Menuju konten utama

Mengapa Helm Half Face Banyak Direkomendasikan? Ketahui Faktanya

Simak kelebihan helm half face sehingga direkomendasikan oleh banyak pengguna, serta tips memilih helm yang tepat agar aman dan nyaman selama berkendara.

Mengapa Helm Half Face Banyak Direkomendasikan? Ketahui Faktanya
Ilustrasi Memakai Helm. foto/IStockphoto

tirto.id - Helm half face termasuk salah satu jenis helm yang banyak beredar di Indonesia. Banyak pengendara motor yang lebih merekomendasikan penggunaan helm half face ketimbang jenis lain seperti full face. Namun, apakah helm half face benar lebih baik dan aman?

Helm merupakan salah satu perlengkapan keselamatan yang wajib dikenakan saat mengendarai motor. Fungsi utama helm adalah melindungi kepala dari benturan atau cedera serius jika terjadi kecelakaan.

Selain itu, helm juga membantu mengurangi dampak angin, debu, dan benda asing yang bisa mengganggu penglihatan pengendara di jalan.

Di pasaran, ada banyak jenis helm yang bisa dipilih oleh para pengendara, salah satunya adalah helm half face. Banyak orang yang lebih suka mengenakan helm half face karena model ini memiliki beberapa kelebihan.

Namun, untuk mengetahui apakah helm half face memang lebih baik dari tipe helm lainnya, kita perlu memahami definisi, kelebihan, serta kekurangan dari helm jenis ini.

Apa Itu Helm Half Face?

Helm Retro Klasik

Ilustrasi Helm. foto/istockphoto

Helm terbagi menjadi beberapa jenis berdasarkan desain atau bentuknya, mulai dari half face, open face, modular, hingga full face. Namun, banyak orang yang masih keliru menyebut helm open face sebagai half face, apa bedanya?

Helm half face artinya jenis helm motor yang hanya melindungi sebagian kepalanya. Helm ini menutupi bagian atas kepala pengendara, sementara bagian wajah hingga rahang tetap terbuka. Di Indonesia, kita sering menyebutnya sebagai helm catok.

Secara desain, helm half face mirip seperti helm proyek. Jenis helm ini dulu sangat populer dan lebih umum digunakan oleh masyarakat Indonesia. Seiring berjalannya waktu, popularitas helm ini mulai menurun meski sampai sekarang masih tetap dijual di pasaran.

Di sisi lain, helm open face adalah jenis helm yang menutupi bagian atas, samping, dan belakang kepala, tapi tidak menutup area wajah hingga dagu. Helm ini pun menawarkan perlindungan yang lebih baik ketimbang model half face.

Kebanyakan helm SNI yang beredar di Indonesia sebenarnya adalah tipe open face, bukan half face. Namun, mayoritas masyarakat di sini salah kaprah dengan menyebutnya sebagai helm half face.

Catatan: Untuk menyamakan persepsi dan tidak menimbulkan kebingungan, selanjutnya kita akan membahas helm half face yang mengacu pada tipe helm open face, bukan model helm catok.

Mengapa Helm Half Face Banyak Direkomendasikan Pengguna?

Ilustrasi Pengendara Motor

Ilustrasi Memakai Helm. (Antara News/AHM)

Helm half face sangat populer di kalangan pengendara motor, terutama untuk penggunaan sehari-hari. Banyak orang merekomendasikan tipe helm ini karena beberapa kelebihan dari segi bobot hingga sirkulasi udaranya.

Di bawah ini merupakan kelebihan dan kekurangan helm half face seperti dikutip dari situs Partzilla dan Bikester Global.

Kelebihan Helm Half Face

1. Visibilitas Lebih Luas

Helm half face memberikan sudut pandang yang lebih luas karena bagian wajah tidak tertutup pelindung. Desain ini membuat pengendara lebih mudah melihat kondisi di sekitar, termasuk kendaraan dari samping maupun pergerakan di jalan.

Dengan bidang pandang yang lebih terbuka, risiko titik buta juga bisa berkurang sehingga pengendara dapat lebih cepat merespons situasi di jalan.

2. Sirkulasi Udara Lebih Baik

Salah satu keunggulan utama helm half face adalah aliran udara yang lancar. Karena bagian wajah terbuka, udara dapat masuk dengan bebas sehingga kepala terasa lebih sejuk dan pengendara tidak merasa pengap saat berkendara.

Jika dibandingkan dengan helm full face, helm half face sering dianggap lebih nyaman digunakan, terutama di daerah beriklim panas atau saat berkendara dalam waktu lama.

