tirto.id - Seleksi Penerimaan Pendidikan Calon Asisten Manajer (PCPM) Bank Indonesia (BI) Angkatan 40 tengah memasuki rangkaian Tes Pengetahuan Teknis. Materi Kebanksentralan menjadi salah satu mata uji bersama soal Pengetahuan Umum dan Bahasa Inggris.
Materi kebanksentralan mencakup berbagai aspek, meliputi; aspek teoritis dan praktis seputar fungsi bank sentral, kebijakan moneter, sistem pembayaran, stabilitas keuangan, dan koordinasi kebijakan, yang sangat relevan untuk peran strategis di BI.
Seleksi PCPM BI 2025 menempatkan materi kebanksentralan sebagai bagian inti dari tes teknis. Dengan demikian para pendaftar wajib menguasai materi ini. Dengan demikian asa untuk lolos kualifikasi tetap terjaga.
Pada minggu ke-2 Oktober 2025, materi Kebanksentralan akan diujikan, begitu juga soal Pengetahuan Umum dan Bahasa Inggris.
Jika lolos, pendaftar akan diuji Tes Psikologi di minggu ke-4 Oktober, lalu Tes Kesehatan dan Psikiatri di minggu ke-2 November, Tes Wawancara dan tahap akhir di minggu ke-1 Desember, serta Seleksi Tahap akhir pada minggu ke-2 Desember.
Materi Kebanksentralan PCPM BI 2025
Berikut ini adalah sejumlah topik pokok yang biasa dimasukkan dalam materi kebanksentralan untuk persiapan PCPM BI. Topik-topik ini diambil dari modul di laman resmi BI Institute Spektro.
1. Koordinasi Kebijakan
Topik seputar bagaimana Bank Indonesia menyelaraskan kebijakan moneter, fiskal, dan regulasi keuangan. Hal tersebut guna tercipta keseimbangan makro dan stabilitas ekonomi secara menyeluruh.2. Bauran Kebijakan Bank Sentral
Di dalam modul, topik ini berbicara tentang kombinasi instrumen kebijakan yang disesuaikan untuk mencapai sasaran inflasi, stabilitas nilai tukar, dan likuiditas. Instrumen kebijakan yang dimaksud, seperti operasi pasar terbuka, standing facility, serta intervensi pasar uang.3. Pengelolaan Uang
Fokus pada konsep uang beredar (M1, M2), base money, dan bagaimana BI mengendalikan likuiditas agar peredaran uang tidak jauh melampaui kapasitas produksi ekonomi.4. Sistem Pembayaran I (SP I)
Tentang infrastruktur nasional sistem pembayaran, meliputi; kliring, settlement, instrumen pembayaran, peran BI sebagai operator dan regulator. Selain itu, terkait tentang efisiensi dan keamanan dalam pelaksanaan sistem pembayaran.5. Stabilitas Sistem Keuangan & Kebijakan Makroprudensial
Materi ini berkaitan dengan bagaimana BI memitigasi risiko sistemik melalui aturan perbankan (rasio kecukupan modal, countercyclical buffer, loan ti value, stress test), serta pengawasan makroprudensial. Kebijakan ini dirancang untuk menjaga stabilitas sistem keuangan.6. Lembaga Keuangan
Mengenai struktur lembaga keuangan di Indonesia (bank komersial, lembaga non-bank) dan kedudukan bank sentral sebagai regulator dan pengatur kerangka lembaga keuangan.7. Pengelolaan Nilai Tukar dan Aliran Modal Asing
Berkaitan tentang mekanisme intervensi valuta asing, kebijakan inflow/outflow modal, dan kaitannya dengan stabilitas eksternal serta nilai tukar rupiah.8. Kebijakan Moneter
Teori dan praktik kerangka kebijakan moneter, seperti Inflation Targeting Framework. Selain itu juga terkait penggunaan instrumen moneter, operasi pasar terbuka, dan pengaturan suku bunga acuan.9. Transparansi dan Komunikasi Kebijakan
Strategi BI dalam menyampaikan keputusan kebijakan ke publik agar pasar memahami langkah BI dan ekspektasi ekonomi terkelola dengan baik.10. Kelembagaan Bank Sentral
Berbicara mengenai landasan hukum, sejarah BI, dan mandat. Begitu juga tentan tugas dan kewenangan BI terkait moneter, sistem pembayaran, dan stabilitas finansial.Contoh Soal Materi Kebanksentralan PCPM BI 2025
Berikut ini beberapa contoh soa materi kebanksentralan untuk dapat dijadikan gambaran sebelum Tes Pengetahuan Teknis PCPM BI 2025.
