Menuju konten utama

Apa Cermin yang Digunakan pada Kaca Spion? Cekung atau Cembung?

Cermin yang digunakan pada kaca spion mobil atau motor adalah cermin cekung atau cembung? Yuk, simak penjelasan lengkapnya di sini beserta tips memilihnya.

Apa Cermin yang Digunakan pada Kaca Spion? Cekung atau Cembung?
Ilustrasi Spion Motor. foto/istockphoto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Cermin yang digunakan pada kaca spion mobil atau motor adalah cermin cekung atau cembung? Jenis cermin pada spion pastinya akan sangat berpengaruh pada keselamatan berkendara karena berkaitan dengan bagaimana cara objek dipantulkan dan terlihat oleh pengendara.

Kaca spion motor dan mobil menjadi komponen penting bagi navigasi pengendara, bahkan penggunaannya diatur dalam UU No. 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).

Dengan spion, pengendara bisa memantau posisi kendaraan lain, pejalan kaki, atau objek di sekitarnya. Spion pun sangat berguna ketika pengendara hendak berbelok, berpindah jalur, menyalip kendaraan lain, parkir, atau hendak menyebrang.

Kaca spion membantu pengendara untuk melihat keadaan sekelilingnya, baik sisi samping maupun belakang tanpa harus menoleh secara langsung. Pertanyaannya, bagaimana spion mobil dan motor bisa menangkap visual di sekitar pengendara dengan jangkauan yang cukup luas?

Kuncinya ada pada jenis cermin yang dipakai. Jadi, cermin yang digunakan pada kaca spion mobil atau motor adalah cermin cekung atau cembung? Mari simak penjelasannya di bawah ini.

Kaca Spion Cembung atau Cekung?

Ilustrasi Mobil

Ilustrasi Spion Mobil. foto/istockphoto

Jika diperhatikan, kaca spion di kendaraan tidaklah datar seperti cermin yang biasa kita pakai untuk berkaca. Permukaannya terlihat melengkung ke luar. Jadi, cermin yang digunakan pada kaca spion mobil atau motor adalah cermin cembung.

Dikutip dari Astra Daihatsu, kaca spion sebaiknya menggunakan cermin cembung supaya pengendara bisa menyetir dengan aman. Cermin cembung memiliki permukaan yang melengkung ke arah luar, mirip dengan bagian belakang sendok makan.

Sifat utama cermin cembung adalah menyebarkan cahaya (divergen). Karakteristik inilah yang menjadi kunci utama fungsinya sebagai spion. Dengan sifat menyebarkan cahaya, cermin cembung mampu menangkap area pandang yang lebih luas dibandingkan cermin datar biasa.

Bayangan yang dihasilkan oleh cermin cembung pun memiliki tiga sifat khas, yaitu tegak, maya (semu), dan lebih kecil (diperkecil) dari ukuran aslinya. Jadi, ketika seseorang melihat kendaraan di belakang melalui spion, jarak mereka sebenarnya lebih dekat dari yang tampak di cermin.

Penggunaan cermin cembung pada kaca spion agar pengendara dapat melihat area pandang di sekitar kendaraan dengan lebih luas dan mengurangi titik buta. Demikian, cermin cembung memudahkan pengendara ketika melihat kendaraan lain dan benda-benda yang ada di belakangnya.

Ilustrasi pengendara motor dengan phone holder

Ilustrasi Spion Motor. FOTO/iStockphoto

Sebaliknya, cermin cekung menghasilkan bidang pandang yang lebih sempit dibandingkan cermin cembung. Alhasil pengemudi justru akan melihat area yang lebih terbatas dan berpotensi meningkatkan titik buta (blind spot) yang membuat kendaraan atau objek di sekitar lebih sulit terpantau.

Selain itu, sifat bayangan yang dihasilkan cermin cekung juga bergantung pada letak benda terhadap titik fokus dan pusat kelengkungan. Secara umum, cermin cekung dapat menghasilkan bayangan nyata atau maya, terbalik atau tegak, serta diperbesar, diperkecil, atau sama besar.

Karena sifat bayangan yang dihasilkan bisa berubah-ubah, hal ini dapat menyulitkan pengemudi dalam memperkirakan jarak dan posisi kendaraan di sekitar. Inilah salah satu alasan mengapa cermin yang digunakan pada kaca spion mobil atau motor adalah cermin cembung, bukan cekung.

Apa yang Terjadi Jika Kaca Spion Datar?

Ilustrasi Supir Pribadi

Ilustrasi Spion Mobil. foto/istockphoto

Sebagian orang mungkin bertanya-tanya bagaimana jika kaca spion menggunakan cermin datar. Sama seperti cermin cekung dan cembung, cermin datar pun memiliki karakteristiknya tersendiri.

