Indeks Kesehatan Mental

Mengupas Luka Keluarga dalam Novel Makamkan Ibu di Samping Ayah
Novel Kalis Mardiasih ini menguak gejolak emosi rumit dan trauma psikologis dalam keluarga yang sulit dibicarakan. Resensi berikut mengandung spoiler.

Seperti Emosi Negatif, Empati Juga Perlu Dikelola
Empati berlebih terutama memprioritaskan emosi orang lain di atas diri sendiri justru dapat mengakibatkan kecemasan dan depresi.

Hikikomori: Ketika Banyak Orang Jepang Mengasingkan Diri
Ratusan ribu remaja sampai dewasa Jepang menarik diri dari pergaulan sosial dan mengurung diri di kamar selama berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun.

"Namanya Juga Orang Tua..." Antara Proses Menua & Tanda Waspada
Kondisi fisik lansia cenderung melemah, emosi juga rentan terguncang. Memakluminya jadi reaksi spontan dari kita. Di luar itu, apa yang bisa dilakukan?

Saat Perempuan Berani Berkata: "Aku Tidak Selalu Baik-baik Saja"
Setiap perempuan berhak memiliki ruang aman untuk kembali “pulang” atau terhubung dengan dirinya sendiri.

Scroll Terus, FOMO Terus: Sulitnya Memutus Siklus Doomscrolling
Kecanggihan teknologi membuat hiburan dan informasi kian mudah dijangkau. Doomscrolling lahir sebagai konsekuensinya sekaligus godaan yang sulit terelakkan.

Jurnalis Perlu Ruang Aman untuk Jaga Kesehatan Mental
Jurnalis termasuk profesi dengan tingkat stres tinggi karena harus bekerja cepat, akurat, dan responsif terhadap peristiwa yang sering datang tiba-tiba.

Stres Finansial Menggerogoti Pikiran, Tubuh, dan Mental
Diterpa badai masalah keuangan,
Menghantam pikiran, kesehatan, dan mental.
Daripada terapis,
Jauh lebih butuh solusi praktis.
Menghantam pikiran, kesehatan, dan mental.
Daripada terapis,
Jauh lebih butuh solusi praktis.

Apa Kita Perlu Ambisi Agar Merasa Lebih "Hidup"?
Kita sudah "menang" dengan keputusan berani untuk hidup sesuai nilai-nilai sendiri, tanpa perlu validasi dari ambisi-ambisi besar.

Ambisi Hidup Meredup, Bagaimana Cara Menyalakannya Kembali?
Keinginan dan tekad untuk mencapai kesuksesan ternyata bersifat dinamis dan bisa pasang surut dalam sepanjang hidup kita.

Mengelola Kecemasan dari Paparan Berita Duka & Kekerasan
Sederet kejadian memprihatinkan baru-baru ini telah mengguncang rasa aman yang menopang realitas kita sehari-hari sebagai orang tua, ibu, dan pekerja.

Kelelahan Mental yang Mengintai di Semesta Media Sosial
Kita terlalu sering melihat kehidupan orang lain tanpa jeda, sampai-sampai terlupa untuk menikmati keseharian diri sendiri secara lebih utuh.

Digital Distortion: Ilusi 'Sempurna' dari Balik Layar
Apabila pilihan hidup kita terus-menerus dibandingkan dan dinilai dengan “standar” tertentu, pengalaman ini bisa terasa seperti ancaman eksistensial.

Bermandi Cahaya Semesta, Berdamai dengan Duka Lara
Manusia hanya setitik debu jika dibandingkan bintang-bintang. Kita perlu sesekali berkontemplasi, terapi bintang, dan berdamai dengan diri sendiri.

AI yang Selalu Setuju: Teman Curhat atau Jebakan Emosional?
AI cenderung menyetujui pengguna (sycophantic), memberi validasi emosi tanpa kritik—yang bisa memperkuat bias dan menyesatkan pengambilan keputusan.

Orang dengan Banyak Hobi, Apa Untungnya Jadi Multipotentialite?
Orang dengan banyak hobi kerap dituding "gagal fokus" karena minatnya di berbagai bidang. Simak apa saja manfaat memiliki banyak hobi dan tips mengelolanya.

Self Reward di Hari Valentine: Cara Menghargai Perjalanan Diri
Rayakan Hari Valentine dengan self reward! Temukan cara menghargai diri sendiri, merayakan pencapaian, dan memanjakan diri dengan berbagai hadiah istimewa.

10 Ribu Siswa di Kota Bandung Alami Gangguan Kesehatan Mental
Temuan tersebut akan menjadi dasar bagi Dinas Pendidikan Kota Bandung menyusun program penguatan kapasitas guru bimbingan konseling (BK).

Rasa Aman Secara Emosional: Sudahkah Kita Memilikinya?
Orang yang sudah merasa aman secara emosional cenderung tidak akan menggantungkan seluruh harga dirinya pada validasi eksternal.

Pelan-Pelan Itu Boleh: Sebuah Seni untuk Menikmati Proses
Di era serba cepat, waktu diperlakukan bak komoditas mahal: setiap menit dituntut untuk produktif, setiap jeda yang diambil wajib beralasan.
Masuk tirto.id