1. Dalam kerangka kebijakan moneter, jika BI ingin menyerap likuiditas berlebih dari sistem perbankan, instrumen yang paling tepat digunakan adalah...
a. Menurunkan cadangan wajib (reserve requirement)
b. Membeli surat berharga pemerintah
c. Menjual surat berharga di pasar terbuka
d. Memberikan fasilitas pinjaman jangka panjang kepada bank
e. Menurunkan suku bunga acuan
Jawaban: c
2. Jika pertumbuhan uang beredar (M2) jauh melampaui laju pertumbuhan output riil perekonomian, maka risiko yang paling mungkin muncul adalah...
a. Inflasi
b. Depresiasi nilai tukar
c. Deflasi
d. Resesi
e. Stagnasi
Jawaban: a
3. Di antara berikut ini, instrumen yang bukan termasuk kebijakan makroprudensial adalah...
a. Rasio Kecukupan Modal (CAR)
b. Loan-to-Value (LTV) kredit properti
c. Countercyclical Capital Buffer
d. Operasi pasar terbuka
e. Pengaturan rasio likuiditas
Jawaban: d
4. Sistem kurs mengambang (floating exchange rate) dicirikan oleh...
a. Nilai tukar dikendalikan pemerintah
b. Nilai tukar tetap
c. Nilai tukar ditentukan berdasarkan mekanisme pasar
d. Tidak ada pasar valuta asing
e. Nilai tukar disusun secara administratif
Jawaban: c
5. Keefektifan kebijakan moneter sangat dipengaruhi oleh kemampuan otoritas moneter dalam menyampaikan keputusan kepada publik. Aspek ini dikenal sebagai..
a. Koordinasi kebijakan
b. Transparansi dan komunikasi kebijakan
c. Bauran kebijakan
d. Pengelolaan sistem pembayaran
e. Kelembagaan
Jawaban: b
6. Bank Indonesia menetapkan BI Rate sebagai suku bunga kebijakan. Fungsi utama BI rate dalam kerangka monetary policy adalah...
a. Menetapkan batas atas suku bunga kredit perbankan
b. Menjadi acuan dalam operasi pasar terbuka untuk mengelola likuiditas
c. Menentukan nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing
d. Menjadi suku bunga minimum deposito rakyat
e. Menjadi instrumen fiskal pemerintah
Jawaban: b
7. Nilai tukar mengambang disebut juga sistem kurs....
a. Tetap
b. Fleksibel
c. Terikat
d. Stabilisasi
e. Administratif
Jawaban: b
8. Pernyataan berikut yang benar mengenai sistem pembayaran nasional adalah...
a. BI bertugas sebagai pengguna akhir infrastruktur
b. BI tidak mempunyai peran dalam pengaturan dan pengawasan
c. BI mengatur infrastruktur kliring dan settlement
d. Semua transaksi antar bank dilakukan tanpa intervensi BI
e. Sistem pembayaran tidak memiliki relevansi terhadap stabilitas keuangan
Jawaban: c
9. Manakah di antara berikut ini yang bukan fungsi utama bank sentral?
a. Sebagai lender of last resort
b. Menetapkan kebijakan moneter
c. Mengatur sistem pembayaran
d. Menjaga stabilitas sistem keuangan
e. Penyedia layanan ritel terhadap publik
Jawaban: d
10. Dalam konteks stabilitas sistem keuangan, stress test bank dimanfaatkan untuk?
a. Meninjau daya tahan bank saat ekonomi keos
b. Menetapkan suku bunga acuan
c. Mengatur cadangan devisa nasional
d. Menghitung laba bank
e. Menentukan alokasi utang pemerintah
Jawaban: a
Ingin membaca lebih banyak terkait lowongan kerja, Tirto.id merilis banyak artikel terkait topik tersebut. Klik link berikut:
Penulis: Arif Budiman
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id





























