Manfaat Kefir Bagi Kesehatan: Kaya Nutrisi, Baik untuk Tulang

Oleh: Nur Hidayah Perwitasari - 17 September 2020
Dibaca Normal 2 menit
Kefir juga mengandung berbagai macam senyawa bioaktif, termasuk asam organik dan peptida yang berkontribusi pada kesehatannya.
tirto.id - Kefir adalah minuman yang dibuat dengan cara fermentasi susu dan biji kefir, dan biasanya dibuat dari susu sapi atau kambing.

Dengan kata lain, kefir adalah minumannya, tetapi biji kefir adalah kultur starter yang Anda gunakan untuk menghasilkan minuman.

Fermentasi tersebut menghasilkan minuman beraroma tajam, sedikit berbuih yang mirip dengan yogurt dan mendukung usus agar tetap sehat dan menawarkan banyak manfaat kesehatan lainnya.

Meskipun tidak semua klaim kesehatan seputar kefir terbukti secara ilmiah, tetapi kefir merupakan salah satu minuman yang sehat untuk diet.

Lantas apa saja manfaat lain dari kefir bagi kesehatan?

Berikut adalah beberapa manfaat kefir untuk kesehatan,

1. Kefir salah satu sumber nutrisi

Dilansir dari laman healthline, kefir berasal dari sebagian Eropa Timur dan Asia Barat Daya. Nama ini berasal dari kata kunci dalam bahasa Turki, yang berarti "merasa baik" setelah makan.

Bakteri asam laktat dari biji-bijian mengubah laktosa susu menjadi asam laktat, sehingga kefir terasa asam seperti yogurt - tetapi memiliki konsistensi yang lebih encer.

Satu porsi 6 ons (175 ml) kefir rendah lemak mengandung:

Protein: 4 gram
Kalsium: 10% dari RDI
Fosfor: 15% dari RDI
Vitamin B12: 12% dari RDI
Riboflavin (B2): 10% dari RDI
Magnesium: 3% dari RDI
Vitamin D dalam jumlah yang cukup

Selain itu, kefir juga memiliki sekitar 100 kalori, 7–8 gram karbohidrat, dan 3–6 gram lemak, tergantung pada jenis susu yang digunakan.

Kefir juga mengandung berbagai macam senyawa bioaktif, termasuk asam organik dan peptida yang berkontribusi pada kesehatannya.

Versi kefir bebas susu dapat dibuat dengan air kelapa, santan, atau cairan manis lainnya. Namun, ini tidak akan memiliki profil nutrisi yang sama dengan kefir berbahan dasar susu.

2. Probiotik

Kefir mengandung bakteri sehat tertentu yang tidak tersedia dalam yogurt, termasuk Lactobacillus Caucasus, Leuconostoc, Acetobacter species, Streptococcus species, Saccharomyces kefir dan Torula kefir seperti dilansir livestrong.

Mikroorganisme menguntungkan ini dapat membantu mendukung kesehatan pencernaan dan mencegah pertumbuhan bakteri berbahaya di usus.

Vitamin, seperti vitamin K dan B-12, diproduksi di usus, dan probiotik dalam kefir berpotensi membantu memfasilitasi produksi ini.

3. Bantuan untuk yang intoleransi laktosa

Meskipun kefir terbuat dari susu, proses fermentasi yang digunakan untuk membuatnya hampir bebas laktosa.

Dalam studi di "Journal of American Dietetic Association" yang diterbitkan pada Mei 2003, peneliti dari Ohio State University menguji 15 orang dengan intoleransi laktosa dan menemukan bahwa kefir mengurangi gejala seperti gas, sakit perut, dan diare yang berhubungan dengan konsumsi laktosa.

Dadih di kefir lebih kecil daripada di yogurt, sehingga biasanya lebih mudah dicerna. Meskipun penelitian ini menjanjikan, jika Anda menderita intoleransi laktosa yang parah, Anda harus memeriksakan diri ke dokter sebelum menambahkan kefir ke dalam makanan Anda.

4. Kefir memiliki sifat antibakteri

Probiotik tertentu dalam kefir dipercaya dapat melindungi dari infeksi. Ini termasuk probiotik Lactobacillus kefiri, yang unik untuk kefir.

Studi menunjukkan bahwa probiotik ini dapat menghambat pertumbuhan berbagai bakteri berbahaya, termasuk Salmonella, Helicobacter pylori dan E. coli.

Selain itu, kefiran, sejenis karbohidrat yang ada di kefir, juga memiliki sifat antibakteri.

5. Kefir dapat meningkatkan kesehatan tulang dan menurunkan resiko osteoporosis

Osteoporosis ditandai dengan kerusakan jaringan tulang dan merupakan masalah utama di negara-negara Barat termasuk Indonesia.

Ini sangat umum terjadi pada perempuan yang lebih tua dan secara dramatis meningkatkan risiko patah tulang.

Memastikan asupan kalsium yang cukup adalah salah satu cara paling efektif untuk meningkatkan kesehatan tulang dan memperlambat perkembangan osteoporosis.

Dilansir laman healthline, kefir yang penuh lemak tidak hanya merupakan sumber kalsium yang baik tetapi juga vitamin K2 - yang memainkan peran sentral dalam metabolisme kalsium. Melengkapi dengan K2 telah terbukti mengurangi risiko patah tulang sebanyak 81%.

Penelitian pada hewan terbaru mengaitkan kefir dengan peningkatan penyerapan kalsium dalam sel tulang.

Ini mengarah pada peningkatan kepadatan tulang, yang seharusnya membantu mencegah patah tulang.


Baca juga artikel terkait KEFIR atau tulisan menarik lainnya Nur Hidayah Perwitasari
(tirto.id - Kesehatan)

Penulis: Nur Hidayah Perwitasari
Editor: Agung DH
DarkLight