Mengenal Peer Pressure, Jenis, dan Dampak Psikologisnya

Oleh: Siti Ninda Lestari - 13 Juli 2021
Dibaca Normal 1 menit
Peer pressure dapat menyebabkan risiko yang cukup besar bagi orang yang mengalaminya.
tirto.id - Peer pressure (tekanan dari teman sebaya) adalah pengaruh yang diberikan oleh kelompok terhadap anggota individunya agar sesuai dengan atau sesuai dengan norma dan harapan kelompok tersebut.

Dilansir American Psychological Association, tekanan teman sebaya mungkin memiliki nilai sosialisasi yang positif, tetapi mungkin juga memiliki konsekuensi negatif bagi kesehatan mental atau fisik.

Teman sebaya adalah orang-orang yang merupakan bagian dari kelompok sosial yang sama sehingga istilah “tekanan teman sebaya” berarti pengaruh yang dapat dimiliki teman sebaya terhadap satu sama lain, demikian sebut Elizabeth Hartney dalam laman Verywellmind.

Menurut talkitoutnc dalam artikel berjudul "What are the Six Types of Peer Pressure?", ada enam jenis tekanan sebaya, yaitu sebagai berikut:
  1. Tekanan teman sebaya yang diucapkan (spoken peer pressure).
  2. Tekanan teman sebaya yang tak terucapkan (unspoken peer pressure).
  3. Tekanan rekan langsung (direct peer pressure).
  4. Tekanan teman sebaya tidak langsung (indirect peer pressure).
  5. Tekanan rekan negatif (negative peer pressure).
  6. Tekanan rekan positif (positive peer pressure).


Tekanan sebaya bisa berdampak buruk dan dapat mengakibatkan risiko yang besar. Jika anak berada di bawah tekanan teman sebaya, dia bisa saja ikut minum alkohol seperti atau memakai obat-obatan terlarang seperti yang dilakukan teman-temannya.

Kalangan remaja sangat rentan terhadap tekanan teman sebaya karena mereka berada pada tahap perkembangan ketika mereka mulai hidup mandiri dan mulai terlepas dari pengaruh orang tua. Namun, orang dewasa juga rentan terhadap tekanan teman sebaya.

Meskipun istilah tekanan teman sebaya menyiratkan kesan negatif, namun tekanan teman sebaya tidak selalu berdampak negatif. Tekanan teman sebaya yang bersifat positif, salah satunya pengaruh untuk terlibat dalam olahraga. Keterlibatan ini bisa menjadi positif yang mengarah gaya hidup sehat.



Baca juga artikel terkait KESEHATAN MENTAL atau tulisan menarik lainnya Siti Ninda Lestari
(tirto.id - Sosial Budaya)

Penulis: Siti Ninda Lestari
Editor: Iswara N Raditya
DarkLight