Mengenal PBVSI: Induk Organisasi Bola Voli Nasional

Kontributor: Syamsul Dwi Maarif - 13 Okt 2021 13:27 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Mengetahui sejarah dibentuknya PBVSI atau Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia.
tirto.id - Voli merupakan salah satu jenis permainan olahraga bola besar yang banyak peminatnya di dunia, setelah sepak bola dan basket.

Dikutip dari laman PBVSI, permainan bola vola pertama kali dibuat dengan sebutan Mintonette oleh seorang instruktur pendidikan jasmani dari Young Men’s Christian Association (YMCA) bernama William G Morgan pada tanggal 9 Februari 1895 di Holyoke, Massachuseetts, Amerika Serikat.

Sebelum menciptakan olahraga voli, Morgan sempat bertemu dengan James Naismith, yaitu seorang pencetus permainan bola basket pada tahun 1891.

Penciptaan permainan bola voli pada dasarnya berasal dari adopsi kombinasi dalam karakter permainan bola basket, baseball, tenis, dan bola tangan.

Permainan bola voli awalnya ditujukkan kepada anggota YMCA yang sudah melewati usia muda. Sehingga, permainannya tidak seaktif dalam pertandingan bola basket.

Perubahan penyebutan dari Mintonette menuju Volleyball terjadi pada tahun 1896. Hal tersebut, bertepatan dengan diadakannya kontestasi pertama permainan bola voli di Internasional YMCA Training School.

Pada mulanya, permainan bola voli hanya berkembang kawasan Amerika dan Eropa Barat. Selain itu, permainan bola besar tersebut hanya sebatas olahraga rekreasi. Kemudian, beberapa negara Eropa setelah dekade 1930-an, mulai membentuk federasi nasional untuk lebih mengembangkan olahraga bola voli.

Akhirnya, pada tahun 1947, dibentuklah Federasi Bola Voli Internasinal (FIVB) dalam sebuah pertemuan di Paris (Prancis) yang dihadiri oleh 14 perwakilan negara pencetus, yakni Amerika Serikat, Belgia, Belanda, Brasil, Cekoslowakia, Italia, Hungaria Mesir, Prancis, Polandia, Portugal, Rumania, Uruguay dan Yugoslavia.

Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI)

Indonesia juga memiliki perkumpulan bola voli nasional yang disebut dengan Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI).

Pembentukan PBVSI dimulai dengan diadakannya pertandingan bola voli secara resmi di Pekan Olahraga Nasional (PON) II Jakarta pada tahun 1951 untuk pertama kalinya. Kemudian, Pertandingan bola voli secara nasional diadakan kembali untuk yang kedua kalinya di PON III Medan.

Sejak pelaksanaan PON III Medan, Ikatan Perhimpunan Volleyball Soerabaia (IPVOS) terus menggemborkan bahwa diperlukannya pembentukan perhimpunan bola voli dalam lingkup nasional.

Hal tersebut disambut dengan dikeluarkannya dukungan dari Persatuan Volleyball Indonesia Djakarta (PERVID).

Pada tahun 1954, IPVOS dan PERVID melakukan sebuah pertemuan untuk membahas pembentukan sebuah induk organisasi bola voli di Indonesia.

Setelah setahun berjalan, akhirnya pada tanggal 22 Januari 1955, dibentuklah sebuah induk organisasi bola voli nasional dengan nama Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI). Kemudian, PBVSI berhasil masuk menjadi anggota resmi FIVB pada tahun 1958.

Peraturan Permainan Bola Voli

Salah satu peraturan dasar dalam permaian bola voli adalah sebuah tim dapat menyentuh bola dengan bagian yang diperbolehkan maksimal sebanyak 3 (tiga) kali.

Dikutip dari modul PJOK: Permainan Bola Voli Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan Kelas X oleh Kemendikbud (2020:8), pertandingan bola voli dimulai dengan seseorang dari salah satu tim yang harus melakukan servis ke arah pertahanan lawan dengan melambungkan bola terlebih dahulu sebelum dipukul.

Setiap poin yang masuk dihitung 1 (satu) dan didapatkan dari tim yang berhasil memenangkan rally pertandingan. Tim yang mendapatkan poin akan berhak melakukan servis.

Semua pemain dalam suatu tim yang mengikuti pertandingan, harus melakukan rotasi searah jarum jam setiap menyelesaikan rally.

Jumlah pemain dari satu tim yang berada dalam lapangan selama pertandingan adalah 5 (lima) orang.

Pertandingan dalam bola voli terdiri dari 5 set, di mana set 1 sampai 4 (empat) menggunakan sistem 25 point. Sementara, pada set ke-5 hanya menggunakan 15 poin.


Baca juga artikel terkait PENJASKES atau tulisan menarik lainnya Syamsul Dwi Maarif
(tirto.id - Pendidikan)

Kontributor: Syamsul Dwi Maarif
Penulis: Syamsul Dwi Maarif
Editor: Yandri Daniel Damaledo

DarkLight