3. Lebih Mudah Berkomunikasi

Helm half face memudahkan pengendara untuk berbicara dengan orang lain tanpa harus melepas helm. Karena bagian mulut tidak tertutup (seperti pada full face), suara dapat terdengar lebih jelas dan pengendara juga lebih mudah mendengar lawan bicara.

4. Lebih Nyaman untuk Pengguna Kacamata

Pengendara yang menggunakan kacamata biasanya akan lebih nyaman memakai helm half face ketimbang full face. Hal ini karena desainnya lebih terbuka dan tidak terlalu menekan bagian wajah atau pelipis sehingga kacamata lebih mudah dipasang dan dilepas.

5. Bobot Lebih Ringan

Helm half face umumnya memiliki bobot yang lebih ringan dibandingkan helm full face karena menggunakan lebih sedikit material. Bobot yang ringan membuat tekanan pada kepala terasa lebih kecil dan helm juga lebih mudah dipakai maupun dilepas.

6. Harga Lebih Terjangkau

Karena desainnya lebih sederhana dan menggunakan bahan yang lebih sedikit dibandingkan helm full face, helm half face biasanya dijual dengan harga yang lebih murah. Hal ini membuatnya jadi pilihan favorit bagi pengendara motor, terutama untuk penggunaan sehari-hari.

7. Fleksibel dari Segi Gaya

Helm half face juga sering dipilih karena memberikan kebebasan dalam menyesuaikan gaya berkendara. Pengendara dapat memadukannya dengan kacamata motor, masker, atau aksesori lain sesuai selera.

Ilustrasi Helm

Ilustrasi helm. Getty Images/iStockphoto

Kekurangan Helm Half Face

1. Perlindungan Lebih Terbatas

Dibandingkan helm catok, helm half face/open face memang lebih dapat melindungi kepala pengguna. Namun, jika dibandingkan dengan helm full face, perlindungannya tentu lebih rendah karena tidak menutupi kepala secara penuh.

Area seperti wajah dan dagu tetap terbuka sehingga lebih rentan terhadap cedera saat terjadi kecelakaan. Meski sudah dilengkapi visor, tingkat perlindungannya dianggap belum setara dengan helm full face. Selain itu, kebanyakan orang Indonesia masih lebih suka membuka kaca helm saat berkendara.

2. Perlindungan dari Debu dan Benda Asing Lebih Minim

Tak hanya perlindungan saat kecelakaan, pengendara juga lebih mudah terkena debu, asap kendaraan, serangga, atau serpihan kecil dari jalan ketika mengenakan helm half face, terutama jika visor atau kaca helmnya dibuka.

Kondisi ini bisa mengganggu kenyamanan berkendara, terutama saat melaju dengan kecepatan tinggi atau di jalan yang berdebu.

Apakah Helm Half Face Lebih Baik?

Helm half face diketahui memiliki sejumlah kelebihan yang membuatnya lebih nyaman digunakan, terutama untuk pemakaian sehari-hari. Inilah yang menjadi alasan mengapa ada banyak rekomendasi helm half face dari para pengendara motor.

Menariknya, ada sebuah studi yang mengaitkan penggunaan helm non-full face dengan risiko kecelakaan. Studi ini tertuang dalam jurnal A Heterogeneity Based Case-Control Analysis of Motorcyclist’s Injury Crashes: Evidence from Motorcycle Crash Causation Study.

Penelitian ini menggunakan data dari FHWA Motorcycle Crash Causation Study. Salah satu hasil analisisnya mengungkap bahwa helm dengan perlindungan sebagian (partial helmet coverage) memiliki risiko kecelakaan yang secara signifikan lebih rendah.

Hal ini kemungkinan dipengaruhi oleh kelebihan yang dimiliki oleh helm jenis ini, seperti visibilitas yang lebih baik. Namun, penting untuk dipahami bahwa analisis ini membahas tentang potensi atau kemungkinan terlibat kecelakaan, bukan tentang perlindungan saat kecelakaan terjadi.

Jika ditinjau dari aspek keamanan, helm full face tentunya lebih direkomendasikan karena memberikan perlindungan maksimal ketimbang helm half face.

Tips Memilih Helm Half Face

Ilustrasi Helm

Ilustrasi Helm. foto/IStokcphoto

Helm half face terbaik harus memiliki kualitas tinggi dan memenuhi standar keselamatan saat digunakan, jadi tidak bisa dipilih secara sembarangan. Berikut beberapa tips memilih helm half face yang tepat agar aman dan nyaman saat berkendara:

1. Pastikan Helm Memiliki Sertifikasi Keamanan

Hal pertama yang perlu diperhatikan adalah adanya sertifikasi keselamatan pada helm. Di Indonesia, pilih helm half face yang minimal sudah berlabel SNI.

