupakan tanaman dari keluarga Asteraceae yang berasal dari wilayah Andes di Amerika Selatan. Tanaman yakon dikenal memiliki umbi yang bentuknya mirip dengan ubi jalar. Warna daging umbinya berwarna putih kekuningan dan tidak mengandung pati.
Umbi yakon juga memiliki tekstur yang renyah, berair, dan bercita rasa manis sehingga sering dikonsumsi mentah. Tekstur renyahnya bahkan kerap disamakan dengan apel. Tak heran jika umbi yang satu ini juga sering dijuluki sebagai apel tanah.
Meski merupakan tanaman asli dari Amerika Selatan, yakon mampu beradaptasi dengan berbagai iklim dan jenis tanah sehingga bisa dibudidayakan di berbagai negara, termasuk Indonesia.
Di Indonesia, ubi yakon dibudidayakan di daerah Wonosobo, tepatnya di wilayah Pegunungan Dieng yang memiliki hawa sejuk. Umbi yakon dari Wonosobo pun sudah sangat dikenal luas dan memiliki banyak peminat di pasaran.
Kandungan Nutrisi Ubi Yakon: Kaya FOS dan Inulin (Prebiotik Alami)

Daya tarik umbi yakon tidak terbatas pada rasa dan teksturnya yang unik, tapi juga pada kandungan nutrisinya. Umbi ini bahkan dinilai sangat menyehatkan dan memiliki manfaat tersendiri bagi tubuh.
Dikutip dari situs WebMD, umbi yakon termasuk salah satu sumber vitamin C, kalsium, kalium, dan fosfor. Umbi yakon segar diketahui mengandung 75% air, 20% karbohidrat, sementara sisanya adalah protein, lemak, dan mineral. Dalam 1 kg, umbi yakon segar mengandung nutrisi berikut:
- Karbohidrat: 106 gram
- Fruktan: 62 gram
- Gula: 26 gram
- Protein: 3,7 gram
- Serat: 3,6 gram
- Lemak: 0,244 gram
Sebagai informasi, FOS secara alami terdapat pada banyak bahan makanan lain, termasuk bawang putih, bawang bombai, asparagus, artichoke, pisang, hingga gandum. Namun, kadar FOS tertinggi diketahui terdapat pada umbi yakon.
Manfaat Ubi Yakon untuk Kesehatan Pencernaan & Membantu Mengontrol Gula Darah

Kandungan nutrisi ubi yakon, terutama FOS dan inulin, diketahui memiliki manfaat kesehatan bagi tubuh, salah satunya adalah menyehatkan saluran pencernaan.
FOS dan inulin termasuk prebiotik alami. Keduanya tidak sepenuhnya dicerna di usus halus sehingga langsung mencapai usus besar dan menjadi “makanan” bagi bakteri baik.
Prebiotik dalam umbi yakon sangat menguntungkan bagi pertumbuhan Bifidobacterium dan Lactobacillus, dua jenis bakteri baik di dalam usus yang bisa membantu melancarkan pencernaan.
Jadi, dengan mengonsumsi umbi yakon, kita sama saja dengan “memberi makan” bakteri baik dalam usus yang otomatis membuat saluran pencernaan menjadi lebih sehat.
Manfaat ini dibuktikan dalam jurnal ilmiah bertajuk Yacon (Smallanthus sonchifolius) Root Increases Bowel Movement Frequency in Healthy Adults via Modulating Gut Microbiota and Intestinal Metabolites: A Pilot Study.
Penelitian menunjukkan bahwa umbi yakon dapat membantu menjaga keseimbangan mikrobiota usus sekaligus meningkatkan frekuensi buang air besar (pencahar alami) secara aman untuk melancarkan pencernaan.
Berpotensi Menurunkan Berat Badan
Manfaat kesehatan lain dari umbi yakon berkaitan dengan penurunan berat badan. Hal ini diulas dalam jurnal The Effects of Yacon Consumption on Body Weight and C-reactive Protein: A Systematic Review and Meta-analysis of Randomized Controlled Trials.Hasil studi menunjukkan bahwa konsumsi yakon berhubungan dengan penurunan berat badan yang cukup signifikan, terutama pada wanita dan orang berusia di atas 40 tahun.
Peneliti menduga manfaat yakon dalam menurunkan berat badan berkaitan dengan kandungan fructooligosaccharides (FOS) dan serat prebiotiknya yang dapat membantu meningkatkan rasa kenyang, memengaruhi mikrobiota usus, serta mendukung metabolisme tubuh.
Namun, efek terhadap indeks massa tubuh (BMI) maupun lingkar pinggang belum menunjukkan hasil yang konsisten sehingga dibutuhkan penelitian lebih lanjut.
Mengontrol Gula Darah
Seperti yang diketahui, sebagian besar kandungan karbohidrat pada umbi yakon berupa FOS dan inulin yang memiliki indeks glikemik rendah sehingga tidak menyebabkan lonjakan gula darah. Selain itu, umbi yakon juga terbukti efektif menekan resistensi insulin dalam tubuh.Dalam jurnal berjudul A Sustainable Wholesome Foodstuff: Health Effects and Potential Dietotherapy Applications of Yacon, umbi yakon terbukti memiliki potensi untuk membantu mengontrol gula darah, memperbaiki sensitivitas insulin, sekaligus menurunkan berat badan.
Jurnal ini bahkan menyoroti bahwa umbi yakon bukan satu-satunya bagian tanaman yang bermanfaat bagi pengidap diabetes. Daun tanaman yakon ternyata sudah digunakan sebagai obat diabetes sejak lama di daerah asalnya di wilayah Andes.
Ekstrak daun yakon diketahui dapat membantu menurunkan kadar gula darah sekaligus meningkatkan kadar insulin sehingga dinilai berpotensi membantu penanganan diabetes.
Cara Mengonsumsi Ubi Yakon: Dimakan Langsung atau Diolah?