Dilansir dari laman Daihatsu, cermin datar menghasilkan bayangan maya, tegak, dan sama besar. Hal ini justru membuat pengemudi tidak leluasa dalam melihat kondisi sekitarnya. Selain itu, cermin datar berpotensi menghasilkan banyak titik buta.

Melalui ukuran bayangan yang dihasilkan sama besar, luas pandangan yang bisa tertangkap oleh spion menjadi sangat terbatas. Akibatnya, area di samping dan belakang kendaraan yang masuk ke sudut pandang pengendara akan jauh lebih sempit.

Jika memakai spion datar, pengemudi akan kesulitan melihat kendaraan lain yang berada di jalur samping, terutama saat akan berpindah jalur atau berbelok. Risiko kecelakaan pun bisa meningkat drastis.

Tips Memilih Spion yang Tepat dan Tetap Bergaya

Ilustrasi stang motor

Ilustrasi spion motor. FOTO/iStockphoto

Dari penjelasan sebelumnya, kita sudah mengetahui bahwa cermin yang digunakan pada kaca spion mobil atau motor adalah cermin cembung. Sekarang kita juga perlu tahu bagaimana caranya memilih spion yang tepat agar fungsional dan tetap terlihat bergaya. Berikut tipsnya:

1. Utamakan Cermin Cembung

Ada cukup banyak produk spion dengan kaca datar di pasaran. Saat membeli spion, pastikan spion yang kita pilih menggunakan cermin cembung. Jangan tergiur dengan model yang menggunakan kaca datar hanya karena terlihat unik.

2. Sesuaikan Ukuran

Pabrikan telah merancang ukuran dan posisi spion agar dapat memberikan bidang pandang yang optimal bagi pengendara. Pada banyak sepeda motor, ukuran kaca spion rata-rata berada di kisaran tinggi 75–80 mm dan lebar 130–140 mm, meskipun setiap model dapat memiliki dimensi yang berbeda.

Oleh karena itu, hindari mengganti spion dengan ukuran yang tidak sesuai standar pabrikan, misalnya memiliki ukuran yang jauh lebih kecil, karena hal ini dapat mengurangi visibilitas dan memperbesar area blind spot saat berkendara.

3. Sesuaikan dengan Postur Berkendara

Spion bawaan pabrik dirancang sesuai dengan posisi berkendara di motor atau mobil yang dipakai. Jika ingin mengganti spion, pastikan spion baru dapat diatur sehingga tetap memberikan pandangan yang jelas ke belakang tanpa harus mengubah posisi duduk atau menoleh secara tidak wajar.

4. Kualitas Spion

Spion yang baik menghasilkan pantulan yang jernih, tidak buram, dan tidak mudah terdistorsi. Spion berkualitas juga memiliki dudukan dan engsel yang kuat sehingga tidak mudah goyang akibat getaran saat kendaraan melaju. Getaran berlebih dapat membuat objek pada spion terlihat kabur.

5. Pilih Desain yang Sesuai dengan Kendaraan

Hal lain yang patut dipertimbangkan adalah desainnya. Model spion sebaiknya disesuaikan dengan tampilan kendaraan. Sebagai contoh, motor bergaya retro seperti Honda Scoppy tentunya akan lebih pas menggunakan spion dengan model klasik.

6. Pertimbangkan Blind Spot Mirror

Untuk mengatasi keterbatasan cermin cembung, pengendara bisa mempertimbangkan spion tambahan berupa kaca blind spot yang ditempel di spion utama. Kaca blind spot biasanya berupa cermin cembung kecil yang bisa memperluas bidang pandang sehingga area yang tidak terlihat pada spion standar tetap bisa terpantau.

Demikian penjelasan terkait jenis cermin yang dipakai pada spion kendaraan serta tips memilih spion yang tepat. Dari sini dapat disimpulkan bahwa cermin yang digunakan pada kaca spion mobil atau motor adalah cermin cembung.

Hal ini karena cermin cembung mampu memberikan bidang pandang yang lebih luas sehingga pengemudi dapat memantau kondisi di belakang dan samping kendaraan dengan lebih baik.

Temukan berbagai tips, rekomendasi, info spesifikasi, hingga berita terkini seputar dunia otomotif melalui kumpulan artikel Tirto di tautan ini:

Kumpulan Artikel Otomotif

Baca juga artikel terkait OTOMOTIF atau tulisan lainnya dari Daffa Liebert

tirto.id - Gearbox
Kontributor: Daffa Liebert
Penulis: Daffa Liebert
Editor: Yulaika Ramadhani & Erika Erilia