Jika memungkinkan, tentu akan lebih baik jika helm juga memenuhi standar lain seperti Economic Commission for Europe (ECE) atau Department of Transportation (DOT).

Tidak menutup kemungkinan adanya produsen nakal yang sembarangan menempel stiker SNI di helm yang berkualitas rendah. Untuk menghindari hal ini, pastikan untuk membeli helm di tempat-tempat tepercaya.

2. Pilih Ukuran yang Pas di Kepala

Helm yang baik harus terasa pas di kepala, tidak terlalu longgar maupun terlalu sempit. Saat dipakai, helm seharusnya memberikan tekanan yang merata tanpa menimbulkan titik sakit dan tidak bergerak ketika kepala digoyangkan.

Oleh karena itu, luangkan waktu yang cukup untuk mencoba helm secara langsung saat proses pembelian. Jika membeli secara online, ukur lingkar kepala dan cocokkan dengan tabel ukuran helm yang disediakan oleh seller.

3. Perhatikan Kualitas Kaca Helm, Pilih Double Visor jika Perlu

Pada helm half face, visor menjadi komponen penting yang membuat wajah agak tertutup. Pilih visor berkualitas dan jernih. Jika sering digunakan berkendara pada siang hari, pertimbangkan memilih helm dengan double visor.

Pada double visor, biasanya terdapat visor gelap yang menyerupai kacamata dan letaknya di dalam visor utama (yang umumnya putih/bening). Visor gelap ini berfungsi untuk mengurangi silau sehingga lebih aman saat berkendara di siang hari.

4. Perhatikan Kualitas Helm

Saat memilih helm half face, perhatikan kualitas bahannya karena akan memengaruhi tingkat perlindungan, bobot, dan harga. Umumnya helm jenis ini dibuat dari tiga material utama, yaitu termoplastik, fiber, dan karbon.

Helm berbahan termoplastik seperti ABS biasanya lebih terjangkau dan cukup untuk penggunaan harian, meskipun ketahanannya tidak setinggi bahan lain.

Sementara itu, helm fiber (baik fiberglass maupun komposit) biasanya lebih kuat dibandingkan plastik. Adapun helm karbon dikenal paling ringan dan kuat sehingga cocok untuk penggunaan jangka panjang atau performa tinggi, tapi harganya juga paling mahal di antara ketiganya.

5. Pastikan Tali dan Sistem Penguncinya Aman

Sistem pengunci atau retention system berperan menjaga helm tetap berada di tempatnya saat terjadi benturan. Jenis pengunci yang umum digunakan adalah double D-ring, micrometric buckle, dan quick-release buckle.

Double-D ring memiliki sistem dengan dua cincin logam berbentuk huruf D, tempat tali helm dimasukkan dan dilipat kembali. Sistem ini dikenal sangat kuat, memiliki risiko kegagalan yang sangat kecil, dan sering digunakan pada helm.

Ada pula tipe micrometric buckle yang menggunakan mekanisme bergerigi untuk mengencangkan tali secara bertahap. Sistem ini lebih mudah disesuaikan dan praktis untuk penggunaan sehari-hari.

Jenis lainnya adalah quick-release buckle. Sistem ini sangat cepat dan mudah digunakan, tapi biasanya kurang tahan terhadap beban ekstrem dibanding dua sistem lainnya. Secara umum, banyak pengendara memilih double-D ring atau micrometric buckle karena dianggap mudah dan aman.

Demikian penjelasan tentang tentang helm half face, kelebihan dan kekurangannya, serta tips memilih helm yang tepat. Dengan memahami karakteristik helm ini, pengendara dapat menentukan apakah tipe half face sesuai dengan kebutuhan dan gaya berkendaranya.

Yang terpenting, pastikan helm yang dipilih sudah memiliki sertifikasi keselamatan, ukuran yang pas, dan kualitas yang baik agar tetap memberikan perlindungan maksimal selama di perjalanan.

Temukan berbagai tips, rekomendasi, info spesifikasi, hingga berita terkini seputar dunia otomotif melalui kumpulan artikel Tirto di tautan ini:

Kumpulan Artikel Otomotif

Baca juga artikel terkait HELM atau tulisan lainnya dari Erika Erilia

tirto.id - Gearbox
Kontributor: Erika Erilia
Penulis: Erika Erilia
Editor: Erika Erilia & Yulaika Ramadhani