Umbi yakon dapat dikonsumsi secara langsung maupun diolah menjadi berbagai jenis makanan dan minuman. Salah satu cara paling umum adalah memakannya secara mentah layaknya makan buah-buahan.
Daging umbi yakon terkenal memiliki tekstur renyah, berair, rasanya manis, dan sering dibandingkan dengan apel atau pir. Karena kandungan airnya yang banyak, umbi ini terasa segar saat dimakan.
Selain itu, dengan memakan umbi yakon secara mentah, kita bisa mendapatkan manfaat dari nutrisinya di dalamnya secara optimal. Pengolahan yang melibatkan panas bisa saja merusak atau mengurangi kandungan nutrisinya, termasuk FOS yang sangat menyehatkan bagi tubuh kita.
Selain dimakan mentah, umbi yakon juga bisa diolah menjadi berbagai makanan atau minuman. Salah satu yang cukup populer adalah sirup yakon yang dibuat dari sari umbi yakon yang dikentalkan.
Sirup ini mengandung FOS, inulin, dan sedikit gula alami. Karena rasanya manis, tapi memiliki dampak kalori yang lebih rendah dibanding gula biasa, sirup yakon sering digunakan sebagai alternatif pemanis alami.
Selain umbi, daun tanaman yakon juga bisa dimanfaatkan untuk membuat teh herbal. Menariknya, daun yakon juga terbukti memiliki aktivitas hipoglikemik dan hipokolesterolemik. Tak hanya itu, teh herbal yakon juga dinilai sebagai sumber antioksidan alami yang baik untuk melawan radikal bebas.
Efek Samping dan Hal yang Perlu Diperhatikan

Umbi yakon memang memiliki rasa yang enak dan menyehatkan, tapi bagaimanapun juga ada hal-hal yang perlu diperhatikan, termasuk efek samping jika mengonsumsinya secara berlebihan dalam satu waktu.
Dikutip dari situs Healthline, umbi yakon memang kaya akan FOS dan serat larut, tapi mengonsumsinya secara berlebihan dapat menyebabkan produksi gas berlebih di usus sehingga memicu perut kembung, diare, mual, dan rasa tidak nyaman pada perut.
Fruktan pada yakon juga termasuk kelompok serat FODMAP (Fermentable Oligosaccharides, Disaccharides, Monosaccharides, and Polyols) sehingga kurang cocok bagi mereka yang sensitif terhadap FODMAP, termasuk penderita Irritable Bowel Syndrome (IBS).
Demikian informasi terkait umbi yakon, mulai dari kandungan nutrisi hingga manfaatnya bagi kesehatan. Umbi yang satu ini bisa menjadi alternatif camilan segar maupun pemanis alami untuk mendukung gaya hidup sehat kita setiap hari.
Namun, jika ingin mengonsumsi umbi yakon secara rutin, terutama jika memiliki kondisi kesehatan tertentu seperti diabetes, pastikan untuk tetap berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi terlebih dahulu agar mendapatkan manfaatnya secara aman dan optimal.
Butuh informasi lain tentang makanan sehat? Intip berbagai tips, rekomendasi produk, hingga informasi makanan-makanan yang menyehatkan tubuh di tautan berikut:
Penulis: Erika Erilia
Editor: Erika Erilia & Yulaika Ramadhani
Masuk tirto.id
































