Mengenal Diet Yoyo yang Bisa Berdampak Buruk bagi Kesehatan

Penulis: Dhita Koesno - 9 Jun 2022 16:45 WIB
Dibaca Normal 2 menit
Mengenal diet yoyo dan cara menghindari diet yoyo yang bisa berdampak buruk bagi kesehatan.
tirto.id - Diet yoyo adalah praktik penurunan berat badan berulang kali dengan berdiet yang digambarkan sebagai pola penurunan berat badan, mendapatkan kembali berat badan awal, dan kemudian berdiet lagi.

Ini adalah proses yang menyebabkan berat badan naik dan turun seperti yo-yo.

Sebuah penelitian melaporkan, jenis diet ini secara umum dilakukan oleh 10% pria dan 30% wanita.

Studi tersebut menyebutkan bahwa peningkatan nafsu makan biasanya menghasilkan lebih banyak berat badan dari waktu ke waktu.

Jadi selama diet, kehilangan lemak akan menyebabkan penurunan kadar hormon leptin, yang biasanya membantu Anda merasa kenyang.

Dilansir Healthline, dalam keadaan normal, simpanan lemak tubuh melepaskan leptin ke dalam aliran darah. Ini memberi tahu tubuh bahwa simpanan energi tersedia, dan memberi sinyal Anda untuk makan lebih sedikit.

Saat Anda kehilangan lemak, leptin menurun dan nafsu makan meningkat.

Hal ini menyebabkan nafsu makan meningkat saat tubuh mencoba untuk memasok kembali simpanan energi yang terkuras.

Selain itu, hilangnya massa otot selama diet menyebabkan tubuh menghemat energi.

Ketika kebanyakan orang menggunakan diet jangka pendek untuk menurunkan berat badan, mereka akan mendapatkan kembali 30-65% dari berat badan yang hilang dalam satu tahun.

Selain itu, satu dari tiga pelaku diet yoyo berakhir lebih berat daripada sebelum mereka berdiet.

Penambahan berat badan ini melengkapi fase "naik" dari diet yo-yo, dan mungkin mendorong pelaku diet untuk memulai siklus penurunan berat badan lainnya.

Dampak Negatif Diet Yoyo


Selain dampak buruk yang disebutkan di atas, berikut ini beberapa efek negatif lainnya ketika menjalani pola diet yoyo:

1. Persentase Lemak Tubuh Lebih Tinggi

Dalam beberapa penelitian, diet yo-yo telah menyebabkan peningkatan persentase lemak tubuh.

Selama fase penambahan berat badan dari diet yo-yo, lemak diperoleh kembali lebih mudah daripada massa otot.

Hal ini dapat menyebabkan perubahan lain yang membuat lebih sulit untuk menurunkan berat badan.

2. Dapat Menyebabkan Kehilangan Otot

Selama diet penurunan berat badan, tubuh kehilangan massa otot serta lemak tubuh. Kehilangan otot selama diet ini juga menyebabkan penurunan kekuatan fisik.

Efek ini dapat dikurangi dengan olahraga, termasuk latihan kekuatan. Berolahraga memberi sinyal pada tubuh untuk menumbuhkan otot, bahkan ketika bagian tubuh lainnya sedang melangsingkan badan.

3. Berat Badan Menyebabkan Hati Berlemak

Hati berlemak adalah ketika tubuh menyimpan kelebihan lemak di dalam sel-sel hati.

Obesitas adalah faktor risiko untuk mengembangkan hati berlemak, dan penambahan berat badan membuat Anda sangat berisiko.

Sebuah penelitian pada tikus menunjukkan bahwa beberapa siklus kenaikan berat badan dan penurunan berat badan menyebabkan perlemakan hati serta bisa membuat kerusakan hati.

4. Peningkatan Risiko Diabetes

Diet yo-yo dikaitkan dengan kemungkinan lebih tinggi terkena diabetes tipe 2, meskipun tidak semua penelitian menemukan bukti untuk ini.

Sebuah tinjauan dari beberapa penelitian menunjukkan bahwa riwayat diet yo-yo memprediksi diabetes tipe 2 dalam empat dari 17 penelitian.

Sebuah penelitian terhadap 15 orang dewasa menunjukkan bahwa ketika peserta mendapatkan kembali berat badan setelah 28 hari penurunan berat badan, sebagian besar adalah lemak perut.

Lemak perut lebih cenderung menyebabkan diabetes daripada lemak yang disimpan di lokasi lain, seperti lengan, kaki, atau pinggul.

5. Peningkatan Risiko Penyakit Jantung

Risiko penyakit jantung meningkat dengan penambahan berat badan dan berat badan yang berfluktuasi. Semakin besar perubahan berat badan, semakin besar risikonya.

6. Dapat Meningkatkan Tekanan Darah

Kenaikan berat badan, termasuk rebound atau kenaikan berat badan yo-yo setelah berdiet, juga terkait dengan peningkatan tekanan darah.

Lebih buruk lagi, diet yo-yo dapat menumpulkan efek sehat dari penurunan berat badan pada tekanan darah di masa depan.

Sebuah penelitian terhadap 66 orang dewasa menemukan bahwa mereka yang memiliki riwayat diet yo-yo mengalami peningkatan tekanan darah yang lebih sedikit saat menurunkan berat badan.

7. Menyebabkan Frustrasi

Diet yo-yo bisa membuat Anda merasa di luar kendali, tetapi itu bukan tanda kelemahan pribadi.

Jika belum menemukan perubahan kesehatan jangka panjang yang Anda cari dengan berdiet, inilah saatnya untuk mencoba sesuatu yang lain, daripada harus melakukan diet yoyo.


Baca juga artikel terkait LIFESTYLE atau tulisan menarik lainnya Dhita Koesno
(tirto.id - Kesehatan)

Penulis: Dhita Koesno
Editor: Iswara N Raditya

DarkLight