Mengenal Ragam Susu Nabati dan Manfaatnya Bagi Kesehatan

Oleh: Balqis Fallahnda - 7 Desember 2020
Dibaca Normal 2 menit
Susu kedelai merupakan susu nabati yang populer, namun susu nabati tidak hanya susu kedelai saja.
tirto.id - Ragam susu nabati mulai bermunculan sebagai alternatif produk susu hewani yang mainstream seperti susu sapi dan kambing.

"Semua susu pada dasarnya tidak diciptakan sama," kata Lise Gloede, ahli diet terdaftar yang berbasis di Arlington, Virginia pada Washington's Top News.

Ia juga mengatakan, memilih susu apa yang paling sehat adalah keputusan yang sangat individual.

"Ketika memilih susu hewani atau susu nabati, saya menyarankan konsumen untuk bertanya pada diri sendiri nutrisi apa yang paling penting bagi mereka, bersama dengan rasa, tentu saja," tambahnya.

Setiap orang perlu memilih jenis susu yang tepat untuk tubuhnya karena setiap orang mungkin memiliki kebutuhan susu yang berbeda.

Salah satu ragam susu nabati yang kerap dikonsumsi adalah susu kedelai. Susu ini banyak dikonsumsi oleh para vegan, orang yang sedang diet non-dairy, dan orang dengan intoleransi laktosa.

Susu kedelai merupakan susu nabati yang populer, namun susu nabati tidak hanya susu kedelai saja, masih banyak ragam susu nabati lainnya yang memiliki segudang manfaat berikut ragam susu nabati beserta manfaatnya melansir Mother Nature Network dan Food Revolution Network.

Susu kedelai

Susu kedelai mengandung protein yang tinggi, susu kedelai juga diperkaya dengan kalsium dan vitamin B12. Penelitian saat ini menunjukkan bahwa isoflavon kedelai menurunkan risiko kanker.

Mengandung semua asam amino esensial, kedelai juga merupakan salah satu dari 8 alergen umum yang mungkin tidak toleran atau sensitif terhadap orang.

Susu kedelai juga merupakan alternatif susu nabati yang memiliki gizi seimbang, dan memiliki kandungan yang paling mendekati dengan susu sapi.

Susu almond

Susu almond memiliki kurang dari satu gram protein per cangkir, tetapi mengandung kalsium 50 persen lebih banyak daripada secangkir susu sapi. almond kaya akan vitamin E, antioksidan yang baik untuk otak, darah, dan kulit.

"Kandungan dalam susu almond yaitu magnesium, selenium dan vitamin E, yang dapat meningkatkan kesehatan tulang, menyediakan antioksidan dan membantu sistem kekebalan tubuh dan metabolisme," kata Candice Seti, pelatih nutrisi bersertifikat di San Diego.

Susu almond juga bebas kolesterol dan laktosa, menjadikannya alternatif yang populer bagi mereka yang ingin menghindari produk susu atau mereka yang tidak toleran terhadap laktosa. Karena susu almond rendah natrium, itu juga merupakan pilihan bagus bagi siapa pun untuk menjaga kesehatan jantung.

Susu santan

Santan bukan cairan di dalam kelapa. Sebaliknya, santan dibuat dengan merobek atau memarut daging kelapa yang baru saja dibuka, kemudian mendidihkannya dalam air dan menyaring potongan-potongannya.

Lapisan krim kaya lemak ini dikombinasikan dengan air kelapa untuk membuat susu. Kandungan dalam santan cukup rendah kalori, dengan sekitar 45 kalori per 8 ons. Banyak orang lebih suka rasanya daripada susu alternatif lainnya.

Santan memiliki tekstur seperti krim, mirip dengan susu sapi, membuatnya menjadi pengganti yang paling digandrungi.

Kekurangan susu santan adalah tidak memiliki protein, tinggi lemak jenuh, tetapi beberapa ahli gizi berpendapat bahwa ini adalah asam lemak rantai menengah, yang hanya meningkatkan kolesterol baik.

Susu beras

Susu beras adalah susu yang terbuat dari beras rebus, sirup beras merah, dan pati beras merah. Susu beras juga pilihan susu yang paling manis. Susu beras sangat rendah lemak dan juga mengandung kadar magnesium yang tinggi untuk mengendalikan tekanan darah, kata Seti.

Susu ini juga baik untuk siapa saja yang tidak toleran laktosa. Kekurangan dari susu ini yaitu tidak mengandung kalsium atau protein sebanyak susu sapi.

Susu ini juga mengandung karbohidrat tingkat tinggi. "Susu beras dihasilkan dengan 26 gram karbohidrat per sajian, jauh lebih banyak dari yang lainnya. Ini membuatnya lebih tinggi gula juga. Susu beras juga merupakan kalori tertinggi, jadi bagi siapa pun yang memperhatikan kalori dan asupan karbohidrat mereka, susu beras mungkin tidak cocok," kata Seti.

Susu rami

Susu ini terbuat dari biji rami yang direndam dan ditumbuk dalam air. Hasilnya adalah susu dengan rasa kacang yang lebih kental daripada susu pilihan lain.

Kandungan dalam susu rami adalah asam lemak omega-3 yang dapat membantu menjaga kadar kolesterol dan tekanan darah.

Dengan 140 kalori, 5 gram lemak dan 3 gram protein per cangkir, susu rami merupakan alternatif bergizi untuk susu sapi, terutama jika Anda tidak bisa makan makanan susu karena alasan alergi, medis, atau gaya hidup.

Kekurangan susu rami adalah mengandung lemak. Susu rami tanpa pemanis memiliki lebih banyak lemak daripada susu pilihan lain.

Susu gandum/oat

Susu gandum dibuat dengan merendam oat dalam air, mencampur, dan menyaring campuran tersebut.

Susu gandum berasal dari Swedia dan perlahan-lahan mulai populer di kedai kopi di seluruh AS. Susu ini juga dapat dengan mudah dibuat di rumah hanya dengan gandum dan air.

Susu gandum tinggi serat larut dan mengandung beta-glukan. Beta-glukan adalah gula yang ditemukan dalam gandum dan dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh seseorang.

Beta-glukan adalah gula yang lebih banyak daripada vitamin kedelai atau santan. Ini adalah alternatif yang baik untuk penderita alergi kacang dan kedelai.

Kekurangan susu gandum adalah rendah protein, vitamin, dan mineral. Susu oat juga mengandung lebih banyak lemak daripada susu alternatif lainnya.



Baca juga artikel terkait SUSU NABATI atau tulisan menarik lainnya Balqis Fallahnda
(tirto.id - Kesehatan)

Kontributor: Balqis Fallahnda
Penulis: Balqis Fallahnda
Editor: Nur Hidayah Perwitasari
DarkLight