Indeks Kesehatan Mental

"Klemar-Klemer": Mengapa Kita Bisa Kehilangan Sense of Urgency?
Menjadi lebih responsif dan tidak "klemar-klemer" bukan berarti hidup dalam stres permanen, melainkan sebuah keputusan untuk belajar menghargai waktu.

Tidak Mau Melakukan Apa-Apa? Ya, Tidak Apa-Apa
Secara biologis, saat tekanan hidup menumpuk terlalu lama, sistem saraf kita bisa masuk ke dalam apa yang disebut sebagai "respons beku" (freeze response).

Mengapa di Usia 30 dan 40-an Kita Sering Kehilangan "Spark"?
Memasuki usia 30-an, kita mulai mengevaluasi keputusan masa lalu dengan sudut pandang lebih matang, bahkan menganggap pilihan masa muda tak lagi relevan.

Tren TikTok: Ngopi bareng Dirimu di Masa Lalu
Tren ini mengajak kita kembali menemui diri kita di masa lalu dan membayangkan sedang bercakap-cakap dengan sendiri di masa muda.

Sisi Lain Menyibukkan Diri: Ada Masalah yang Ingin Dihindari?
Saat menyibukkan diri, otak kita bisa jadi menciptakan "baju besi" emosional untuk menjaga jarak dari memori pahit atau emosi negatif yang membuat gelisah.

Ada Apa di Balik Tekanan Berat Mahasiswa saat Susun Skripsi?
Skripsi yang semula menjadi gerbang masa depan, kini kerap menjelma beban mental yang meremukkan.

Mengapa Kasus Bunuh Diri di Indonesia Masih Sulit Dicegah?
Tekanan pekerjaan, perundungan, hingga cara seseorang merespons tekanan hidup dapat berkontribusi terhadap meningkatnya risiko bunuh diri.

Grup Orang Tua-Wali Murid: Ruang Komunikasi atau Sumber Tekanan?
Jika ingin keluar dari grup sosial yang toxic, mulailah dengan mengurangi frekuensi membalas pesan grup dan menolak undangan pertemuan secara bertahap.

Skincare Juga Bagian dari Upaya Menjaga Kesehatan Mental
Skincare dapat menjadi bagian dari upaya merawat kesehatan mental, tetapi sebaiknya tetap berangkat dari kebutuhan alih-alih FOMO atau rasa ketertinggalan.

Di Dunia Serba Touchscreen, Kita Tetap Butuh Sensasi Taktil
Sentuhan adalah jembatan interaksi kita dengan dunia, lapisan emosional yang mampu menyampaikan makna serta membentuk relasi manusia dan realitas dunia.

Mengupas Luka Keluarga dalam Novel Makamkan Ibu di Samping Ayah
Novel Kalis Mardiasih ini menguak gejolak emosi rumit dan trauma psikologis dalam keluarga yang sulit dibicarakan. Resensi berikut mengandung spoiler.

Seperti Emosi Negatif, Empati Juga Perlu Dikelola
Empati berlebih terutama memprioritaskan emosi orang lain di atas diri sendiri justru dapat mengakibatkan kecemasan dan depresi.

Hikikomori: Ketika Banyak Orang Jepang Mengasingkan Diri
Ratusan ribu remaja sampai dewasa Jepang menarik diri dari pergaulan sosial dan mengurung diri di kamar selama berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun.

"Namanya Juga Orang Tua..." Antara Proses Menua & Tanda Waspada
Kondisi fisik lansia cenderung melemah, emosi juga rentan terguncang. Memakluminya jadi reaksi spontan dari kita. Di luar itu, apa yang bisa dilakukan?

Saat Perempuan Berani Berkata: "Aku Tidak Selalu Baik-baik Saja"
Setiap perempuan berhak memiliki ruang aman untuk kembali “pulang” atau terhubung dengan dirinya sendiri.

Scroll Terus, FOMO Terus: Sulitnya Memutus Siklus Doomscrolling
Kecanggihan teknologi membuat hiburan dan informasi kian mudah dijangkau. Doomscrolling lahir sebagai konsekuensinya sekaligus godaan yang sulit terelakkan.

Jurnalis Perlu Ruang Aman untuk Jaga Kesehatan Mental
Jurnalis termasuk profesi dengan tingkat stres tinggi karena harus bekerja cepat, akurat, dan responsif terhadap peristiwa yang sering datang tiba-tiba.

Stres Finansial Menggerogoti Pikiran, Tubuh, dan Mental
Diterpa badai masalah keuangan,
Menghantam pikiran, kesehatan, dan mental.
Daripada terapis,
Jauh lebih butuh solusi praktis.
Menghantam pikiran, kesehatan, dan mental.
Daripada terapis,
Jauh lebih butuh solusi praktis.

Apa Kita Perlu Ambisi Agar Merasa Lebih "Hidup"?
Kita sudah "menang" dengan keputusan berani untuk hidup sesuai nilai-nilai sendiri, tanpa perlu validasi dari ambisi-ambisi besar.

Ambisi Hidup Meredup, Bagaimana Cara Menyalakannya Kembali?
Keinginan dan tekad untuk mencapai kesuksesan ternyata bersifat dinamis dan bisa pasang surut dalam sepanjang hidup kita.
Masuk tirto.id








