Menuju konten utama

Menag Nasaruddin Ungkap Peluang Kuota Haji 2026 Bertambah

Menag, Nasaruddin Umar, mengungkapkan sinyal positif dari pemerintah Arab Saudi untuk memberikan tambahan kuota jemaah haji Indonesia pada 2026.

Menag Nasaruddin Ungkap Peluang Kuota Haji 2026 Bertambah
Menteri Agama Nasaruddin Umar selaku Ketua Amirul Hajj didampingi anggota Amirul Hajj memberikan keterangan pers sebelum keberangkatan ke Tanah Suci di Kantor Kemenag, Jakarta, Kamis (29/5/2025). Menteri Agama mengumumkan delegasi Amirul Hajj pada penyelenggaraan ibadah haji 1446 H /2025 M dan mulai bertugas memimpin misi haji Indonesia di Arab Saudi selama 20 hari sejak 29 Mei hingga 17 Juni 2025 yang bertujuan membantu memberi masukan dalam pengelolaan manajemen penyelenggaraan ibadah haji. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/tom.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menteri Agama, Nasaruddin Umar, mengungkapkan sinyal positif dari pemerintah Arab Saudi untuk memberikan tambahan kuota jemaah haji Indonesia pada 2026. Menurut dia, isyarat itu sudah ditunjukan dan akan diumumkan pada waktu yang sudah ditentukan.

“Isyarat-isyarat awal pemerintah Saudi Arabia itu insyaallah tetap akan pertahankan minimum apa yang ada, tetapi ada usaha Saudi Arabia itu akan menambah kuota malah, menambah kuota daripada apa yang telah ditetapkan,” kata Nasaruddin dalam Konferensi Pers Penutupan Haji yang digelar di Gedung Kemenag, Thamrin, Jakarta Pusat, pada Senin (15/7/2025).

Nasaruddin mengatakan peningkatan kuota ini dimungkinkan seiring dengan rencana Saudi dalam menambah kapasitas dan infrastruktur layanan haji. Di antaranya melalui pembangunan tower-tower di kawasan Mina yang selama ini dikenal sebagai lokasi paling padat selama puncak haji.

“Targetnya nanti mungkin beberapa tahun akan datang, itu akan semakin berkurang kemah, tapi bertambah berdiri banyak apartemen di situ. Dan itu lebih murah sebetulnya, sudah ada kajian bahwa itu lebih efisien efektif,” ucap Nasaruddin.

Selain itu, Saudi juga membuka peluang memperlebar jalanan dan membuat flyover untuk menghindari kepadatan. Termasuk dengan memperluas Kota Madinah.

“Madinah pun juga sudah diperluas, di tanah-tanah di sekitar Masjid Madinah itu diratakan untuk dibangun hotel-hotel yang besar, yang bertingkat untuk memungkinkan bertambah kapasitas jam haji setiap tahun,” tambah Imam Besar Mesjid Istiqlal itu.

Lebih lanjut, fasilitas-fasilitas penting seperti area tawaf, sa’i, jamarat, hingga bandara juga dikabarkan akan diperluas. Nasaruddin menyebut kemungkinan pengaktifan kembali bandara lama dan pembukaan bandara alternatif di wilayah Thaif untuk mendukung mobilitas jemaah.

“Tapi kalau tempat itu bisa diupayakan sedemikian rupa, maka tidak ada alasan untuk membatasi orang menunaikan jam hajinya,” pungkas Menag.

Baca juga artikel terkait HAJI atau tulisan lainnya dari Rahma Dwi Safitri

tirto.id - Flash News
Reporter: Rahma Dwi Safitri
Penulis: Rahma Dwi Safitri
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama